Kamis, 09 September 2010

Arti Kebaikan Sesungguhnya dalam Hidup Setelah Membaca Kisah Ini

” Saat Terindah Dalam Hidupku Adalah Bersamamu, Saat Tersedih Dalam Hidupku Adalah Kehilanganmu” Agnes Davonar, penulis.
Namanya Daniel, cowok yang baru berusia 24 tahun. Wajahnya.. kata orang sih gak ganteng, ngak pinter dan juga ngak atletis. Sampai detik ini, temen-temen masih mikir? Kok bisa ya dia jadi pacar gua? Padahal sumpah mati mereka tau, gua gak pernah berharap punya pacar kayak dia. Banyak yang bilang kalau wajah gua yang lumayan cantik bila jalan sama dia? Bakal seperti antara majikan dan pembantu.
Mungkin awalnya demikian, tapi dari seorang Daniel. Gua belajar banyak tentang bagaimana menghargai seorang laki-laki, bagaimana memperlakukan laki-laki dan terakhir bagaimana  mengerti arti cinta itu sesungguhnya.
Suatu hari, gua lagi asyik online. Teman-teman gua, semua uda pada mulai eksis di dunia facebook. Rasanya kalau gua gak gabung, bisa jadi gua dianggap gadis kampung. Padahal orang kampung pun uda pakai facebook. Lupakan sejenak kisah stupid itu, yang pasti dari facebook. Gua bisa kontak-kontakan lagi sama teman-temen gua dari jaman pipis di celana sampai sekarang ngerti kalau umur gua uda cukup tua sebagai cewek, 23 tahun.
Nah, karena baru aja putus cinta. Rasanya gua alergi banget sama foto-foto mantan gua yang nangkring di facebook gua, jadi tugas gua malam itu adalah menghapus semua foto-foto mantan gua. Tapi semakin gua perhatikan foto-foto kenang-kenangan kita, kok rasanya gua jadi sedih sendiri ya. Sampai tanpa sadar gua jadi nangis, padahal yang minta putus juga gua, hal kecil sih, gara-gara dia mau sekolah di luar dan gua gak setuju. Apa daya, bokapnya jenderal dan dia ajudan. Pisah deh hubungan kita,
Saat gua menangis, chat online di Facebook nyala, seseorang muncul dan berkata memperhatikan gua sedang menghapus semua foto-foto gua. Dia bilang
“ Lagi putus cinta ya? “ Kata dia.
Awalnya gua mau cuekin, tapi kayaknya bakal menarik juga ya kalau gua marah-marah dan maki-maki orang ini, soalnya gua perhatiin, kita gak kenal sama sekali.
“ Sok tau loe?” kata gua,
“ Ya tau dong, kan gua juga lagi putus cinta, senasib deh..”
Kalimat dia yang bikin gua langsung nyegir. Penasaran sekaligus merasa senasib. Singkat kata, walaupun gua ga kenal dia, akhirnya kita malah jadi curhat-curhatan. Gua jadi tau juga, kalau dia putus sama pacarnya karena gak cocok setelah 5 tahun pacaran. Dalam hati gua berkata, kalau 5 tahun segitu lamanya dibilang kagak cocok, jadi selama 5 tahun itu ngapain ya?.
Akhirnya kita gak bicara lagi setelah malam itu, tapi dia sempat mengatakan nama dia ke gua.
“ Gua Daniel, thanks uda mau temenin gua ngobrol malam ini?”
Gua hanya senyum-senyum manggut, setau gua, harusnya gua yang curhat, kok malah jadi dia. Ya sudahlah, setidaknya dia uda bikin malam ini berwarna. Kita pun pisah, tanpa bicara dan gua sempat mengenalkan diri gua dengan bilang, “ Panggil gua Angel aja, kalau perlu blackAngel.”
“ Kenapa harus BlackAngel, kenapa ga WhiteAngel”
Gua terdiam dan offline dari facebook gua. Bukan urusan dia kalau gua mau jadi white or black, yang pasti hari itu menjadi hari perkenalan kita.
***
2 bulan kemudian.
Sahabat gua Agnes, tiba-tiba nikah. Dia ngundang gua datang ke kawinan dia. Gua tau, tentunya tau banget rasanya ke undangan seorang diri. pasti di bilang kagak laku atau parahnya perawan tua. Kalau bukan karena Agnes ini teman baik gua waktu jaman smp, pasti gua gak mau datang. Dengan terpaksa gua ajak adik gua, Teddy. Walaupun dia itu masih kecil, setidaknya orang-orang bakal kepikiran dia pacar gua kalau ga kenal. Cara yang jitu untuk membuat gua lepas dari julukan jomblo.
Seperti yang gua duga, undangan bakal dipenuhi temen-temen gak jelas. Akhirnya gua hanya bisa mojok sambil menikmati jus jeruk, karena udangan berdiri, gua harus rebutan sama banyak orang. Nah, saat gua uda menemukan satu bangku, gua mau lompat, eh tiba-tiba nenek-nenek tua nyerobot gitu aja. Jus di tangan gua jatuh dan tanpa sengaja kena sama cowok yang lagi duduk disampingnya. Omg.. gua jadi parno sendiri ngelihat tuh cowok kemeja putihnya jadi berwarna belang.
“ Sorry..” kata gua dan cowok itu natap gua dengan perasaan kesal tentunya.
“ Gapapa..” kata dia bangkit dari kursi dan pergi keluar ruangan, banyak yang lihatin gua, akhirnya gua terpaksa keluar dari ruangan pernikahan itu daripada dilihatin banyak orang.
Saat gua keluar, cowok yang tadi ketimpa jus gua, sedang bersih-bersih dengan tissue. Gua memperhatikan dan mendekat ke dia.
“ Sorry ya sekali lagi, tadi ga sengaja banget.”
“ Gapapa, tapi kok loe ga asing ya buat gua?” kata cowok itu.
“ Masa sih, maybe gua mukanya pasaran kali ya..”
“ Oh, gua inget. Loe temen facebook gua.. Angel ya namanya?” kata dia dan gua berpikir bisa jadi juga soalnya kan facebook itu sesuai tujuannya, menghubungan anda dengan semua orang.
