Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati
lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang
beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.
Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang
berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti
berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.
Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.
Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat
jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat
banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.
Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat
gerbang bertuliskan “Selamat Jalan”. Itulah batas akhir lembah permen
lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki
itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen
lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.”
Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan
kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, “Permennya saya lupa makan!”
Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.
“Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.”
“Kenapa kamu memanggil saya?” tanya Bob.
“Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!” Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. “Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama.” Bib menambahkan.
Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia
lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk
mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.
Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal
dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, “Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.” Ia pun berkata dalam hati, “Waktu tidak bisa diputar kembali.” Perjalanan di lembah lolipop sudah
berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.
Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.
Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita
menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.
Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka
menjawab, “Saya akan bahagia nanti… nanti pada waktu saya sudah menikah…nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri… nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya… nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya… nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar… “
Pemikiran ‘nanti’ itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ‘sekarang’.
Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa ‘nanti’ bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ‘nanti’
bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah
sampai di masa ‘nanti’ bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat…
target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah
yang membuat semua target itu… tetap semuanya itu tidak pernah terasa
memuaskan dan membahagiakan.
Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita
duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita
mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama
keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras
dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.
Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;
memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari
setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah
anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.
“when life gives you 100 reasons to cry
show life that you have 1000 reasons to smile..
Face your past without regret..
Handle your present with confidence..
Prepare for future without fear”
GOD BLESS YOU ALL
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 Februari 2012
Rabu, 08 Februari 2012
Boneka cantik yang tak sadar kecantikan nya
Pada sebuah desa yang aman dan damai, ada seorang pembuat boneka yang sangat terkenal. Dengan sentuhan tangannxa, boneka-boneka yang dibuat seolah-olah hidup. Sebab, ia selalu membuat boneka dengan hati dan perasaannya. Tak heran, setiap boneka yang dibuatnya, selalu saja jadi rebutan untuk dibeli orang.Seiring dengan berjalannya waktu. Sang pembuat boneka pun mulai menua. Ia merasa inilah saatnya membuat karya terakhir sebelum ajal menjemput. Untuk itu, ia pun segera bersiap-siap membuat boneka terakhir yang bisa dibuatnya.Bahan-bahan terbaik pun dikumpulkannya. Kali ini, ia bertekad membuat bomeka perempuan tercantik yang tak ada bandingannya. Maka, setiap hari, setiap waktu, sang pembuat boneka pun hanya berkutat untuk terus memperbaiki karyanya.Rambut bonekanya dibuat berwarna hitam seperti putri cantik dari kerajaan. Matanya dibuat berwarna gelap dengan sorot tajam menyenangkan siapa saja yang memandang. Alisnya dibuat lentik sehingga setiap yang melirik akan dibuat terpesona. Tangan dan jerami dibentuk seindah mungkin karena pembuat boneka berharap boneka itu bisa menemani dan merangkul siapa saja yang beruntung memilikinya. Tubuhnya pun dibuat dengan lekukan tubuh perempuan cantik sehingga bisa jadi kebanggaan saja.Sekian lama membuat boneka yang akan jadi karya terakhir, si pembuat boneka pun akhirnya puas. Ia merasa, sudah membuat boneka sempurna yang akan jadi peninggalan terbaik karyanya. Ditimangnya boneka itu dengan penuh sayang seperti anaknya sendiri.Setelah puas menimbang, si pembuat boneka membawa boneka iv kedepan cermin untuk melihat kesempurnaannya. Iapun berkata,”Hai, Boneka cantik. Lihatlah dirimu. Engkau pasti akan jadi boneka yang bisa membawa senyum dan tawa bahagia karena keelokanmu,” ucapnya. Namun, tiba-tiba boneka itu seolah-olah berkata, “Ah, aku tidak cantik! Lihatlah rambutku hitam. Padahal aku ingin punya rambut pirang nan menawan. Mataku gelap. Padahal aku ingin punya mata hijau seperti indahnya pepohonan. Aku juga tak suka bentuk tubuhku yang terlalu kurus. Aku ingin tubuhku lebih berisi sehingga bisa menawan hati!”.Si pembuat boneka pun jadi sedih mendengar keluhan ciptaannya. Maka, ia pun mencampakkan begitu saja karya yang tadi sangat dipujanya. Sehingga, boneka itu pun teronggok begitu saja dan lama-kelamaan dilupakan oleh pembuatnya.
Boneka yang tadinya ingin dijadikan karya terbaik, kini telah jadi benda yang tak berarti apa-apa.Teman-teman, mari kita tingkatkan rasa syukur dengan memaksimalkan potensi dan apa saja yang ada pada diri saat ini. Jangan iri saat orang punya sesuatu yang lebih. Tapi, irilah jika kita tak mampu memaksimalkan waktu memperbaiki diri.
Boneka yang tadinya ingin dijadikan karya terbaik, kini telah jadi benda yang tak berarti apa-apa.Teman-teman, mari kita tingkatkan rasa syukur dengan memaksimalkan potensi dan apa saja yang ada pada diri saat ini. Jangan iri saat orang punya sesuatu yang lebih. Tapi, irilah jika kita tak mampu memaksimalkan waktu memperbaiki diri.
Minggu, 05 Februari 2012
mana yg lebih..
Ketika aku berpikir negatip pada seseorang.
Tanpa sadar, Aku telah menghakimi orang itu.
... Lebih mudah mana...
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka
Lebih mungkin mana...!
berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri....
Lebih mudah mana.....!
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung
Lebih penting mana.....!
Berusaha menguasai orang lain atau belajar menguasai diri sendiri
Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bgmn aku berusaha baik pada semua orang
Bukan orang lain Ɣĝ bikin aku bahagia, tapi sikapkulah Ɣĝ menentukan, aku bahagia atau tidak
Semoga memberkati.... ◦°˚˚˚°◦G☺D♡BLΕ§§♥U◦°˚˚˚°◦
7 % :)
(^_^) ♥ Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”. Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan. Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi. Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil. Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu. Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA” Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut. Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?” Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik” “Perhatikan bahwa ORANG2 ini dengan IKHLAS MENYUAPI orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang / suka MENOLONG, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri” Diperkirakan bahwa 93% penerima tdk akn memforward cerita ini. Bila anda termasuk sisa 7% yang akn memforwardnya, lakukanlah dgn memberi judul 7%. ♥
Rabu, 01 Februari 2012
Kata Perenungan Master Cheng Yen
- Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain.
- Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.
- Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan: berbakti kepada orangtua dan melakukan kebajikan.
- Jika ingin meningkatkan kebijaksanaan, kita mesti membebaskan diri dari sifat kemelekatan dan keraguan.
- Cita-cita boleh saja tinggi dan jauh kedepan, namun langkah yang diperlukan untuk itu, harus diterapkan sejak sekarang.
- Jangan mengenang terus jasa yang telah diberikan, jangan melupakan kesalahan yang pernah dibuat. Lupakanlah dendam yang ada di dalam hati, namun jangan melupakan budi baik yang pernah diterima.
- Keinginan yang belebihan, selain mendatangkan penderitaan juga sering menggiring orang melakukan perbuatan yang mendatangkan karma buruk.
- Jangan takut terdorong oleh orang-orang yang lebih mampu dari kita. Karena dorongan tersebut akan memberi semangat untuk terus maju.
- Orang tidak mempunyai hak milik atas nyawanya, melainkan hanya memiliki hak untuk menggunakannya.
- Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, lakukankalh perbuatan baik meskipun kecil.
- Lahan batin manusia bagaikan sepetak sawah, bila tidak ditanami dengan bibit yang baik, tidak akan bisa menuai hasil yang baik.
- Orang berbudi luhur mempunyai tujuan hidup, sedang orang yang berpikiran sempit menganggap hidup sebagai tujuan.
- Sertakan saya dalam perbuatan baik, jangan libatkan saya dalam perbuatan jahat.
- Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran, pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.
- Dengan memiliki keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
- Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat mencintai orang di seluruh dunia.
- Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
- Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari.
- Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orangtua.
- Jika enggan mengerjakan hal kecil, maka kita pun akan sulit menyelesaikan tugas yang besar.
- Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian harus lemah lembut, dan hati harus peka.
- Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Keserakahan, kebencian, dan kebodohan merupakan 3 racun dalam kehidupan manusia. Atasi keserakahan dengan berdana, kebencian dengan hati yang welas asih, dan atasi kebodohan dengan kebijaksanaan.
- Penyesalan adalah pengakuan dari hati nurani, dan dapat juga dikatakan sebagai pembersihan terhadap kekotoran batin.
- Berdana bukanlah hak khusus yang dimiliki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.
- Hidup manusia tidak kekal. Bersumbangsihlah pada saat Anda dibutuhkan, dan lakukanlah selama Anda masih bisa melakukannya.
- Jadilah orang yang tidak mengandalkan kekuasaan, status social, dan harta kekayaan dalam menjalani hidup.
- Malapetaka dan bencana yang melandai dunia, sebagian besar merupakan hasil perbuatan orang-orang yang sehat jasmaninya, namun cacat rohaninya.
- Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.
- Ada tiga “tiada” di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, dan tiada orang yang tidak bisa saya maafkan.
- Pikiran dan perilaku kita sendiri yang menciptakan dan menentukan surga dan neraka.
- Sumber penderitaan manusia ada 3, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kebodohan.
- Penyakit pada tubuh tidaklah menakutkan, batin yang sakit justru lebih mengerikan.
- Kebijaksanaan diperoleh dari bagaimana seseorang menghadapi masalah dalam hidupnya. Apabila ia menghindar dari masalah yang ada, maka ia pun tidak akan dapat mengembangkan kebijaksanaannya.
- Sumber dari kerisauan hati adalah keinginan manusia untuk selalu “memiliki”.
- Ada sebagain orang yang sering merasa risau, akibat perkataan buruk orang lain yang sebenarnya tidak perlu dihiraukan.
- “Keserakahan”, selain membawa penderitaan, juga akan menjerumuskan manusia ke dalam penderitaan.
- Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan.
- Setiap hari merupakan lembaran baru dalam hidup kita, setiap orang dan setiap hal yang ada di dalamnya merupakan kisah-kisah yang menarik.
- Bila kita selalu ragu dan tidak memiliki tekad yang kuat, walaupun jalan yang benar telah terbentang di depan mata, kita tetap tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan.
- Orang yang paling berbahagia adalah orang yang penuh dengan cinta kasih.
- Dengan menjaga tutur kata dan bersikap dengan baik, maka kita akan menjadi orang yang disenangi dan dicintai orang lain.
- Mengernyitkan dahi dan tersenyum, keduanya sama-sama merupakan sebuah ekspresi, mengapa tidak tersenyum saja?
- Hati hendaknya bagaikan bulan purnama yang bersinar terang. Hati hendaknya juga seperti cakrawala luas dengan langit yang cerah.
- Niat baik yang tidak dilaksanakan sama halnya seperti bertani tanpa menebarkan benih. Hal ini hanya menyia-nyiakan kesempatan baik yang ada.
- Setiap hari kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua dan semua makhluk. Jangan melakukan sesuatu yang mengecewakan mereka.
- Memberi dan melayani jauh lebih berharga dan membahagiakan daripada diberi dan dilayani.
- Tidak peduli seberapa jauh jalan yang harus ditempuh dan selalu berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki, inilah yang disebut dengan keuletan.
- Orang yang paling berbahagia adalah orang yang mampu mencintai dan dicintai orang lain.
- Sebaik apa pun hati seseorang, bila tabiat dan tutur katanya tidak baik, maka ia tidak dapat dianggap sebagai orang baik.
- Kasih sayang yang mengharapkan pamrih tidak akan bertahan lama. Yang akan bertahan selamanya adalah kasih sayang yang tak berwujud, tak ternoda, dan tanpa pamrih.
- Cinta kasih harus bagaikan seduhan the wangi dengan komposisi yang pas. Bila terlalu pekat akan terasa pahit dan kita tidak dapat meminumnya.
- Hadiah paling berharga di dunia ini adalah hadiah berbentuk maaf.
- Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik dan lakukanlah perbuatan baik.
- Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tak terhingga.
- Kesuksesan hidup selama puluhan tahun merupakan akumulasi perilaku setiap hari, maka setiap hari kita harus menjaga perilaku dengan sebaik-baiknya.
- Semua manusia takut mati, takut menderita, apakah makhluk hidup lain tidak merasa takut juga? Oleh karena itu, kita harus melindungi semua makhluk hidup dan menghargai kehidupan.
- Marah adalah menghukum diri sendiri atas kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.
- Hendaknya kita bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.
- Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.
- Bekerja untuk hidup sangat menyiksa, hidup untuk bekerja sangat menyenangkan.
- Sumber penderitaan manusia adalah nafsu keserakahan untuk memiliki. Bila tidak bisa memperoleh yang diingankannya, dia akan menderita, namun bila telah memperolehnya, dia juga akan menderita karena takut kehilangan.
- Kesederhanaan adalah keindahan, keserasian adalah keanggunan.
- Hakekat terpenting dari pendidikan adalah pewarisan cinta kasih dan rasa syukur, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Kita hendaknya bersyukur kepada bumi yang menyediakan sumber daya alam sehingga kita dapat melanjutkan kehidupan, dan bersyukur kepada leluhur yang telah menyediakan lahan dan mengajarkan kita bagaimana cara untuk bertahan hidup.
- Hati yang dipenuhi rasa syukur akan membangkitkan rasa haru. Rasa haru merupakan dorongan untuk melakukan kebajikan.
- Bila dituduh orang lain, terimalah dengan rasa syukur. Bila menemukan kesalahan orang lain, sadarkan dengan sikap menghargai.
- Bersyukurlah kepada orang yang menerima bantuan kita, karena mereka memberikan kesempatan baik bagi tercapainya pembinaan rasa cinta kasih kita.
- Merupakan suatu berkah apabila sesama manusia dapat saling menghargai dan saling bersyukur.
- Dengan berjiwa besar, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di dunia ini. Bila berjiwa sempit, walaupun kesenangan berlimpah, kita akan tetap merasa menderita.
- Mengurangi nafsu keinginan dan memperluas cinta kasih, kehidupan akan dilalui dengan gembira, nyaman dan bebas tanpa beban.
- Pandai menempatkan diri dan berpikir demi orang lain adalah sikap orang yang penuh pengertian.
- Pada umumnya orang lebih dapat menanggung beban kerja yang berat daripada menanggung kebencian, namun orang yang berkepribadian mulia adalah orang yang dapat melupakan kebencian.
- Cara berterima kasih dan membalas budi kepada bumi adalah dengan terus mempertahankan konsep pelestarian lingkungan.
- Intropeksi dirilah bila mendapat kritikan orang lain. Jika salah harus diperbaiki; bila tidak bersalah, cobalah untuk menerimanya dengan lapang dada.
- Berjiwa besar menerima kekurangan orang lain merupakan suatu hal yang luar biasa di tengah hal yang biasa.
- Binalah cinta kasih yang tulus dan murni. Hati tidak akan risau bila tidak mengharapkan pamrih atau merasa rugi dalam memberikan cinta kasih.
- Menghibur orang dengan kata-kata yang baik dan lembut, melerai perselisihan dengan kata-kata bijaksana dan membantu kesulitan orang lain dengan tindakan nyata, inilah yang dinamakan berdana.
- Selalu mengejar kenikmatan materi adalah sumber penderitaan manusia. Menderita bila tak bisa memperolehnya, dan bila bisa memperolehnya akan merasa belum puas. Semuanya merupakan penderitaan yang tak akan pernah berakhir.
- Mampu merasakan kebahagiaan orang lain seperti kebahagiaan sendiri adalah kehidupan yang penuh dengan kepuasan dan paling kaya akan makna.
- Jangan menganggap enteng perbuatan baik sekecil apa pun, karena bila terhimpun menjadi satu merupakan bantuan yang berharga dan bermanfaat bagi orang lain.
- Seulas senyuman mampu mendamaikan hati yang gelisah.
- Kehidupan kita bermakna apabila kita dapat bermanfaat bagi orang lain.
- Jangan mencemaskan beban yang berat, asalkan tetap berjalan di arah yang benar, pasti akan samapi ke tujuan.
- Orang yang selalu mengasah orang lain, dirinya sendiri akan terasah, namun bagi orang yang selalu diasah, selain tidak rusak, malah akan lebih bersinar cemerlang, bagaikan berlian yang sesungguhnya.
- Prinsip penting mencapai keselarasan dalam penyelesaian masalah adalah menyadari kapan saatnya maju dan kapan saatnya mengalah.
- Dengan bersabar dan mengalah, hidup akan damai dan tenteram; saling bersitegang akan mendatangkan malapetaka.
- Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Bila hanya menunggu, kesempatan itu akan berlalu dan semuanya sudah terlambat.
- Mampu mematuhi tata tertib dalam berorganisasi, berpadu hati, ramah tamah, saling mengasihi, dan bergotong royong, berarti sebuah kemajuan yang telah dicapai dalam melatih diri yang dilakukan dengan penuh konsentrasi.
- Jangan menyia-nyiakan waktu; lakukan hal yang bermanfaat dengan langkah yang mantap.
- Tak ada yang tidak dapat diatasi dalam hidup ini; dengan adanya tekad, maka segalanya akan dapat diatasi.
- Jangan pusingkan apakah orang akan memperbaiki perilaku atau sikap buruknya, yang terpenting adalah kita tetap melatih diri dengan sebaik mungkin.
- Bila cermin dalam hati dapat selalu dibersihkan, maka dapat secara jelas membedakan yang baik dan buruk, yang benar dan salah.
- Jadikan batin kita sebagai tempat pelatihan diri dan hargailah semua orang dengan sikap kesetaraan.
- Sebuah tindakan jauh lebih bermakna dibandingkan dengan ribuan ucapan.
- Walaupun memiliki impian dan harapan pada masa berabad-abad kedepan, namun jangan sampai mengabaikan hal yang ada pada saat sekarang.
