Kamis, 21 Juli 2011

Anak Berumur 6 Tahun Menjalani Kehidupan Sendiri

Posted Image

mungkin ada yang pernah nonton film ” I am The Legend” , film yang dibintangi will smith itu bercerita tentang seorang manusia yang hidup sendiri di dunia dengan ditemani sahabat sejatinya seekor Anjing. kurang lebih hal itu sama dengan dirasakan oleh bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri diprovinsi Guangxi, China……bayangkan seorang Bocah!!!!

Namanya Ah Long , umurnya baru 6 tahun , kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS. Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.

Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang selalu setia menemani disampingnya.

Karena Penyakitnya orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak anaknya. Bahkan Dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit.

Satu satunya saudara yang dimiliki Ah long adalah neneknya yang berumur 84 Tahun yang enggan untuk tinggal bersama cucunya.

Dia tidak diperbolehkan ke sekolah, karena para orang tua murid 'berjanji akan membunuhnya” jika ia datang ke sekolah dan bermain dengan anak-anak mereka, bahkan Dokter juga tidak mau mengobati luka-lukanya.

Posted Image

Biro Sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 yuan per bulan atau sekitar Rp 90.000 per bulan.
Jumlah ini tidak cukup untuk anak kecil seumur Ah Long untuk hidup.

Ah Long menjalani kehidupan sendiri. Dia menanam cabai , daun bawang dan memelihara ayam.
Dia mencuci dan memasak sendiri. Dia tidur dan bermain dengan anjingnya.

Posted Image

Posted Image

Posted Image

Ada juga yang bersimpati dengan Ah Long dengan memberikan pakaian, makanan dan selimut bekas. Ada yang memberikan Ah Long 20 kilogram beras dan 5 kilogram mie, ada juga yang membawakan dia sebuah surat kabar mingguan untuk mengikuti berita dunia terbaru.

Posted Image

Posted Image

Posted Image

masih tidak bersyukurkah kita dengan apa yang kita miliki sekarang, bersyukurlah masih memiliki keluarga , bersyukurlah masih mempunyai teman, dan bersyukurlah masih banyak orang yang menyayangi kita

Kamis, 23 Juni 2011

Mantel Tembus Pandang

Waduh Asyik Bener kalau punya Mantel ginia...!! Tidak hanya dalam film Harry Potter yang memiliki jubah penghilang, namun Universitas Tokyo juga mampu menelurkan inovasi produk yang hampir sama. Produk ajaib tersebut berasal dari tangan seorang ilmuwan dari Universitas Tokyo yang telah mengembangkan sebuah mantel yang bila dipakai, maka orang yang memakainya menjadi tidak kelihatan.
Professor Susumu Tachi, pencipta mantel tersebut mengungkapkan bahwa bahan dari mantel tersebut dibuat dengan tipe khusus dari material "retro-reflective", yang berlaku sebagai layar fotografi.

Tachi mengatakan bahwa, dengan menggunakan mantel tersebut, seseorang seperti mendapati kamera disampingnya. Gambar dari kamera akan diproyeksikan ke dalam mantel, sehingga orang yang memakai mantel tersebut secara virtual tampak transparan atau tembus pandang, ketika dilihat oleh orang lain. Tachi menambahkan, sebelumnya mantel yang dibuat tampak abu-abu, namun ketika kami proyeksikan gambar ke dalamnya, kami dapat melihat dengan jelas gambar yang diproyeksikan.

Tachi menuturkan, tujuan utama dari teknologi baru ini adalah untuk menambah teknologi yang ajaib namun nyata, bukan untuk membuat orang lain melihat isi di balik mantel. Biasanya, dunia virtual yang dibuat dengan computer, membuat dunia computer jauh dari lingkungan nyata. Namun, hal yang kami lakukan adalah meletakkan hal virtual dalam lingkungan yang nyata, tambahnya. Sebagai contoh dalam dunia kedokteran, ketika dokter akan melakukan operasi terhadap pasien, mereka tidak dapat melihat bagian dari dalam tubuh pasien, kecuali dengan tangan dan peralatan tertentu. Tachi mengharapkan, dengan adanya mantel transparan ini, dapat membantu permasalahan tersebut.

“Dengan mantel ini, dokter dapat melihat seluruh struktur body pasien.”, kata Tachi. Tachi menambahkan, selain mantel transparan, teknologi retro-reflective juga digunakan pada cat rumah. Menurut Tachi, jika cat digunakan untuk dinding, maka kita dapat melihat secara transparan pemandangan di luar rumah. Selain cat, juga masih ada untuk pilot, yang dapat membuat lantai dari kokpit pesawat terlihat transparan ketika mendarat. Ketika teknologi ini masih dalam masa percobaan, Tachi dan timnya berharap suatu saat nanti produk buatannya dalam beberapa tahun dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Senin, 20 Juni 2011

JANGAN MENYERAH

Memang sangat menyedihkan bila mendengar tentang nasib orang yang menyerah di tengah jalan – karena tidak tahan terhadap tantangan.
Namun ada hal yang lebih tragis, yaitu orang yang menyerah – justru setelah memenangkan pertarungan.
Saat kesuksesan telah datang banyak orang yg lalu merasa sudah cukup dan menghentikan "pertarungannya " – hal itu jelas akan menjadikan anda lemah dan anda hanya akan "berhenti" sampai disitu .
Nikmati datangnya setiap hari, baik dalam susah maupun senang. Jadikan setiap hari sebagi bagian hidup anda yang penuh berarti. Dan untuk itu anda harus tetap bertekun. Sekalipun sudah dalam keadaan berkecukupan.