“ iya benar, emang nama loe siapa?”
“ Gua Daniel, dulu kita sempat chat. Tapi uda lama banget..” kata dia dan gua pura-pura senyum and merasa inget..
“ Mungkin ya,. “
Dia pun menjelaskan kalau Agnes ini masih ada hubungan teman sama dia, akhirnya lupa deh kejadian jus jeruk tumpah itu. Sebenarnya sih, gua ga ada minat sama sekali ketika melihat wajah dia. Gak ganteng dan gak menarik, Cuma menang tinggi dan putih aja. Level gua terlalu tinggi dalam menilai pria, kita bicara banyak tapi ala kadarnya, beruntunglah adik gua muncul dan akhirnya hendak membawa gua pergi. Gua pun pamitan, tiba-tiba dia nanya.
“ Angel, boleh minta nomor telepon ga?”
“ Heh..” mulut gua terkunci, rasanya gak mau kasih, tapi melihat perlakuan gua sama baju dia, akhirnya gua pun kasih.
Dia tersenyum. Dan akhirnya pesta berakhir dan kita pun berakhir, ini gua sebut. Takdir kedua kita , setelah facebook online dulu.
***
Benar kata nenek gua, yang namanya jodoh, gak akan lari kemana-kemana. Gua kembali ditakdirkan ketemu sama si Daniel. Dia emang ga pernah nelepon atau sms gua setelah gua kasih nomor telepon gua. Tapi kita kembali ketemu saat tiba-tiba motor bebek gua mogok di jalan. Astaga, neh motor pas bawa dari rumah masih ok-ok aja. Kok tiba-tiba mati dijalan. Padahal tujuan gua naik motor ini Cuma mau beli makanan anjing gua di depan rumah. Gua bengong di jalan, tiba-tiba, si Daniel itu muncul. begonya lagi sampai detik itu gua ga lupa nama dia.
Entah bagaimana dia muncul, tapi motor gua beres saat itu juga. Saat gua Tanya kenapa bisa ada disini, dia bilang, dia mau ke rumah temen buat main futsal di deket Puri. Takdir yang aneh, walaupun dia sudah menolong motor gua yang ternyata businya lepas saat gua rem. Gua ga bilang terima kasih, tapi pergi gitu aja. Saat di depan toko anjing, gua baru merasa salah, harusnya gua bilang thks or apa gitu. Akhirnya gua berjanji dalam hati gua, kalau dia muncul lagi dalam hidup gua, gua bakal bilang terima kasih.
Sepertinya Tuhan emang uda mengatur semuanya, sekali lagi kita ketemu. Tapi kali ini, dalam keadaan berbeda. Saat itu, foto dia muncul di halaman depan facebook gua, foto dimana dia disitu lagi pakai baju kemeja dan terlihat lebih keren dari sebelumnya yang hanya pakai kaos oblong. Gua pun mengirimkan pesan di wall dia, dan berkata.
“ thks buat waktu itu di jalan, lupa bilang thksnya..” kata gua dan beberapa menit kemudian dia balas.
“ Sama-sama, sering-sering aja ya.. “ maksud dia ini ngeledekin gua supaya sering-sering mogok gitu apa gimana? Gua kaga ngerti. Tapi semua wall-wall di facebook kita berlanjut dengan kesapakatan kalau gua bakal traktir dia.
Kita janjian dan akhirnya untuk pertama kali dia nelepon gua. Gua bilang, gua akan ngajak dia makan di pizza hut puri. Kebetulan ada harga diskon buat berdua, hahaha, jangan pikir gua ini pelit ya, tapi emang lagi pengen aja. Kita janjian malam itu. Dia datang, dan kita bicara panjang lebar. Mengenal Daniel lebih dalam tentang siapa dia, yang pasti dia ini ternyata tinggal di daerah yang gak jauh dari tempat gua. Anaknya menarik,sopan dan yang pasti lugu sekali. Gua bukan cewek yang bodoh dalam menilai, tapi gua yakin banget,. Daniel itu terlalu polos sebagai cowok, apalagi ditambah dengan kalimat dia tentang kisah cinta dia yang berujung kalau dia di selingkuhi sama pacar dia,.
Saat-saat asyik lagi ngobrol. Tiba-tiba mantan gua muncul bersama gadis lain. Gua bingung, katanya dia mau kuliah di China. Lah kok tiba-tiba malah gandeng cewek. Gua memperhatikan dia berjalan, akhirnya dia sadar gua ada disana. Gua bangkit dan mendekatin dia.
“ Katanya loe ke China? Kok malah asyik pacaran?” kata gua emosi. Mantan gua sepertinya lebih berani membalas emosi gua dengan kalimat yang lebih menyakitkan.
“ Mau gua ke China atau Asyik pacaran? Ini kan bukan urusan loe? Loe kan bukan siapa-siapa gua?” mendengar kalimat itu gua langsung sakit di hati.
“ Maksud loe apa sih?” kata gua.
“ Eh, Angel, uda cukup ya loe mengontrol hidup gua, gua uda muak selama ini sama hubungan kita, loe pikir loe ini kecantikan hingga bisa suruh-suruh gua seenak hati loe. Gua senang akhirnya kita putus walau dengan alasan ke China. Karena gua sudah bosen lihat tingkah loe yang sok otoritir”
Mendengar kalimat itu, tangan gua spontan menampar dia. Rasanya sakit sekali mendengar orang yang pernah gua cintai bicara demikian. Daniel bangkit, menarik gua perlahan. Mengajak gua duduk. Gua ingin menangis, tapi gua menahan semuanya.
“ Gua mau pulang “ ucap gua langsung berjalan meninggalkan tempat makan, Daniel mengikuti gua sampai ke tempat parkir.
“ Angel.. “ teriak Daniel dan melihat dia,. Gua langsung menangis. Menangis karena harga diri gua sebagai perempuan telah hancur oleh hinaan mantan gua. Dia memeluk gua. Dan kalimatnya yang indah membuat gua tersadar untuk berhenti menangis.