- Kepintaran adalah kemampuan untuk membedakan mana yang menguntungkan dan merugikan. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah.
- Jangan meremehkan kemampuan sendiri, karenanya mulailah dengan mengubah kondisi hati kita barulah dapat mengubah dunia agar menjadi lebih baik.
- Lebih baik belajar dari kelebihan orang lain daripada mencari kelemahan dan kesalahan orang lain.
- Hadapilah kesalahan orang lain dengan lapang dada dan lemah lembut.
- Iblis yang ada di luar diri kita tidaklah menakutkan, yang mengerikan adalah iblis yang terdapat di dalam hati.
- Kehidupan manusia bagaikan meniti kawat baja. Bila kita tidak bersungguh-sungguh melihat ke depan, malah sebaliknya selalu menoleh ke belakang, kita pasti akan terjatuh.
- Faktor pemersatu dalam organisasi adalah toleransi dan tenggang rasa terhadap pendapat yang berbeda.
- Berbakti adalah sikap yang bersedia berkorban pada saat dibutuhkan oleh orangtua.
- Kebiasaan buruk bagaikan virus yang menyerang batin manusia, harus dicegah jangan sampai berkembang.
- Berdana ada 3 macam, memberi bantuan makanan dan pakaian, memberikan nasehat bagi orang yang hatinya sedang hampa, dan memberikan kedamaian kepada orang yang panic dan ketakutan.
- Masalah di dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja, dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikan.
- Orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya dengan rendah hati akan dapat meningkatkan kebijaksanaanya.
Rabu, 25 Januari 2012
Seberkas cahaya imlek.
Ada seorang anak yg selama ini membenci ayahnya karena ayahnya tidak pernah memberikan kebahagiaan untuk ibu dan dirinya. Tidak pernah tinggal bersama lagi dgn mereka. Yg dia tahu ayahnya lebih perhatian pada wanita lain.
Kebencian terhadap sosok ayah ini begitu kuat di hatinya. Jangankan kasih sayang dari sang ayah, angpao tahun baru saja ia tak pernah mendapatkan dari ayahnya sendiri.
...
Tetapi bagaimana sikap sang ibu?
Ibu selalu membimbing, mendidik dan selalu menasehatinya agar jgn membenci ayahnya. Karena sesungguhnya ayahnyalah yg pernah berjasa besar bagi sang ibu. Karena ayahnya lah maka ia bisa sampai keadaan sekarang ini.
Di malam imlek ini sang ibu bercerita ttg segalanya, sesungguhnya Ibunya adalah korban pemerkosaan oleh orang yg tak bertanggung jawab, dan pada saat ia hendak bunuh diri di laut, sosok pahlawan datang, menyelamatkan dan menasihatinya, kemudian sosok berhati mulia itu berjanji untuk menikahinya agar sang anak dapat memiliki sosok 'ayah' ketika lahir kemudian. Tetapi keluarga dari sang 'ayah' tak dapat menerima keadaan ini, dan membuat pernikahan mereka tidak sempurna. Demi dirinya, 'ayah' terus menjaga kehamilan sang ibu sampai ia tetap lahir di dunia ini walau mendapat berbagai tekanan dan hinaan serta hantaman keras dari keluarga besar 'ayah'nya sendiri.
Keluarga 'ayah' akhirnya memisahkan mereka dgn berbagai cara, sampai akhirnya mengadakan pernikahan akbar untuk 'ayah'nya dn wanita lain selain ibunya.
Sejak itu sang ibu berjanji, sebagai wujud terima kasih dan balas jasanya, ia tidak akan menyusahkan pahlawan bagi hidupnya dgn tidak menerima 'apapun' yg diberikan untuk ia dan anaknya. Ia akan menjaga dan membesarkan anaknya dgn kekuatannya sendiri. Cukup ia bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, saat ini dan dapat berkumpul bersama anaknya.
Sang anak pun tercerahkan di malam imlek ini. Inilah dualisme kehidupan, siapa yg baik dan siapa yang jahat?
Gong Xi Fa Cai..
Kamis, 12 Januari 2012
Petaka karena tak pernah cukup
Ada seorang wanita muda yang tinggal di dalam keluarga bahagia dan sangat di sayang oleh ibunya. Kemudian wanita ini jatuh cinta dan menikah, dan ibunya pun menyiapkan mas kawin.
Suaminya adalah seorang pegawai pemerintah yang tingkat kesejahteraannya tidak sebaik keluarga istrinya. Ia tinggal di sebuah apartemen sewaan. Setelah mereka menikah, istrinya ini masih berharap untuk memiliki kemewahan yang biasa ia miliki, tetapi ia tidak dapat mendapatkannya karena kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit. Ia sering pulang ke rumah ibunya untuk meminta apa yang di inginkannya dan ibunya selalu memenuhi keinginannya.
Ia selalu mengeluh pada suaminya bahwa ia malu akan kehidupan mereka. Ia berharap agar suaminya dapat secepatnya membelikan sebuah rumah yang bagus. Tetapi, dengan pemasukan suaminya, ia tidak mungkin mampu untuk membeli rumah.
Suaminya adalah orang yang taat pada hokum dan sederhana. Setiap bulan ia memberikan seluruh gajinya pada sang istri. Walau mereka hidup hemat, tetap saja uang simpanannya tidak cukup untuk membeli rumah.
Hal ini membuat kesal istrinya bahwa orang lain memiliki rumah sedangkan ia harus menyewa. Meskipun uangnya tidak cukup, ia senantiasa pergi melihat perumahan yang akan di jual.
Selama bertahun-tahun, wanita ini pergi menemui ibunya dengan rencana akan membeli sebuah apartemen.
“Saya melihat sebuah apartemen yang di jual sekitar NT$2 juta (US$ 62.500) dan saya berencana untuk membelinya”
Ibunya bertanya, “Berapa banyak uang yang kau miliki?”
“Sekitar 200 ribu”, jawab wanita itu.
Mendengar jumlah ini, dengan lembut suaminya mencoba untuk berbicara pada istrinya agar melupakan ide tentang memiliki apartemen sendiri.
Akan tetapi, lebih dari 10 tahun ia menyibukkan diri berkeliling melihat perumahan dengan harapan dapat membeli satu unit rumah. Setiap kali sebuah bangunan apartemen selesai di bangun, ia pergi melihatnya. Ia selalu ingin membeli 1 unit rumah tetapi harganya selalu berada di luar jangkauannya.
Pada 12 tahun usia perkawinannya, ia melihat satu unit apartemen di Taipei seharga NT$3,8 juta. Apartemen ini sungguh menarik dan ia sangat menginginkannya sehingga membuatnya hampir menjadi gila. Setiap hari ia pulang menemui ibunya dan selalu merajuk agar ibunya meminjamkan uang sebesar NT$2 juta.
Ibunya berkata, “Tidak masalah saya meminjamkan uang kepadamu, tetapi kemana kamu akan mendapatkan sisanya?
“Saya dapat meminjamnya dari orang lain” Jawab wanita itu.
Ibunya bertanya dengan sungguh-sungguh, “Apakah kamu mempunyai cukup uang untuk membayarnya setiap bulan?”
Kenyataannya, ibunya tahu bahwa gaji suaminya tidak akan cukup untuk membayar pinjaman. Maka ibunya berkata, “Tenanglah dulu, dan jangan begitu terobsesi dengan ide ini.”
Akan tetapi, ia tidak dapat mengendalikan keinginannya. Ia bahkan menyalahkan ibunya karena tidak mau membantunya dan memutuskan hubungan dengan ibunya.
Setelah ia memutuskan hubungan keluarga dengan ibunya, ia tetap tidak dapat mengendalikan nafsu keinginannya.
Setiap hari ia mengomeli suaminya yang tidak berguna dan tidak dapat memberikan apa yang ia inginkan. Karena senantiasa di dorong oleh keluhan-keluhan istrinya dan saat akal sehatnya sudah habis, suaminya mulai menerima sogokan. Tetapi , sebelum ia mendapatkannya, ia tertangkap dan di jatuhi hukuman penjara.
Setelah menerima ganjalan semahal itu, apakah keinginan wanita itu berakhir?
Tidak, justru bertambah buruk. Ia bahkan menyuruh putranya mencuri barang di took. Maka, setiap kali putranya melihat barang yang di inginkannya, ia akan mencurinya. Suatu hari putra wanita tersebut tertangkap basah karena mencuri beberapa buah pena di sebuah toko buku dan di kirim ke rumah tahanan anak remaja.
Akhirnya, wanita ini hanya tinggal bersama anak perempuannya yang berusia 13 tahun. Wanita ini sedikit menggila, sering marah dan menyiksa putrinya. Suatu hari sepulang sekolah, putrinya berjalan sambil menangis di jalanan, karena mengalami depresi. Putrinya tertabrak mobil dan meninggal seketika. Pada akhirnya, wanita ini tidak memiliki apa-apa lagi di dunia dan menjadi gila.