Apakah anda yakin dapat mencapai keadaan dimana anda tidak perlu lagi pergi kerja…? Tentu saja, sangat menyenangkan bila anda tidak perlu lagi menunggu-nunggu tanggal gajian.
Tetapi hal itu seharusnya tidak mengubah anda untuk TETAP membuat perubahan dalam hidup. Hidup anda menjadi berarti – bukan dengan cara melarikan diri dari tantangan dan tanggung jawab.
Hidup anda akan lebih punya arti bila anda berani menghadapi tantangan yang lebih besar untuk meraih mimpi anda yang lain .

Jangan jadikan kemakmuran sebagai alasan untuk berhenti bekerja , menyerah atau bermalas-malasan – melainkan gunakan hal itu sebagai pijakan untuk mencapai hal yang lebih tinggi. Tantang diri anda. Tetaplah sibuk – bekerja dan berusaha. Buat perbedaan. Karena anda tidak ingin kalah setelah menang kan.????

Jadi, apakah Anda akan bermalas-malas ria atas apa yang sudah anda capai ...???
Bentuk rasa syukur yang terbaik adalah selalu tetap giat beraktifitas walau hasil yang didapat sudah dirasa sudah lebih dari cukup karena hal ini adalah kodrat dari Yang maha Kuasa yaitu manusia harus tetap berusaha , langkah selanjutnya bila anda merasa sudah berkecukupan mulailah belajar berbagi pada pihak2 yang membutuhkan nya dan tetap menggali kembali potensi untuk mencapai mimpi besar yang lain...

Senin, 13 Juni 2011

Spirulina Penjinak Radiasi

Bencana mahadahsyat itu 20 tahun telah berlalu: ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Chernobyl. Namun, dampaknya tak juga terkubur oleh perjalanan panjang sang waktu. Setidaknya 9 anak meninggal karena kanker thiroid akut dan 9.000 orang lainnya mengidap leukemia, anemia, serta kehilangan kekebalan tubuh. Semua itu akibat radiasi nuklir ketika PLTN meledak pada 26 April 1986 pukul 01.23.

Cuma itu? Ternyata tidak, sebab kandungan iodine tanah dan logam berat strontium 90 serta caesiun 137 terserap oleh tumbuhan, serangga, dan jamur. Efeknya mempengaruhi makanan sehari-hari penduduk setempat. Iodine, misalnya, memicu kanker thiroid seperti banyak terjadi di Belarus dan Rusia. Radias nuklir bagi mereka memang mengancam nyawa.
Secercah harapan muncul ketika L.P. Loseva and I.V. Dardynskaya, dari Research Institute of Radiation Medicine, Minsk, Belarus, melaporkan hasil riset yang melibatkan 100 anak. Konsumsi 5 gram spirulina setiap hari selama 20 hari menekan 50% kandungan radioaktif pada urine.
Menurut Belookaya T Corres dari Komite Anak-anak Belarus, spirulina menurunkan radiasi akibat konsumsi makanan terkontaminasi zat radioaktif cesiun 137 dan strontium 90. Tumbuhan bersel satu itu meningkatkan kesehatan tubuh manusia sehingga digunakan sebagai terapi bagi orang yang terkena radiasi. Riset lain melibatkan 49 anak berusia 3-7 tahun di Beryozova, Belarus. Ekstrak spirulina diberikan selama 45 hari. Para dokter menemukan sel T dan hormon pengatur tumbuh meningkat. Sebaliknya 83% radioaktif pada urine menurun.
Peneliti juga menyimpulkan pikosianin dan polisakarida meningkatkan reproduksi sumsum tulang dan kekebalan sel. Rusia mematenkan spirulina pada 1994 sebagai makanan obat penurun reaksi alergi pada pasien yang teradiasi. Paten itu berdasarkan penelitian terhadap 270 anak yang hidup di radiasi tinggi. Setelah diberi 20 tablet atau 5 gram spirulina per hari selama 1,5 bulan, sensitivitas terhadap alergi pun normal. Riset-riset itu meneguhkan spirulina sebagai panasea, obat mujarab bagi beragam penyakit. (Vina Fitriani)
Sumber : Majalah Trubus, Edisi Kamis 31 Agustus 2006