“ Angel, jangan menangis untuk orang yang menyakiti loe, tapi menangis untuk kebahagiaan loe karena akhirnya loe tau siapa pria itu..”
Daniel benar, gua gak boleh menangis karena orang stupid itu, harusnya menangis karena bahagia akhirnya gua tau cinta dia itu palsu.
***
Daniel seperti obat bagi kehidupan gua setelah makan siang berantakan itu, gua banyak menghabiskan waktu sama dia. Tapi gua gak pernah menganggap dia sebagai apapun selain teman. Lucunya, dia seperti banyak waktu untuk orang seperti gua, dia rela belajar main tenis untuk bisa main sama gua. Dia rela ke salon bareng gua sekedar creambath, padahal rambutnya kan pendek. Tapi semua dia lakukan untuk apa, gua masih bertanya-tanya dalam hati. Yang pasti hal itu biar menjadi rahasia dia.
Tapi gua sempat menunjukan kalimat yang mungkin menurut gua sangat keterlaluan. Suatu ketika. Didepan sahabat-sahabat gua. Seorang teman bertanya sama gua.
“ Angel loe jadian ya sama Daniel?”
“ Heh, ga salah loe? Mana mungkin, Daniel itu kan bukan tipe gua, ga level lah ya..” gua mungkin hanya ingin bercanda saat itu, tapi saat itu Daniel muncul. gua terdiam. Dia hanya tersenyum. Gua yakin dia mendengar kalimat itu, dan waktu berjalan gua melupakan semua kalimat jahat gua itu sama dia.
Daniel memang pria yang sangat baik, dia tidak pernah merasa sedih dengan kalimat-kalimat gua. Dia tetap selalu setia ada dalam hidup gua. Dia rela menjaga anjing gua di rumah saat gua pergi keluar kota sama keluarga. Padahal gua tau dia alergi sama bulu anjing. Jadi kalau pas gua jemput anjing gua, muka dia merah-merah gitu. Pas gua Tanya, dia bilang cuma salah makan padahal akhirnya gua tau, dia itu alergi bulu anjing.
Entah apa yang dipikiran Daniel. Mengapa dia sangat baik sama gua. Lama-kelamaan gua jadi mempertanyakan kebaikan dia. Di suatu malam, entah karena gua lagi bad mood karena habis rebut sama nyokap. Gua langsung mempertanyakan semua yang ingin gua tau.
“ Kenapa sih, loe ini ini baik sama gua?” Tanya gua.
“ Gua baik sama siapapun kok, buat apa jahat sama orang?” jelas dia ngambang.
“ Tolong jujur, loe ini suka gua apa nggak, dan kebaikan loe ini ada maksud untuk merebut hati gua apa gimana?”
Daniel terdiam menatap wajah gua hampa dan berkata.
“ Angel, gua mungkin suka sama loe, tapi rasa suka gua? tidak akan sebesar keinginan gua untuk berharap menjadi kekasih loe, menjadi sahabat loe saja sudah cukup bagi hidup gua. Ngerti..”
“ Tapi gua ga mau dibaikin sama loe, gua gak mau loe salah paham. Gua Cuma ingin loe tau, kebaikan loe itu bikin gua merasa bingung, karena gua sama sekali gak kepikiran loe jadi pacar gua.”
“ Ya, gua tau kok. Gua pun ga kepikiran sama kesana. Tenang aja..”
Tapi gua tetap ragu dengan jawaban dia, sejak saat itu gua putusan untuk gak mau ketemu dia. Gua juga merasa risih dengan gosip dari semua orang kalau kita adalah kekasih. Sebagai cewek, rasanya Daniel tidak pantas untuk gua. Itu lah kesombongan yang selalu gua pertahankan. Sejak saat itu, gua selalu menghindari Daniel. Ga angkat telepon dia, sampai lebih buruknya menghapus dia dari facebook gua. Gua tau, dia sering mencari gua, sering kirim pesan ke facebook gua, mempertanyakan mengapa gua harus menghindar dan membenci dia secara tiba-tiba. Tapi gensi yang tinggi untuk menjawab akhirnya membuat gua melupakan dia tanpa ampun. Gua bilang lewat pesan facebook.
“ Jangan pernah muncul dalam hidup gua, kalau emang loe anggap gua teman, kalau loe muncul itu hanya bikin gua stress.” Ya, kalimat gua yang kasar untuk seorang Daniel yang tanpa salah.
3 bulan kemudian.
Adik gua Teddy, mengalami sebuah kecelakaan motor. Kakinya patah dan lebih buruknya lagi nyawanya terancam karena dia kehilangan darah yang sangat banyak. Golongan darah adik gua termasuk langkah, berjenis 0, sedangkan stock rumah sakit kosong, akhirnya gua terpaksa meminta tolong sama teman-teman. Celakanya mereka semua gak ada yang punya jenis golongan darah itu. Dokter bilang, dalam waktu 24 jam, stock darah harus ada. Gua cemas. Gua gak mau kehilangan adik gua, setelah kehilangan bokap gua karena meninggal.
Gua terus berdoa dan menulis status gua di facebook tentang kebutuhan darah 0 untuk adik gua. Karena terlalu stress akhirnya gua malah ketiduran dan pasrah. Tiba-tiba saat gua terlelap, suster bilang ke gua. Adik gua sudah mendapatkan donor. Gua begitu bahagia. Darah yang paling sulit itu akhirnya ditemukan. Gua ga terlalu mikir siapa yang mendonorkan darah itu karena lebih mementingkan adik gua selamat dulu karena akan operasi. Tuhan memberkati adik gua, dia selamat dan akhirnya lolos dari masa kritis.
Saat gua lagi santai, suster yang tadi kasih info donor tanpa sengaja bertemu. Gua pun bertanya, siapa donor yang berbaik hati, gua ingin mengucapkan terima kasih. Suster itu bilang.
“ Dia cowok, umurnya 24, tinggi, putih, tapi dia menolak untuk disebutkan namanya. Abis donor langsung pergi gitu aja, uda saya suruh istirahat dulu, tapi gak mau, katanya ada keperluan, padahal darahnya banyak loh yang diambil.”