Tragedi ini melibatkan seluruh anggota keluarga. Keinginan wanita ini yang tidak rasional menyebabkan kematian putrinya sendiri. Untuk memuaskan nafsu keinginannya, suaminya melakukan hal yang sangat bodoh dan menyebabkan di penjara bertahun-tahun. Ia membiarkan putranya mencuri dan berakhir di rumah tahanan. Pada akhirnya, ia sendiri menjadi gila. Semua ini di sebabkan oleh “KETIDAK MAMPUANNYA MENGENDALIKAN NAFSU KEINGINAN”.
<CERITA INI DI ANGKAT DARI KISAH NYATA DI TAIWAN>
Pesan Cerita :
Kita selalu di ajarkan untuk memiki pandangan benar tentang materi dan nafsu duniawi. Jika kita dapat mempelajari kebenaran dan masuk akal, kita akan memiliki konsep pandangan yang wajar tentap mengambil dan memberi barang.
Kita dapat mengambil barang yang memang merupakan hak kita, dan member dengan murah hati atas apa yang kita miliki secara berlimpah kepada orang lain. Di samping itu kita tidak boleh menginginkan barang yang tidak patut kita miliki.
Jika kita dapat mengendalikan pikiran kita, kita tidak akan melakukan KESALAHAN.
Banyak orang melakukan hal yang mereka sesali SEUMUR HIDUP karena mereka tidak dapat mengendalikan nafsu keinginannya. Sebuah niat yang tidak benar akan mengakibatkan kesalahan yang berkelanjutan, jadi setiap saat kita harus berhati-hati dalam menyikapi segala KEINGINAN kita dengan BIJAKSANA.
Di kutip dari buku 20 Kesulitan Dalam Kehidupan, Karya Master Cheng Yen (Tzu Chi Founder)
Rabu, 04 Januari 2012
Selalu Ada Harapan
Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda....
Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS,
dan yang ke 4 pada musim GUGUR.
Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.
Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.
Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial…
Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tdk ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya!
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya…
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.
“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan.”.
Bersama Tuhan selalu ada pengharapan yang baru...
Minggu, 01 Januari 2012
Mencari Pasangan Hidup
Suatu hari, seorang guru dan seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon di tengah lapangan rumput. Kemudian si pemuda bertanya ...
Guru ... saya ingin bertanya bagaimana cara menemukan pasangan hidup ? Bisakah membantu saya?
Guru diam sesaat kemudian menjawab ..." Itu pertanyaan yang gampang - gampang susah "
Pemuda itu di buat bingung oleh jawaban gurunya
" Begini ... coba kamu lihat ke depan, banyak sekali rumput disana ... coba kamu berjalan kesana
tapi jangan berjalan mundur, tetap berjalan lurus ke depan, ketika berjalan coba kamu temukan sehelai rumput yang paling indah kemudian berikan kepada saya .. tapi hanya sehelai rumput "
Pemuda itu berjalan menyusuri padang rumput yang luas. Dalam perjalanan itu dia menemukan sehelai rumput yang indah namun tidak di ambilnya .. karena dia berfikir akan menemukan yang lebih
indah ... dan tanpa pemuda itu sadari, ia telah sampai di akhir padang rumput. Pada akhirnya dia
mengambil sehelai rumput yang paling indah yang ada .. kemudian kembali ke Gurunya
Ini Guru" Saya tidak melihat ada yang spesial pada rumput yang ada di tanganmu "
Dalam perjalanan saya menyusuri padang rumput tadi, saya menemukan beberapa helai rumput yang
indah, namun saya berfikir saya akan menemukan yang lebih indah dalam perjalanan saya. Tetapi
tanpa saya sadari saya telah berada di akhir padang rumput dan kemudian saya mengambil sehelai
rumput yang paling indah yang ada di akhir padang rumput itu karena Guru melarang saya untuk kembali
Guru menjawab dengan tersenyum " Itulah yang terjadi di kehidupan nyata "
* Rumput andaikan orang - orang yang ada di sekitarmu
* Rumput yang indah bagaikan orang yang menarik perhatianmu
* Padang rumput bagaikan waktu
" Dalam mencari pasangan hidup, jangan selalu membandingkan dan berharap bahwa ada yang lebih baik. Karena dengan melakukan itu ... kamu telah membuang buang waktu ... dan ingat Waktu Tidak Pernah Kembali " Tuhan memberkati.!
copas dari : Bunda Maria Santa Perawan Suci
Kamis, 01 Desember 2011
Kesederhanaan Ahmadinejad ( Presiden Iran )
Ahmadinejad, seorang tokoh di dunia nyata yang berhasil membuat dunia terpesona dengan kebijakannya yang jauh dari kemewahan seorang pemimpin. Seberapa sederhanakah beliau ini?
Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar.
Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau adalah walikota Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara yang dikuasai oleh para mullah.
Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belantara Jakarta.
Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, umpamanya? Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab.
Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bisa dibanggakan. Tanpa merasa risih beliau bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali. “Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran.” Katanya tanpa berusaha untuk tampil sok sederhana.
Di belahan dunia lain sosoknya mungkin dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang bersifat tidak populer seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin setiap pekan, dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri memilih tinggal di rumah pribadinya di kawasan Narmak yang miskin yang hanya berukuran luas 170 m persegi.
Ia bahkan melarang pemberian sajian pisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan
buah yang sangat mahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkan dirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya dari pagi hingga menjelang maghrib agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu.
Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor dibidang manajemen transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedar untuk diketahui, kemacetan kota Teheran begitu parahnya sehingga saya pernah dikirimi salah satu foto lelucon dari berbagai belahan dunia dengan judul “Only in _Equot; . salah satunya dari Teheran dengan judul “Only in Teheran” dengan foto kemacetan lalu lintasnya yang bisa bikin penduduk Jakarta menertawakan kemacetan lalu lintas di kotanya.
Mengagumkan, secara dramatis ia berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan sebuah manuver tajam. Dicopotnya lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar balik yang sangat efektif.
Setelah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalam finalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk Ahmadinejad.
Tapi itu baru awal cerita. Pada tanggal 24 Juni 2005 ia menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah para tokoh yang memiliki hampir segalanya dibandingkan dengannya?
Dalam jajak pendapat awal kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing, Ali Akbar Hasyemi Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, Mohammed Bhager Galibaf,
Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas Ahmadinejad paling buncit.
Pada masa kampanye, ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi uang untuk menarik simpati rakyat.
Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama Ahmadinejad menyodok ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot politik yang jauh lebih senior di atasnya, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mahdi Karrubi. Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi pemilu ini mengingat reputasi dan tangguhnya mesin politiknya.
Tapi rakyat Iran yang cenderung cerdas dan memiliki kesadaran punya rencana dan harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61 % sedangkan Rafsanjani hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir balik olehnya. Dan bukan tidak mungkin jika ada campur tangan Allah swt didalamnya.
Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki modal asketisme, yang untuk standar Iran pun sudah menyolok.
Ia seorang revolusioner sejati sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahmadinejad justru tampil sangat merakyat, mudah dijangkau siapapun, mudah dipahami dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata.
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet sederhana biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan sederhana biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya saat menjadi presiden adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas sederhana yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya menjadi suatu acara sederhana yang biasa saja.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet sederhana biasa saja.
Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. sebegitu sederhana kah Sang Presiden di Negara kaya minyak Iran?
Seorang ‘satria piningit’ yang mewujud dalam sosok nyata.Sebagaimana mentornya, ia tidak terpengaruh oleh kekuasaan. Kekuasaan seolah tidak menyentuh karakter-karakter terdalamnya. Ia seolah memiliki ‘kepribadian ganda’, di satu sisi ia bisa bertarung keras untuk merebut dan mengelola kekuasaan, dan di sisi lain ia bertarung sama kerasnya menolak segenap pengaruh kekuasaan agar tidak mempengaruhi batinnya.
Tidak bisa tidak, dengan karakter yang demikian kompleks itu seorang revolusioner macam Ahmadinejad memang ditakdirkan untuk membuat banyak kejutan dan drama pada dunia. Ia memangkas semua biaya dan fasilitas kedinasan yang tidak sinkron terutama dengan urusan pribadi.
Dalam pandangannya, untuk mewujudkan negara yang maju dan sejahtera, pejabat negara haruslah memiliki standar hidup yang sama dengan rakyat kebanyakan., mencerminkan kehidupan nyata dari masyarakatnya, dan tidak hidup di menara gading.
Ia menetapkan PPN baru bagi orang-orang kaya dan mengunakan dananya untuk membangun perumahan bagi rakyat miskin. Ia membawa ‘uang minyak ke piring-piring orang miskin’ dengan mengalokasikan 1,3 milyar dollar untuk program bantuan bagi kalangan muda untuk menikah, memulai usaha baru, dan membeli rumah.
Meski mengagumi Imam Khomeini dan hidup asketis tidak berarti ia konservatif. Ia bahkan tampil moderat. Meski telah terpilih menjadi presiden ia sama sekali tidak mengubah penampilannya. Ia tetap tampil bersahaja dan jauh dari pamor kepresidenan. Pada salah satu acara dengan kalangan mahasiswa salah satu peserta menanyakan penampilannya yang tidak menunjukkan tampang presiden tersebut.