Ya siapapun dia, gua berterima kasih. Saat gua sudah mulai tenang. Dan adik gua sudah bisa bicara. Seorang sahabat menelepon gua. Dan berkata hal yang sangat mengejutkan.
“ Angel. Daniel kecelakaan mobil. Dia kritis di rumah sakit pik.”
“ Kok bisa?” Tanya gua dalam hati.
“ Loe mau jenguk gak?”
Bodohnya lagi, saat itu gua putuskan untuk tidak menjenguk. Gua masih merasa malu untuk bertemu dia walaupun temen gua bilang dia kritis. Gua heran, sebenarnya gua ini makluk ciptaan tuhan yang gimana sih? Kok gua tiba-tiba gak punya hati untuk seorang yang baik seperti Daniel walau dia sedang kritis.
Seminggu kemudian, gua mendapatkan kabar kalau Daniel dipindahkan ke rumah sakit Singapura untuk perawatan yang lebih baik. Gua masih gak bergeming. Lama-lama gua jad penasaran juga dengan kondisi Daniel. Sampai akhirnya, gua mencuri-curi waktu dengan melihat facebook dia. Sebuah wall dari sahabatnya membuatnya gua sangat terpukul. Tulisan yang membuat gua merasa menjadi gadis yang sangat berdosa. Status terakhir Daniel yang terbaca setelah beberapa hari sebelum kejadian dia kecelakaan,
“ Daniel, adik Angel masuk rumah sakit, dia butuh golongan darah 0. Loe bukannya golongan darah 0. “
“ Iya, gua tau,, gua lagi otw kesana..”
gua jadi teringat kalimat suster tentang sosok Daniel. Dan gua akhirnya paham, mengapa dia gak mau sebutin nama dia saat mendonor, orang semulia ini yang rela menolong tanpa pambrih telah gua lewatkan dalam hidup gua. Gua sangat menyesal. Dengan segara cara gua mencari tau keberadaan Daniel. Gua mencoba telepon dan sms tapi telepn dia ga aktif. Sampai akhirnya gua menyerah. Gua hanya bisa berdoa dia lekas sembuh sehingga gua bisa ketemu dia
tapi rasanya semua itu hanya jadi mimpi. Karena sahabat gua berkata dan membuat tubuh gua lemas.
“ Daniel uda disisi tuhan”
Hati gua hancur. Retak dan sangat menyesal. Bahkan gua gak sempat mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan ketulusan dia disisi gua. Kalau saja gua bisa menarik waktu dan mengubah segalanya, gua akan meminta maaf dan menyadari betapa dia sangat berharga lebih dari arti seorang kekasih.
Dia adalah seorang sahabat yang telah mengajarkan gua tentang arti cinta kasih, tentang sebuah pengorbanan dan kehidupan.
Daniel, mungkin loe gak akan pernah jadi kekasih gua. Tapi loe akan menjadi bagian dalam hidup gua. Dan biarkan gua meminta izin untuk mengatakan kepada dunia kalau loe adalah kekasih gua, walau terlambat.
Semoga kisah ini menjadi kisah yang memberikan arti bagi kalian untuk mengerti kebaikan diatas segalanya.
kini gua berpandapat. berkenalan dengan orang tidak harus dengan fisik yang indah ataupun mulut yang manis. tapi kejujuran dan kebaikan seseorang hanya bisa kita ngerti saat orang itu pergi.

pengarang :Agnes donovar
sumber: kompasiana

Angel I’m Sorry: Kisah Tragis buat Cewek yang Suka Sia-siakan Cowok

“ Yang tercinta, kau adalah kisah terindah dalam hidupku. Tanpamu, aku hanya menjadi bagian tak berharga di dunia ini” agnes davonar.
Pernahkah loe merasa kehilangan? Apapun itu, rasanya pasti gak enak. Kehilangan apapun di dunia ini. Rasanya sulit untuk diterima, seperti apa yang gua kisahkan saat ini. Kehilangan dalam hidup gua yang terbesar. Kehilangan seseorang yang mungkin awalnya hanya sebagai permainan dalam hidup gua. Permainan yang pada akhirnya mengajarkan gua untuk menjadi orang yang lebih serius menghargai dia. Walau terlambat, gua percaya. Andai saja, kata maaf dari dia gua terima. Mungkin hidup gua ga akan menyesal seperti saat ini.
Gua pernah bilang sama nyokap gua, kalau gua hanya akan serius dalam mencari pasangan hidup kalau sudah melihat cowok itu berkorban untuk gua. Nyokap gua juga selalu bilang ke gua, kalau loe ini sebagai anak gadis, lebih baik tidak banyak mencari pacar, carilah suami. Gua Cuma bisa ketawa kalau nyokap bilang gitu, umur gua kan masih 23 tahun. Masih mau main-main dan menikmati masa muda gua, mungkin kalau gua hidup di jaman nyokap gua, itu penting, sekarang kan jaman modern, biarkanlah gua menjadi diri gua yang apa adanya.
Gua akui, gua ini termasuk idaman setiap laki-laki. Gua akui banyak cowok yang deketin gua. Gua akui, gua termasuk orang yang suka hubungan tanpa status kebading ikatan resmi. Gua mungkin jahat sudah nolak ratusan cowok yang mencoba pengen jadi pacar gua, gua mungkin jahat sudah sakitin banyak cowok yang pernah deket sama gua. Tapi, hanya satu cowok yang benar-benar bikin gua sadar semua yang gua lakukan itu salah, namanya Daniel. Walaupun namanya Daniel, dengan kejamnya gua memaksa nama dia jadi Denny. Sesuai kemauan gua.
Dia datang dalam hidup gua saat kita ga sengaja nonton di Puri. Saat itu, kalau gua gak salah inget. Lagi trend film 3D, kita nonton film UP. Dia muncul bersama teman gua yang jumlahnya 4 orang, temen gua bilang Daniel itu baru selesai kuliah dari Yogyakarta, dalam hati gua berkata, “ Yaila, segitu banggannya temen gua kenalin temen yang balik dari yogyakarta, kalau dari Kanada sih baru deh boleh bangga”. Jadi kesan pertama gua tentang dia adalah cowok kampung. Kita pun nonton dan selesai itu, kita makan di aklingan deket puri.
Bagi gua makan dimana saja sama saja, walaupun itu deket jalanan yang ga ada lampu. Kita makan, dan tiba-tiba Daniel dengan percaya dirinya minta nomor telepong gua. Karena gua merasa gak enak norak, akhirnya gua kasih aja nomor esia gua, dengan kalimat sombong terakhir.
“ Oh ya kalau mau nelepon, sms dulu ya. Soalnya gua jarang ngangkat telepon kalau ga ada jadwal”
Temen-temen gua pasti bilang gua norak kayak direktur karena mau nelepon aja mesti bikin jadwal, pada kenyataannya emang jadwal gua padat sekali dengan antrian cowok-cowok yang mau nelepon gua, masih untung gua angkat, jadi boleh dong gua sedikit jujur. Daniel anaknya cukup tinggi, sedikit berewok walau usianya masih 25 tahun. Gayanya kayak pemain basket, walaupun giginya ga rata, yang bikin heran kenapa juga dia kuliah di Yogya kalau kampungnya asli Jakarta.
Singkat cerita, akhirnya kita berpisah. Sebenarnya gua lagi deket sama satu cowok yang menurut gua cocok untuk jadi target gua sebagai kekasih, dia uda sering jalan sama gua, hubungan kita tanpa status dan mau naik level ke pacaran, tapi gua masih nunggu waktu yang tepat. Saat gua lagi asyik ngobrol. Tiba-tiba si Daniel sms gua, dan bilang kalau gantungan mini di hendphone gua jatuh dan dia nemuin pas kemarin balik ke aklingan dan si penjual ngasih. Gua jadi inget, kalau hendphone gua kan ribet abis dengan gantungan yang banyak, pantesan gantungan picachu gua ilang, akhirnya gua balik sms dia.
Kita pun janjian ketemuan di mal Puri. Gua emang mau ke Puri buat beli sesuatu, ga ada salahnya gua ketemu dia disana walaupun sebenarnya ga ada niatan sih mau ketemu. Jam 2, gua datang. Kita sms-an dan akhirnya sepakat ketemu di Hero. Dia muncul sambil memberikan gantungan kesayangan gua.
“ Thks you.” Kata gua.
Tanpa basa basi, tiba-tiba dia nunjukin dua tiket nonton.
“ Angel, maaf, gua tadi beli tiket nonton. Temen gua tiba-tiba ga jadi nonton, loe mau ga nonton?”
“ Hah” dalam hati gua, neh orang ga kreatif amet sih ngajak nontonnya,bukan premier lagi, XXI biasa. Tapi karena kebaikan dia nemuin gantungan gua, akhirnya gua ga bisa nolak, kita pun nonton. Saat di dalam bioskop. Kita diem-dieman. Sampai akhirnya gua ngerasa ngelihat seseorang yang ga asing duduk di depan baris gua, suara cowok yang kok ga asing gitu. Karena bioskop gelap, akhirnya gua jadi penasaran dan jadi ga enak gitu nontonnya, Daniel nanya ke gua.
“ loe boring ya, apa filmnya ga seru?” Tanya Daniel melihat tingkah gua.
“ Kagak sih, Cuma kayaknya minuman gua agak manis, gua mau yang ga manis.”
“ Kalau gitu gua beli dulu ya. “ tawar Daniel. Gua hanya tersenyum. Seperti seorang ratu yang di layanin dengan baik. Daniel kembali dengan minuman yang gua mau, akhirnya gua mulai tenang dikit, tapi tetep merasa mengenal suara dan bentuk cowok yang ada di depan baris gua.
Ketika bioskop bubar, gua langsung mau lihat siapa tuh cowok yang bikin gua penasaran. Tapi orang-orang pada berdiri dan akhirnya gua gak bisa jawab deh rasa penasaran gua. Gua minta izin ke toilet sama Daniel, didalam toilet ada satu cewek yang cantik. Dia disamping gua, gua melempar senyum karena terpesona dengan cewek yang mungkin kayak model. Ketika gua keluar, si cewek juga keluar ditungguin sama cowok. Astaga, akhirnya gua tau, kenapa gua ga penasaran sama suara ga asing yang ada didepan gua, ternyata itu suara cowok yang punya hubungan tanpa status dengan gua, Anton.
Gua ga nyangka Anton yang selalu bilang cintanya untuk gua ,ternyata dibelakang gua ga lebih dari lelaki buaya darat. Ngelihat gua muncul, dia seperti parno gitu. Gua mencoba memasang wajah gua paling marah supaya dia sadar kalau gua tau dia jalan sama cewek lain. Dengan entengnya dia bilang
“ Loe kenal sama cewek itu?” kata temen ceweknya.
“ Kenal, kita temanan.” Kata Anton yang bikin gua marah, gua langsung deketin dia, melempar tamparan tangan gua. Banyak orang yang ngeliat gua ngelakuin itu, termasuk Daniel.
Daniel muncul, dia menarik gua untuk pergi dari tempat yang sudah jadi tambahan bioskop baru di depan toilet dengan pemain gua dan orang brengsek bernama Anton. Gua nangis, ketika merasa disakiti oleh Anton. Harga diri gua jatuh sejatuh-jatuhnya, Daniel mungkin belum tau apa yang terjadi. Dia coba nenangin gua dengan beliin gua yogurt eskrim rasa vanilla.
“ Cobaain ini, bisa bikin enak loh.”
“ Sok tau, mana bisa ekrim bikin hati panas jadi tenang.”
“ Bisa, gua aja sering kok kalau lagi sedih makan eskrim. Loe tau ga? Dokter biasanya ngerayu anak kecil dengan eskrim. “
“ Emangnya loe pikir gua anak kecil?” kata gua kesal.
“ Nggak sih, tapi lihat deh gigi gua, ga rata kan, soalnya gua ga mau dengerin nyokap gua, ga mau dibawa ke dokter gigi, walaupun dirayu eksrim. Kalau saja dulu gua nerima tawaran eskrim mungkin gigi gua ga berantakan kayak gini “
Mendengar cerita Daniel yang nunjukin giginya kaga rata, bikin gua ketawa dan lupain sejenak rasa sakit hati gua.