Dengan lugas ia menjawab,:”Tapi saya punya tampang pelayan. Dan saya hanya ingin menjadi pelayan rakyat.”
Saya menganjurkan setiap orang untuk membeli buku biografinya dan membacanya sendiri dan menikmatinya sebagaimana saya menikmatinya. Belikan satu buku untuk anak Anda dan biarkan ia mengenal satu tokoh besar dunia yang masih hidup dan mudah-mudahan kelak dapat mengikuti jejaknya. Saya hanya ingin menutup tulisan ini dengan pendapatnya mengapa ia bersikeras agar Iran memiliki teknologi nuklir. Katanya,:
”Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami tidak boleh menguasai dan memilikinya mengapa kalian sebagai negara adikuasa boleh memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik untuk kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?” Suatu argumen sederhana yang bahkan tidak mampu dijawab oleh negara-negara Barat. Itu sebabnya Bush tidak bersedia bahkan terlihat gentar meladeninya dalam suatu tantangan debat di PBB.
Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar.
Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau adalah walikota Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara yang dikuasai oleh para mullah.
Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belantara Jakarta.
Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, umpamanya? Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab.
Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bisa dibanggakan. Tanpa merasa risih beliau bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali. “Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran.” Katanya tanpa berusaha untuk tampil sok sederhana.
Di belahan dunia lain sosoknya mungkin dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang bersifat tidak populer seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin setiap pekan, dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri memilih tinggal di rumah pribadinya di kawasan Narmak yang miskin yang hanya berukuran luas 170 m persegi.
Ia bahkan melarang pemberian sajian pisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan
buah yang sangat mahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkan dirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya dari pagi hingga menjelang maghrib agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu.
Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor dibidang manajemen transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedar untuk diketahui, kemacetan kota Teheran begitu parahnya sehingga saya pernah dikirimi salah satu foto lelucon dari berbagai belahan dunia dengan judul “Only in _Equot; . salah satunya dari Teheran dengan judul “Only in Teheran” dengan foto kemacetan lalu lintasnya yang bisa bikin penduduk Jakarta menertawakan kemacetan lalu lintas di kotanya.
Mengagumkan, secara dramatis ia berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan sebuah manuver tajam. Dicopotnya lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar balik yang sangat efektif.
Setelah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalam finalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk Ahmadinejad.
Tapi itu baru awal cerita. Pada tanggal 24 Juni 2005 ia menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah para tokoh yang memiliki hampir segalanya dibandingkan dengannya?
Dalam jajak pendapat awal kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing, Ali Akbar Hasyemi Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, Mohammed Bhager Galibaf,
Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas Ahmadinejad paling buncit.
Pada masa kampanye, ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi uang untuk menarik simpati rakyat.
Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama Ahmadinejad menyodok ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot politik yang jauh lebih senior di atasnya, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Mahdi Karrubi. Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi pemilu ini mengingat reputasi dan tangguhnya mesin politiknya.
Tapi rakyat Iran yang cenderung cerdas dan memiliki kesadaran punya rencana dan harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61 % sedangkan Rafsanjani hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir balik olehnya. Dan bukan tidak mungkin jika ada campur tangan Allah swt didalamnya.
Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki modal asketisme, yang untuk standar Iran pun sudah menyolok.
Ia seorang revolusioner sejati sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahmadinejad justru tampil sangat merakyat, mudah dijangkau siapapun, mudah dipahami dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata.
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet sederhana biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan sederhana biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya saat menjadi presiden adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.
Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas sederhana yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya menjadi suatu acara sederhana yang biasa saja.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet sederhana biasa saja.
Baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. sebegitu sederhana kah Sang Presiden di Negara kaya minyak Iran?
Seorang ‘satria piningit’ yang mewujud dalam sosok nyata.Sebagaimana mentornya, ia tidak terpengaruh oleh kekuasaan. Kekuasaan seolah tidak menyentuh karakter-karakter terdalamnya. Ia seolah memiliki ‘kepribadian ganda’, di satu sisi ia bisa bertarung keras untuk merebut dan mengelola kekuasaan, dan di sisi lain ia bertarung sama kerasnya menolak segenap pengaruh kekuasaan agar tidak mempengaruhi batinnya.
Tidak bisa tidak, dengan karakter yang demikian kompleks itu seorang revolusioner macam Ahmadinejad memang ditakdirkan untuk membuat banyak kejutan dan drama pada dunia. Ia memangkas semua biaya dan fasilitas kedinasan yang tidak sinkron terutama dengan urusan pribadi.
Dalam pandangannya, untuk mewujudkan negara yang maju dan sejahtera, pejabat negara haruslah memiliki standar hidup yang sama dengan rakyat kebanyakan., mencerminkan kehidupan nyata dari masyarakatnya, dan tidak hidup di menara gading.
Ia menetapkan PPN baru bagi orang-orang kaya dan mengunakan dananya untuk membangun perumahan bagi rakyat miskin. Ia membawa ‘uang minyak ke piring-piring orang miskin’ dengan mengalokasikan 1,3 milyar dollar untuk program bantuan bagi kalangan muda untuk menikah, memulai usaha baru, dan membeli rumah.
Meski mengagumi Imam Khomeini dan hidup asketis tidak berarti ia konservatif. Ia bahkan tampil moderat. Meski telah terpilih menjadi presiden ia sama sekali tidak mengubah penampilannya. Ia tetap tampil bersahaja dan jauh dari pamor kepresidenan. Pada salah satu acara dengan kalangan mahasiswa salah satu peserta menanyakan penampilannya yang tidak menunjukkan tampang presiden tersebut.
Dengan lugas ia menjawab,:”Tapi saya punya tampang pelayan. Dan saya hanya ingin menjadi pelayan rakyat.”
Saya menganjurkan setiap orang untuk membeli buku biografinya dan membacanya sendiri dan menikmatinya sebagaimana saya menikmatinya. Belikan satu buku untuk anak Anda dan biarkan ia mengenal satu tokoh besar dunia yang masih hidup dan mudah-mudahan kelak dapat mengikuti jejaknya. Saya hanya ingin menutup tulisan ini dengan pendapatnya mengapa ia bersikeras agar Iran memiliki teknologi nuklir. Katanya,:
”Jika nuklir ini dinilai jelek dan kami tidak boleh menguasai dan memilikinya mengapa kalian sebagai negara adikuasa boleh memilikinya? Sebaliknya, jika teknonuklir ini baik untuk kalian, mengapa kami tidak boleh juga memakainya?” Suatu argumen sederhana yang bahkan tidak mampu dijawab oleh negara-negara Barat. Itu sebabnya Bush tidak bersedia bahkan terlihat gentar meladeninya dalam suatu tantangan debat di PBB.
Kamis, 24 November 2011
KALAU SAYA IKUT PAKAI,NANTI CEPAT HABIS...KAMU DAN ADIKMU PAKAI APA...
Sebatang sabun mandi,yah.....saat memegang sebatang sabun mandi malam ini di wastafel,teringat sosok wajah yg begitu lekat dalam benakku,...yang ketika kami mandi bersama,dia tidak menggosok badannya dengan sabun mandi,...saat saya menanyakannya,dia menjawab " kalau saya ikut pakai,nanti cepat habis..,kamu dan adikmu pakai apa..."
Sering ketika saya malas berbagi dgn saudara/i saya, saya selalu teringat pesannya dari SURGA,betapa kita harus berusaha menemukan "wewangian" setiap hari,lewat usaha keras dan pengorbanan,agar bisa membentuk sebatang sabun mandi...yang akan kita berikan pada keluarga dan saudara/i kita,agar mereka bisa elok dan wangi...tanpa kita sendiri harus memakainya,karena.." kalau saya ikut pakai,nanti cepat habis....,kamu dan adikmu pakai apa.."
Sering saya merasa risih saat pertamakali melanjutkan studi di kota besar,dan Beliau mengunjungi saya pada tahun tahun pertama,...bajunya yg sudah usang dan kumal itu yg beliau kenakan dipondokan dan saat-saat ramai lainnya,saya minder melihat tatapan teman-teman saya padanya....sore harinya saat Beliau mengantar saya berbelanja baju di toko pakaian,...saya memaksanya untuk menggunakan sebagian uang yang dibawanya dari kampung,untuk membeli selembar baju untuk dirinya..namun dia menolak menggunakan uang itu...katanya " kalau saya ikut pakai,nanti cepat habis...kamu dan adikmu pakai apa.."
Saat mendengar Beliau sakit,...saya bergegas pulang kampung,dan memaksanya ikut dengan saya berobat di kota,beliau menolak dengan alasan tidak ada biaya,saya memperlihatkan segepok uang yg saya pinjam dari koperasi kantor padanya,..tapi sekali lagi " kalau saya ikut pakai,nanti cepat habis..kamu dan adikmu pakai apa"..untuk saat itu,kalimat bertuah tersebut tak menggoyahkan niatku...berkat bujukan sanak keluarga,Beliau pun ikut pada akhirnya untuk berobat di kota.