“ Tuh kan ketawa, artinya eskrimnya bikin tenang kan”
Daniel-daniel, ini orang kayak anak kecil banget, padahal yang bikin gua ketawa bukan eskrim, muka dia yang kocak itu bikin gua ketawa. Akhirnya gua mencurahkan isi hati gua ke Daniel saat itu juga, gua cerita kalau Anton itu siapa, gua cerita kalau gua sakit hati. Daniel mendengar dengan wajahnya yang lugu seperti orang bloon. Kemudian dia bilang ke gua.
“ Gua juga sering disakiti cewek, buktinya tau gak, pacaran 5 tahun sama mantan, tiba-tiba dia pindah Ke china, boro-boro bilang putus, ini ilang gitu aja. “
“ Wah, sedih amet nasib loe” kata gua.
“ Ya nasib lah kalau muka pas-pasan kayak gini hehehe.”
“ Mungkin nama loe ga bawa hoky, gimana kalau namanya gua ganti.”
“ Jangan dong, itu nama pemberian dari nenek gua.”
“ Ga mau tau, nama loe didepan gua jadi Denny aja.”
“ Kenapa mesti Denny.” Tanya Daniel.
Ga mungkin gua cerita karena Denny itu nama mantan pertama gua yang uda putus, walaupun sampai sekarang gua masih keinget, tapi nama Denny juga gua kasih anjing kecil gua. Gua ga mau dia tau,tapi gua bilang “ Denny itu nama kesayangan gua, kalau nama loe Denny, artinya loe bakal jadi orang kesayangan gua?” kata gua dan bodohnya lagi si Daniel mau-mau aja.
Gua punya cita-cita setinggi langit, ingin jadi penulis terkenal. Ingin seperti J.K rowling. Walaupun tulisan gua jeleknya minta ampun, gua selalu minta saran ke teman-teman yang mungkin bilang bagus. Tapi pas gua kasih liat ke Denny, dia malah bilang gini.
“ Ga bagus Ngel, jelek ceritanya..” kata Denny, kalau sudah gitu dalam hati gua berkata, neh orang kalau jujur kok terlalu jujur, ga bisa bohong dikit kek bilang bagus, polos amet. Dan gua marah.
“ Kalau gitu besok, loe mesti bikin cerita lebih bagus dari gua, loe bisa nilai tulisan gua jelek, ayo bikin”
“ Yaila Angel, bikin skripsi aja gua gagal terus, apalagi suruh bikin cerita?”
“ Ga mau tau, kalau ga bikin, loe ga usah jadi teman gua lagi..”
“ Kok gitu, kita kan uda jadi teman sejak 3 bulan lalu, setiap minggu jalan kan? Masa mau putus jadi teman gitu aja”
“ Ya gitu deh, pilihan loe Cuma itu, tapi kalau cerita loe bagus.. gua bakal kasih hadiah?”
“ Apa tuh hadiahnya?”
“ Loe naik pangkat jadi pacar gua?”
Ngedengar hal itu, Denny Cuma senyum-senyum manyut. Padahal gua Cuma bercanda, tapi sepertinnya dia benar-benar percaya yang gua bilang.
“ Ok, gua akan bikin kisah yang menarik supaya loe jadi pacar gua”
“ Hehehe, coba aja, tapi kalau jelek resikonya tau kan?”
Sebelum perjanjian itu, gua dan Denny emang sering jalan bareng, tapi itu pun rame-rame dengan teman-teman. Tidak ada yang istemewa dalam hubungan kita, yang gua tau tentang dia, dia itu Cuma suka futsal, pernah suatu hari dia suruh gua temenin dia main futsal, gua tolak mentah-mentah dan bilang.
“ Adik gua suruh temenin nonton badminton aja gua tolak, loe kok berani-beraninya ajak gua nontonin loe main futsal, kayak ga ada kerjaan aja” mungkin kalimat gua ini kasar, tapi Denny Cuma santai bilang.
“ Ya, maaf deh, kaga tau. Hehehe”
Apapun yang gua lakukan ke dia, dia Cuma bisa ketawa dan say Maaf. Lama-lama gua kok ngerasa bingung, kenapa neh orang ga bisa marah, kenapa neh orang ga bisa nolak kalau di suruh-suruh. Gua suka nyuruh dia anterin tulisan gua ke majalah-majalah, karena gua mau tulisan gua masuk majalah, lucunya lagi selalu ditolak dan kalau uda gitu dia yang bakal gua marahin. Saat gua marah pun, dia Cuma senyum dan berkata.
“ Coba lagi ya, nanti gua bantu kirimin deh” kata Denny, padahal dia ngaterin pake motor dia sendirian, gak pake pos, karena gua maunya benar-benar langsung dikasih ke redaksi majalah.
Waktu berjalan, seorang cowok deket sama gua lagi, namanya Martin, dia cowok yang ganteng dan menurut gua ganteng banget. Usianya lebih tua dari gua dan pastinya tipe cowok idaman semua cewek. Kita kenalan saat lagi di undangan, dikenalin sama saudara gua. Sampai akhirnya gua deket dan mulai sering pergi sama Martin, Daniel yang sering sms dan ngajakin gua jalan gua cuekin. Gua merasa Denny sudah cukup di hidup gua, walaupun dia adalah bagian dalam hidup gua saat-saat gua lagi jomblo.
Suatu malam, Martin datang ke rumah, nyokap gua sebenarnya sudah suka dia, anaknya sopan dan kebetulan satu daerah sehingga dia kalau ngomong sama nyokap pakai bahasa kampung. Malam itu, Denny datang, dia mengetuk pintu dan pembantu gua bilang dia datang, gua langsung ke depan. Gua bingung kenapa neh anak muncul didepan rumah gua.
“ Kenapa?” Tanya gua terganggu.
“ Gua mau datang, mau kasih lihat tulisan yang pernah loe minta.” Kata dia dan gua bahkan sudah lupa pernah minta dia bikin cerita.