Tiga bulan kemudian ,saya memandikan Jenasah beliau dengan airmata kami,...saya menggosok kulitnya dengan sebatang sabun mandi terharum yang bisa saya dapatkan......
Bertahun kemudian saya mencoba setia dengan kalimat bertuah tersebut,...mengenai arti keluarga,...arti pengorbanan bagi orang-orang yg kita kasihi,...namun terkadang sangat berat untuk bisa berucap kalimat tulus yang sama......,
Malam ini,didepan wastafel,saya memegang sebatang sabun mandi,....seraya berdoa lirih bagi Beliau terkasih agar tenang disisi-Nya,dan kembali menguatkan ikrar...Besok dan seterusnya saya juga harus berkata yang sama pada orang yang saya kasihi..." KALAU SAYA IKUT PAKAI..,NANTI CEPAT HABIS,..KAMU DAN ADIKMU PAKAI APA...
(mengenang Ayah menjelang NATAL,Selasa 22 november 2011)
oleh Kornelius Buntukaraeng pada 22 November 2011 jam 22:54
Copas dari komunitas jomblo khatolik (FB)
Sabtu, 19 November 2011
Benarkah ada kata2 membuat kita lemah ?
Kadang sepatah kata yang ketus akan membuat kita :
Sakit hati sampai bertahun-tahun
Sikap ceria dan kegembiraan selama ini pun tersapu habis oleh sepatah kata.
Kalau orang bertanya mengapa?
Kita akan menjawab: “kata-kata itu sungguh amat menyakitkan..”
Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?
Ataukah kita yang terlalu lemah?
Bukan.......
Sebenarnya Anda tidak lah Lemah, dan
kata kata ketus itu pun sebenarnya tidak ada apa-apanya.
Permasalahannya adalah:
Hati Anda yang terlalu tinggi.
Tinggi hati membuat :
Harga diri,
Gengsi,
Keinginan dihormati,
semua ikut menjadi tinggi.
Tinggi hati membuat Anda merasa diri Anda , Lebih :
Terhormat,
Mulia , dan
Sempurna.
Sikap inilah yang membuat Anda gampang ;
Tersinggung,
Mudah sakit hati dan
Berprasangka buruk.
Tinggi hati membuat Anda
Rapuh dan
Jiwa Anda lemah.
Jika Anda mau jadi kuat,
Belajarlah bersikap Rendah Hati setiap saat,
Maka kata-kata ketus di atas tidak akan berarti apa pun bagi Anda
Kerendahan hati membuat Anda Tenang,
Hening namun
Tegar bagai samudera yang mengambil tempat paling rendah.
Rendah hati membuat Anda
Bebas leluasa
Rendah hati adalah sumber
Kekuatan dan sukacita...
Sakit hati sampai bertahun-tahun
Sikap ceria dan kegembiraan selama ini pun tersapu habis oleh sepatah kata.
Kalau orang bertanya mengapa?
Kita akan menjawab: “kata-kata itu sungguh amat menyakitkan..”
Benarkah kata-kata itu yang begitu menyakitkan?
Ataukah kita yang terlalu lemah?
Bukan.......
Sebenarnya Anda tidak lah Lemah, dan
kata kata ketus itu pun sebenarnya tidak ada apa-apanya.
Permasalahannya adalah:
Hati Anda yang terlalu tinggi.
Tinggi hati membuat :
Harga diri,
Gengsi,
Keinginan dihormati,
semua ikut menjadi tinggi.
Tinggi hati membuat Anda merasa diri Anda , Lebih :
Terhormat,
Mulia , dan
Sempurna.
Sikap inilah yang membuat Anda gampang ;
Tersinggung,
Mudah sakit hati dan
Berprasangka buruk.
Tinggi hati membuat Anda
Rapuh dan
Jiwa Anda lemah.
Jika Anda mau jadi kuat,
Belajarlah bersikap Rendah Hati setiap saat,
Maka kata-kata ketus di atas tidak akan berarti apa pun bagi Anda
Kerendahan hati membuat Anda Tenang,
Hening namun
Tegar bagai samudera yang mengambil tempat paling rendah.
Rendah hati membuat Anda
Bebas leluasa
Rendah hati adalah sumber
Kekuatan dan sukacita...
8 Filsafat Kehidupan dari Chinese Book of Wisdom
1) Hujan deras adalah merupakan tantangan. Janganlah anda hanya bisa meminta agar hujan dikecilkan, tapi berusahalah mencari payung yg lebih besar agar anda tidak basah kehujanan .
2) Waktu banjir, ikan makan semut & waktu banjir surut, semut yang makan ikan (Adα gilirannya kpd setiap orang)
3) Hidup bukanlah hanya peduli dipermulaan saja, tapi lebih kepada seberapa besar kepedulian kita sampai akhir ...
4) Orang sering "melempar batu" dijalan kita. Tergantung kita apakah kita akan tersandung pada batu tsb ataukah kita bisa mambuat batu2 itu jadi "Tembok Pelindung atau Jembatan".
5) Setiap masalah punya (n+1) solusi, dimana n adalah solusi2 yg telah dicoba, dan 1 adalah yg belom dicoba.
6) Tidaklah penting utk anda punya semua 'kartu bagus' dlm kehidupan, yg penting adalah seberapa bagus anda bisa memainkannya dan seberapa besar usaha anda utk memenangkan "permainan"...
7) Seringkali saat kita dalam keadaan putus asa maka kita mengira semua ini adalah akhir,,,Tapi .... Tenanglah dulu,,, karena itu barulah sebuah belokan, belum terakhir. Milikilah iman yg teguh & kokoh agar anda tak gampang Goyah dan Putus Asa .
8) Ada orang berkata bahwa Hanya ada 2 tipe manusia yang berbahagia didunia ini: orang gila dan anak2. Maka jadi lah seperti orang "gila" utk mendapatkan apa yg anda inginkan dan jadi anak-anaklah utk menikmati semua yg telah anda dapatkan.
sumber http://www.facebook.com/TiongHoa.Indonesia
2) Waktu banjir, ikan makan semut & waktu banjir surut, semut yang makan ikan (Adα gilirannya kpd setiap orang)
3) Hidup bukanlah hanya peduli dipermulaan saja, tapi lebih kepada seberapa besar kepedulian kita sampai akhir ...
4) Orang sering "melempar batu" dijalan kita. Tergantung kita apakah kita akan tersandung pada batu tsb ataukah kita bisa mambuat batu2 itu jadi "Tembok Pelindung atau Jembatan".
5) Setiap masalah punya (n+1) solusi, dimana n adalah solusi2 yg telah dicoba, dan 1 adalah yg belom dicoba.
6) Tidaklah penting utk anda punya semua 'kartu bagus' dlm kehidupan, yg penting adalah seberapa bagus anda bisa memainkannya dan seberapa besar usaha anda utk memenangkan "permainan"...
7) Seringkali saat kita dalam keadaan putus asa maka kita mengira semua ini adalah akhir,,,Tapi .... Tenanglah dulu,,, karena itu barulah sebuah belokan, belum terakhir. Milikilah iman yg teguh & kokoh agar anda tak gampang Goyah dan Putus Asa .
8) Ada orang berkata bahwa Hanya ada 2 tipe manusia yang berbahagia didunia ini: orang gila dan anak2. Maka jadi lah seperti orang "gila" utk mendapatkan apa yg anda inginkan dan jadi anak-anaklah utk menikmati semua yg telah anda dapatkan.
sumber http://www.facebook.com/TiongHoa.Indonesia
Apa Sebenarnya yang anda Cari ... ?
Bungkusan atau Isi?
Hidup kita akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja tetapi mengabaikan ISINYA.
Kita harus bisa membedakan dengan Jelas Benar apa itu Bungkusan dan apa itu Isinya.
Rumah yg indah hanya bungkusan;
Keluarga Bahagia itu isinya.
Pesta nikah hanya bungkusan;
Cinta-Kasih, Pengertian dan Tanggung Jawab itulah isinya
Ranjang mewah hanya bungkusan;
Tidur nyenyak itu isinya.
Makan enak hanya bungkusan;
Gizi dan energi itu isinya.
Kecantikan hanya bungkusan;
Kepribadian itu isinya.
Bicara itu hanya bungkusan;
Kerja Nyata itu isinya.
Buku itu hanya bungkusan;
Pengetahuan yg terkandung itulah isinya.
Jabatan hanya bungkusan;
Pengabdian dan Pelayanan itu isinya.
Pergi Beribadah itu bungkusan;
Menjalankan Perintah Tuhan dan Agama itu isinya.
.
Mendengar Khotbah yg bagus itu bungkusan;
Mengerti dan Melakukan nya dalam Kehidupan itu isinya.
.
Utamakanlah ISINYA ... namun Tetap RAWATLAH BUNGKUSNYA ...:)
=======
Hidup kita akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja tetapi mengabaikan ISINYA.
Kita harus bisa membedakan dengan Jelas Benar apa itu Bungkusan dan apa itu Isinya.
Rumah yg indah hanya bungkusan;
Keluarga Bahagia itu isinya.
Pesta nikah hanya bungkusan;
Cinta-Kasih, Pengertian dan Tanggung Jawab itulah isinya
Ranjang mewah hanya bungkusan;
Tidur nyenyak itu isinya.
Makan enak hanya bungkusan;
Gizi dan energi itu isinya.
Kecantikan hanya bungkusan;
Kepribadian itu isinya.
Bicara itu hanya bungkusan;
Kerja Nyata itu isinya.
Buku itu hanya bungkusan;
Pengetahuan yg terkandung itulah isinya.
Jabatan hanya bungkusan;
Pengabdian dan Pelayanan itu isinya.
Pergi Beribadah itu bungkusan;
Menjalankan Perintah Tuhan dan Agama itu isinya.
.
Mendengar Khotbah yg bagus itu bungkusan;
Mengerti dan Melakukan nya dalam Kehidupan itu isinya.
.
Utamakanlah ISINYA ... namun Tetap RAWATLAH BUNGKUSNYA ...:)
=======
Camkanlah kata2 ini secara mendalam karena banyak orang yg Salah Mengartikan apa itu Bungkusan dan apa itu Isinya ! .
Minggu, 13 November 2011
Suami
Seorang Dosen mengadakan suatu permainan kecil kepada mahasiswinya yang sudah memasuk usia dewasa..
.
"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."
Kemudian salaH satu mahasiswi berjalan menuju Papan Tulis.
DOSEN: Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis.
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut.
Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: Sekarang silahkan Coret 2 nama yg akan pergi meninggalkan anda.
Mahasiswi itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: Silahkan Coret 2 lagi !
Mahasiswi itu lalu mencoret nama teman2 kantornya.
Dosen: silahkan Coret 1 lagi !
Mahasiswai Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, suami nya, dan anaknya.
Suasana kelas hening... Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus d pilih.
Tiba tiba Dosen Berkata
Dosen: Silahkan Coret 1 lag i!
Mahasiswi itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: Silahkan Coret 1 lagi!
Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.
Dalam sekejap waktu mahasiswi itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswi itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang suami itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih suami anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?
Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswi tersebut.
Lalu mahasiswi itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."
.
"Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."
Kemudian salaH satu mahasiswi berjalan menuju Papan Tulis.
DOSEN: Silahkan Tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan Tulis.
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut.
Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: Sekarang silahkan Coret 2 nama yg akan pergi meninggalkan anda.
Mahasiswi itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: Silahkan Coret 2 lagi !
Mahasiswi itu lalu mencoret nama teman2 kantornya.
Dosen: silahkan Coret 1 lagi !
Mahasiswai Itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, suami nya, dan anaknya.
Suasana kelas hening... Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus d pilih.
Tiba tiba Dosen Berkata
Dosen: Silahkan Coret 1 lag i!
Mahasiswi itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: Silahkan Coret 1 lagi!
Hatinya menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.
Dalam sekejap waktu mahasiswi itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kepada Mahasiswi itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang suami itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih suami anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?
Semua orang didalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari Mahasiswi tersebut.
Lalu mahasiswi itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."
Sabtu, 12 November 2011
Pengorbanan
Seorang pria tersesat di gurun pasir.
... Ia hampir mati kehausan.
Akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong.
Di depan rumah tua tanpa jendela & hampir roboh, terdapat sebuah pompa.
Segera ia menuju pompa itu & mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.
Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus & tertempel kertas dengan tulisan,
"Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi."
Ia mencabut gabusnya & ternyata kendi itu berisi penuh air.
"Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa?
Bagaimana kalo tidak berhasil?
Tidak ada air lagi.
Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalo ternyata pompanya gak berfungsi?
Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?" Pikirnya...
Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko.
Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu & dengan sekuat tenaga memompanya.
Benar!!
Air keluar dengan limpahnya.
Ia minum sepuasnya.
Setelah istirahat memulihkan tenaga, & sebelum meninggalkan tempat itu,
ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya & menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu,
"Saya telah melakukannya & berhasil. Engkau harus mengorbankan smuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH !!!"
Barang siapa berhati egois & terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan beroleh kemudahan dalam hidupnya.
Siapa berhati baik & bertindak demi kepentingan orang lain, ia akan beroleh kebahagiaan dalam hidupnya.
Berkat dan damai sejahtera akan mengalir dalam hidupnya.
Have a nice Day :)
Kisah Seorang Ibu dan anak Sulung
Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini: Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”
Kamis, 06 Oktober 2011
4 hal utama yang tidak boleh d hancurkan
ada 4 hal yg tdak boleh d hncurkan, krena jika itu hancur, itu tdak akan menimbulkan banyak suara atau keributan sperti piring yg pecah atau ban mobil yg pecah, atau hancurnya jambangan bunga. Jika itu pecah, itu tdak akan menimbulkan suara, tetapi mengakibatkan penderitaan dan sakit yang amat dalam. 4 hal itu adalah: kepercayaan, hubungan persahabatan, janji, hati.
KEPERCAYAAN
kpercayaan orang terhadap anda merupakan harta tak kelihatan, begitu bernilai. Jika orang mempercayai anda atau memberimu kepercayaan itu berarti ia menghargaimu dan memandang anda sebagai orang bermartabat, menganggapmu mampu untuk melakukan apa yg d harapkan sesuai dengan harapannya. Maka jagalah, jangan sampai kepercayaan itu hilang gara-gara anda tidak melakukan apa yg di harapkan, atau melaksanakan apa yg diminta.
HUBUNGAN PERSAHABATAN
hubungan persahabatan tak hanya di mengerti sebagai hubungan antara dua orang yg bershabat. Itu juga mencakup hubungan yang baik dengan keluarga, rekan kerja, tetangga dan mereka yang ada di sekitar kita. Hubungan yang baik dengan orang lain perlu di jaga karena itu harta yang tak ternilai. Hubungan yang baik membuat anda di terima dan di hargai, serta di pandang sebagai bagian dari hidup mereka. Jika hubungan itu hancur, maka semuanya akan hilang dan membuat dirimu terasing dan kering ditengah lingkunganmu.
JANJI
janji haruslah d tepati. Karena pada saat anda berjanji melakukan atau memberi sesuatu maka itu menciptakan harapan dalam diri orang kepada siapa anda berjanji. Harapan itu akan tetap ada sampai janji itu di tepati. Jika janji tidak di penuhi, harapan akan berubah menjadi kejengkelan bahkan kemarahan. Maka tepatilah janji yang anda buat. Dan jika tidak mampu jangan mengumbar janji.
HATI
hati seseorang adalah bagian yang amat peka dan rawan, karena hal itu menunjuk pada inti pribadi seseorang. Jika kita membesarkan hati seseorang, ia akan hidup dan bertahan. Jika kita menyakiti hati seseorang, maka ia akan mengalami kepedihan yang amat dalam. Jika anda tidak mau di sakiti, janganlah pernah menyakiti hati orang lain. Bersikaplah bijaksana dan jagalah perasaan orang jangan sampai kita menciptakan luka yang amat dalam.
KEPERCAYAAN
kpercayaan orang terhadap anda merupakan harta tak kelihatan, begitu bernilai. Jika orang mempercayai anda atau memberimu kepercayaan itu berarti ia menghargaimu dan memandang anda sebagai orang bermartabat, menganggapmu mampu untuk melakukan apa yg d harapkan sesuai dengan harapannya. Maka jagalah, jangan sampai kepercayaan itu hilang gara-gara anda tidak melakukan apa yg di harapkan, atau melaksanakan apa yg diminta.
HUBUNGAN PERSAHABATAN
hubungan persahabatan tak hanya di mengerti sebagai hubungan antara dua orang yg bershabat. Itu juga mencakup hubungan yang baik dengan keluarga, rekan kerja, tetangga dan mereka yang ada di sekitar kita. Hubungan yang baik dengan orang lain perlu di jaga karena itu harta yang tak ternilai. Hubungan yang baik membuat anda di terima dan di hargai, serta di pandang sebagai bagian dari hidup mereka. Jika hubungan itu hancur, maka semuanya akan hilang dan membuat dirimu terasing dan kering ditengah lingkunganmu.
JANJI
janji haruslah d tepati. Karena pada saat anda berjanji melakukan atau memberi sesuatu maka itu menciptakan harapan dalam diri orang kepada siapa anda berjanji. Harapan itu akan tetap ada sampai janji itu di tepati. Jika janji tidak di penuhi, harapan akan berubah menjadi kejengkelan bahkan kemarahan. Maka tepatilah janji yang anda buat. Dan jika tidak mampu jangan mengumbar janji.
HATI
hati seseorang adalah bagian yang amat peka dan rawan, karena hal itu menunjuk pada inti pribadi seseorang. Jika kita membesarkan hati seseorang, ia akan hidup dan bertahan. Jika kita menyakiti hati seseorang, maka ia akan mengalami kepedihan yang amat dalam. Jika anda tidak mau di sakiti, janganlah pernah menyakiti hati orang lain. Bersikaplah bijaksana dan jagalah perasaan orang jangan sampai kita menciptakan luka yang amat dalam.