“ Ooo. Kata gua”
“ Oh ya. Disini juga ada lagu loh, buatan temen gua Shandy. Dia bikinin ini pas gua bikin cerita ini.”
“ Oh ya, kreatif sekali..” puji gua bikin senang dia.
“ Yauda gua baca dulu, nanti gua kasih nilai kalau cerita loe ini bagus.”
“ Tapi inget loh janji kita?” kata Denny.
“ Janji apa ya?”
“ Kalau bagus kita akan naik pangkat jadi pacaran kan”
“ Oh iya..” kata gua merasa bodoh sekali neh orang percaya saja kata-kata gua.
“ Den, gua sibuk neh ada tamu, loe pulang dulu ya..”
Akhirnya Denny pulang, gua sama nyokap dan Martin akhirnya ngobrol lagi. Saat malam, gua ngebaca kisah Denny. Kisah yang diceritakan tentang seorang anak yang cacat bisu tapi bisa bermain musik dengan indahnya, dalam kisah itu dijelaskan kalau sang anak yang cacat walaupun di kucilkan mampu menunjukkan ke dunia kalau dia itu terlahir tanpa sia-sia di dunia ini. Sebenarnya gua terharu dengan kisah ini, tapi ga mungkin gua bilang bagus ke Denny, itu sama saja bikin gua jadi pacar dia. Menerima dia jadi kekasih gua.
Besoknya gua nelepon dia Daniel dan bilang kalau cerita yang dia tulis itu jelek, artinya cerita itu lebih buruk dari cerita gua. Daniel Cuma bisa bilang,
“ Ya mungkin untuk dibaca sama loe Angel, tapi kalau orang lain bilang bagus gimana?”
“ Yee, gua ini kan penulis, jadi tau jelek dan kagak jelek. Gua jamin kalau di kasih ke redaksi, pasti ditolak mentah-mentah..”
“ Iya sih, ya sudah gapapa. Gua gagal jadi pacar loe, tapi gak gagal kan jadi teman loe?”
“ Hm.. kita masih teman kok, tapi sorry ya kalau akhir-akhir ini gua agak sibuk, gua lagi deket sama cowok, sepertinya dia merasa sangat terganggu kalau gua pergi sama cowok lain.. gitu loh, Den, ngerti ya..”
“ Oh gitu..” jawab Denny terdiam.
“ Tapi uda dengerin belum lagu yang dibikin untuk kisah itu..”
“ Nanti deh kalau sempat, emangnya lagu nyambung gitu sama cerita”
“ Sebenarnya lagu itu gua reguest ke teman gua, gua kasih ke loe. Sebab loe itu terindah untuk gua Angel.”
Kata kata Denny yang bikin gua jadi bengong. Merasa bersalah, mencari alasan untuk menghindari dari dia. Dia bilang ke gua, dia mau coba kirim cerita itu ke majalah, gua hanya tertawa. Untuk bikin dia semangat gua kasih tau sesuatu.
“ Loe ga akan gagal jadi teman gua kalau naskah itu masuk ke majalah, artinya perteman kita ini ga sia-sia kan, ilmu menulis gua masuk ke loe?” cerita gua dengan sombongnya, padahal dia ga pernah belajar nulis ada juga gua paksa nulis dan baca cerita gua.
Sejak saat itu gua mencoba untuk tidak lagi mencari dia dan berharap juga dia ga cari gua. Sampai akhirnya, gua semakin dekat dengan Martin. Saat itu bahkan kita mau tunangan, terlalu cepat memang, tapi apa mau dikata, cinta memang buta. Yang bikin gua kesal lagi, saat-saat moment tunangan akan semakin dekat, Denny muncul lagi, dia membawa sebuah berita yang menurut gua buruk. Dengan bangganya dia bilang.
“ Angel, cerita gua masuk ke majalah, artinya cerita gua bagus dongJ. Dan loe bisa dong jadi pacar gua”
Kata Denny didepan nyokap, Martin.
“ Apa-apaan sih loe, ga tau ini gua lagi mau tunangan ya?” teriak gua.
Sebenarnya tunangan itu ga resmi, karena ga ada orang tua Martin tapi dia datang dengan sebuah cincin untuk mengikat gua. Gua merasa ga enak dengan kalimat itu, gua usir Denny dari rumah gua. Dia itu ingin bikin gagal tunangan gua apa, didepan beberapa tamu yang datang dari keluarga gua.
“ Maaf, Angel, gua Cuma ingin mengatakan sesuatu..”
“ Cukup pergi dari rumah gua..” usir gua ke Denny.
“ Angel dengerin gua sekali ini aja.. dengerin sebagai Denny.”
“ loe ga pantes jadi Denny lagi, sekarang loe Daniel..”
Dengan wajah malu, Daniel pergi. Gua bingung kenapa dia datang dengan membuat gaduh, sambil membawa majalah dimana tulisan dia dimuat, seperti ingin menghina saja. Tunangan itu pun gak jadi dilakukan karena nyokap merasa ga baik sebuah acara sacral dan ditunda. Martin mungkin kecewa. Tapi ternyata dibalik semua itu, gua menemukan semua yang gua ga tau selama ini, Martin ternyata seorang pria yang sudah punya istri di kampung dan itu gua tau dari seorang yang cerita ke gua.
Temen gua bilang di kampungnya Yogyakarta Martin uda beristri, dia lagi mau cerai, walau bagaimanapun gua akhirnya nanya ke Martin, dia ngaku,. Dan gua sakit hati sekali. Suatu malam yang sedih itu gua nangis, gua merasa tersakiti. gua mau ngelupain Martin, dan hidup baru lagi. Pada kenyataannya waktu berlalu Martin balik lagi sama bininya. Artinya gua benar-benar ga salah pilih, temen gua pun cerita sesungguhnya. Kalau Daniel sebenarnya uda tau siapa Martin sejak dulu, karena Martin itu mahasiswa yang sama dengan dia. Artinya Daniel ga naik kelas dong kok bisa ga lulus barengan kata gua.