Minggu, 25 September 2011
7 Hal Yang Bisa Kita Lakukan, Namun Tidak Mau Dilakukan!
Bila hal-hal yang kecil kita sepelekan untuk dilakukan , bukankah sama saja itu menyepelekan diri sendiri?
Dalam hidup sehari-hari entah dirumah sendiri maupun rumah orang lain , ditempat umum , dirumah sakit , ataupun ditempat ibadah , begitu banyak hal-hal kecil yang seharusnya bisa kita lakukan, tetapi kita lalaikan begitu saja. Padahal bila bisa dilakukan , sungguh membawa manfaat yang besar !
Tetapi karena lalaikan, tanpa sadar begitu banyak kerugian yang terjadi .
Tetapi karena lalaikan, tanpa sadar begitu banyak kerugian yang terjadi .
Apakah anda termasuk salah satu pelakunya ?
Ataukah justru saya sendiri?!
Ataukah justru saya sendiri?!
Walaupun sudah seringkali diingatkan , namun tetap masih sulit dilakukan . Apakah ini berhubungan dengan kebiasaan atau kemalasan ? Bila kebiasaan dan kemalasan, bukankah tetap bisa dirubah juga .
Atau karena terlalu disepelekan karena dianggap hal kecil?
Atau karena terlalu disepelekan karena dianggap hal kecil?
Apakah hal-hal kecil itu ?
Mari kita simak satu persatu :
Mari kita simak satu persatu :
1.
Kalau masuk kamar kecil , bila menemukan keadaannya gelap, pasti akan segera menekan sakral on - off untuk menyalahkan lampunya . Setelah buang hajatnya , lalu seenaknya meninggalkan kamar kecil dalam keadaan lampu terus menyalahkan tanpa perlu merasa bersalah .
Kalau menyalahkan kenapa bisa ingat, sedang untuk mematikan kenapa bisa lupa ?
Masalahnya ada dimana ?
Bingung !
Kalau menyalahkan kenapa bisa ingat, sedang untuk mematikan kenapa bisa lupa ?
Masalahnya ada dimana ?
Bingung !
2.
Ketika mengambil sesuatu barang atau alat untuk digunakan bisa dilakukan , tetapi setelah digunakan mengapa bisa jadi lupa untuk meletakan kembali pada tempatnya ? Sehingga kemudian orang lain yang membutuhkan kelabakan mencarinya .
Padahal kalau dipikiran , apa susahnya meletakan kembali ketempatnya semua !
Padahal kalau dipikiran , apa susahnya meletakan kembali ketempatnya semua !
3.
Ketika makan sesuatu yang ada kulitnya atau bungkus , setelah isinya ditelan , dengan mudah kulit atau bungkusnya tersebut dibuang kemana-mana . Aneh kan, diri sendiri saja tidak mau telan , mengapa dibuang begitu saja , padahal tak jarang tong sampah didepannya ?
Tak heran bila bisa menemukan sampah dimana-mana . Termasuk dirumah ibadah , padahal kebersihan adalah sebagian dari iman .
Lalu apakah yang suka buang sampah sembarangan kehilangan iman?
Pasti tidak mau dikatakan demikian , bukan?!
Tak heran bila bisa menemukan sampah dimana-mana . Termasuk dirumah ibadah , padahal kebersihan adalah sebagian dari iman .
Lalu apakah yang suka buang sampah sembarangan kehilangan iman?
Pasti tidak mau dikatakan demikian , bukan?!
4.
Bila butuh barang , tetapi tidak ada , lalu ingat untuk pinjam ke teman atau tetangga , kemudian digunakan sepuasnya . Selesai digunakan , penyakit lupanya muncul untuk mengembalikan . Apakah bukan mau enak sendiri ? Karena ketika yang punya barang memerlukan , harus yang meminta kembali !
Hanya menutupinya dengan satu kata saja, lupa!
Hanya menutupinya dengan satu kata saja, lupa!
5.
Bila makan atau minum , tak lupa berdoa sebagai wujud bersyukur . Anehnya bila tahu bersyukur , mengapa ketika makan atau minum, seringkali makanan dan minuman tidak dihabiskan ?
Disia-siakan jadi sampah dan dibuang begitu saja ! Aneh bin nyata , bukan?!
Bersyukur kok menyia-nyiakan rejeki yang ada ?!
Disia-siakan jadi sampah dan dibuang begitu saja ! Aneh bin nyata , bukan?!
Bersyukur kok menyia-nyiakan rejeki yang ada ?!
6.
Untuk hal yang sepele atau yang sia-sia , tanpa malu-malu merogoh kocek dalam-dalam dengan bangganya , tetapi tatkala ada yang membutuhkan uluran tangan tidak malu membuang muka .
Mengapa tak rela merogoh koceknya yang masih penuh ? Bukankah ini tidak ada hubungan dengan mampu atau tidak mampu ?
Mengapa tak rela merogoh koceknya yang masih penuh ? Bukankah ini tidak ada hubungan dengan mampu atau tidak mampu ?
7.
Senyuman , setiap orang pasti memilikinya , namun entah mengapa begitu pelit untuk diberikan kepada orang lain sebagai wujud persahabatan . Senyuman tidak membutuhkan biaya , tak ada ruginya bila diberikan kepada orang lain .
Lalu mengapa harus disimpan sampai membuat wajah menjadi mengkerut ?
Masih adakah hal - hal kecil yang bisa ditambahkan ?
Lalu mengapa harus disimpan sampai membuat wajah menjadi mengkerut ?
Masih adakah hal - hal kecil yang bisa ditambahkan ?
Semoga kita tidak mengecilkan hal-hal yang kecil , sehingga menjadikan diri kita seperti orang kecil selamanya !
Rabu, 14 September 2011
== Lingkungan bisa Menentukan Harga ==
== kisah 3 kaleng Coke ==
Ada 3 kaleng Coke (coca cola), ke-3 kaleng tersebut diproduksi di satu pabrik Minuman tsb.
Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik tsb, mengangkut kaleng-kaleng coke tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah sebuah Minimarket. Kaleng coke pertama diturunkan di sini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coke lainnya yang diberi harga Rp.4.000,-
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan Sogo Super Store.
Di sana, kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas Sogo Super Store supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,-
Pemberhentian terakhir adalah sebuah Hotel Bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.
Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi es batu cube block. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coke itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya adalah Rp. 25.000,-
Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coke tersebut memiliki harga yang berbeda satu dengan yang lainnya padahal diproduksi dari pabrik yang sama , diantar dengan truk yang sama dan bahkan coke tersebut memiliki rasa dan aroma yang sama?
Karena ;
Lingkunganlah yang mencerminkan harga nya.
Lingkungan bisa berbicara tentang RELATIONSHIP, bisa juga berbicara mengenai PRIDE.
Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan hal2 terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada di lingkungan yang selalu meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan tetap menjadi kerdil.
Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda , bisa jadi mendapat NILAI AKHIR YANG BERBEDA.
======
Pesannya Moralnya adalah ;
Pilihlah lingkungan yg paling Tepat dengan diri anda dan kemampuan anda, semua itu hanya anda sendiri yg bisa menakarnya .
Jangan sekali-sekali anda berada di Lingkungan Yang Salah ! !.
=====
Semoga Bermanfaat .
Salam.
Ada 3 kaleng Coke (coca cola), ke-3 kaleng tersebut diproduksi di satu pabrik Minuman tsb.
Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik tsb, mengangkut kaleng-kaleng coke tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah sebuah Minimarket. Kaleng coke pertama diturunkan di sini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coke lainnya yang diberi harga Rp.4.000,-
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan Sogo Super Store.
Di sana, kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas Sogo Super Store supaya dingin dan dijual dengan harga Rp.7.500,-
Pemberhentian terakhir adalah sebuah Hotel Bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.
Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi es batu cube block. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coke itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya adalah Rp. 25.000,-
Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coke tersebut memiliki harga yang berbeda satu dengan yang lainnya padahal diproduksi dari pabrik yang sama , diantar dengan truk yang sama dan bahkan coke tersebut memiliki rasa dan aroma yang sama?
Karena ;
Lingkunganlah yang mencerminkan harga nya.
Lingkungan bisa berbicara tentang RELATIONSHIP, bisa juga berbicara mengenai PRIDE.
Apabila Anda berada di lingkungan yang bisa mengeluarkan hal2 terbaik dari diri anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada di lingkungan yang selalu meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan tetap menjadi kerdil.
Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda , bisa jadi mendapat NILAI AKHIR YANG BERBEDA.
======
Pesannya Moralnya adalah ;
Pilihlah lingkungan yg paling Tepat dengan diri anda dan kemampuan anda, semua itu hanya anda sendiri yg bisa menakarnya .
Jangan sekali-sekali anda berada di Lingkungan Yang Salah ! !.
=====
Semoga Bermanfaat .
Salam.
Langganan:
Postingan (Atom)