Lebih terkejutnya lagi temen gua bilang, si Daniel sengaja datang untuk mencegah pertunangan gua karena dia ga mau gua disakiti sama Martin yang memang nakal. Daniel di ancam untuk ga cerita apapun tentang Martin, karena Martin ngacem bakal bikin masalah. Dan semua ini terbuka, lalu gua pun nanya sama temen gua, kemana Daniel sekarang, kok dia ga pernah muncul ya?’
“ Lah emangnya loe gak tau, temen macam apa sih?”
“ Daniel balik ke Yogyakarta tuh,?”
“ Ngapain, “ “ ambil S2.”
“ Eh iya Angel, gua lupa, dulu sebelum dia pergi, dia nitip cd buat loe. Isinya gua belum cek, gua ambil dulu dikamar” saat itu gua lagi dirumah temen gua.
“ Kenapa bisa nitip ini ke loe?”
“ dia bilang loe ga akan mau ketemu dia, jadi dia nitip ini sebagai permintaan maaf dia”
Gua pulang setelah itu, gua baru sadar ternyata Daniel itu telah menyelamatkan gua dari cinta palsu. Gua ngeliat kalimat di video, untuk Angel. Pas ga puter, isinya permintaan maaf Daniel, tapi diselepin dengan sebuah kalimat kalau dia rindu sama gua, dia sayang gua. Dia minta maaf untuk melakukan ini, karena dia sebenarnya merindukan kebersamaan kita sebagai sahabat, ga berharap apapun untuk naik pangkat. Dia minta maaf kalau ternyata ceritanya bisa naik ke majalah karena itu semua hanya iseng untuk member gua semangat kalau kegagalan itu dimulai karena rasa egois yang berlebihan.
Ya Daniel benar, gua terlalu egois menilai semua yang gua lakukan benar. Semua yang gua tulis bagus, semua yang gua bilang benar. Dia adalah korban dari apa yang dia bilang gua egois, bahkan saat-saat terakhir menyalamatkan hidup gua, gua masih mengusir dia. Dia selalu minta gua untuk dengerin lagu yang dia request untuk gua, gua mencoba mendengar setelah lagu itu ada di kamar gua. Saat gua mendengar lagu itu, gua benar-benar menangis. Lagu yang benar-benar membuat gua ga kuasa merasa berdosa selama ini telah menyia-yiakan Daniel. Bahkan tidak memaafkan dia walaupun Cuma 4 huruf._MAAF_
Gua ga sengaja buka facebook dia, mencoba mencari tau nomor telepon dia yang baru dengan berpikir kirim pesan. Tapi rasanya hati gua sedih, melihat di foto profil dia, dia sedang berdua dengan seorang cewek yang dia bilang adalah kekasihnya. Gua hanya bisa menarik nafas pilu, mungkin inilah bayaran mahal untuk menyia-yiakan dia, disaat dia mencintai gua, disaat dia tulus memberikan hidupnya untuk gua.
Daniel semoga loe bahagia dengan kekasih baru loe. Yang gua punya saat ini hanya video dan lagu kenangan persembahan u untuk gua. Semoga kelak, kalau memang kita jodoh, kita akan bertemu lagi. Gua sudah putuskan untuk pergi ke Amerika, melupakan semuanya dan berharap mimpi gua jadi penulis tercapai, seperti kata Daniel ke gua.
“ Kegagalan dalam hidup hanya karena rasa egois kita, andai saja kita mau menerima apapun yang ada di hidup kita, kita akan berhasil “
Bukan loe yang seharusnya minta maaf kepada gadis bodoh seperti gua, gua yang seharusnya minta maaf kepada pria yang berharga terlalu indah dalam hidup gua seperti loe.

pengarang" Agnes davonar.
sumber:kompasiana

My Blackberry Girlfriends: Kisah Heboh Curhat Laki-laki Gara-gara Beli Blackberry Second


NOVEL INI SUDAH TERBIT DAN BISA KAMU DAPATKAN DISELURUH GRAMEDIA DAN TOKO BUKU KESAYANGAN KAMU SEHARGA 39.800 ( Free CD original by Sherina, ST12, ungu dan many more) dan Nantikan film ini dilayar lebar kesayangan anda 2011.
Awalnya kisah ini dimuat oleh seorang sahabat untuk saya, ketika itu kisah ini diposting lewat facebook saya. Tidak disangka kisah curhat Martin yang berkisah tentang kehilangan kekasihnya gara-gara Blackberry begitu menyentuh banyak orang. Hebatnya lagi banyak teman-teman pembaca yang akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Angel, kekasih Martin yang menghilang begitu saja. Kisah ini sempat menjadi fenomenal di forum-forum.
Bagaimana bisa Martin begitu sedih kehilangan kekasihnya, Silakan anda Baca sendiri.
MY BLACKBERRY GIRLFRIENDS- EDISI CERPEN.
Nama gua Martin, begitu panggilan teman-teman gua singkatnya. Padahal nama panjang gua Martin Gunawan. Umur gua 23 tahun saat ini, gua berbagi kisah yang ga akan pernah gua lupakan kepada semua orang yang pernah merasakan jatuh cinta. Gua menyebutnya My Blackberry Girlfriends. Semua bermula dari saat ngetrendnya hendphone Blackberry yang membius semua teman-teman gua, walau harganya selangit tiba-tiba hendphone asal Kanada itu langsung jadi trend yang akhirnya membuat gua pun ikut-ikutan ngejual nokia 9500 gua.
Blackberry atau singkatnya BB memang hendphone keajaiban. Seorang temen menawarkan gua untuk membeli BB yang second. Karena harganya masih selangit dan ternyata juga BB itu masih baru karena orang yang makai mau ganti, akhirnya gua beli BB itu sebagai hendphone kesayangan gua. Sejak hari pertama makai BB, gua selalu promosikan no pin gua kesemua teman-teman gua yang makai dan setiap harinya kerjapun gua jadi kayak orang bloon karena selalu ngecek BB gua.
Suatu hari, secara ga sengaja sebuah no pinBB asing nge-add gua di BB gua. Gua terima permintaan itu, tapi tidak pernah bertanya siapa pemilik no pin itu karena gua gensi. Hingga suatu malam saat gua pulang kerja sedang asyik berbaring, jam 10 malam di messenger gua muncul pesan dari pin asing itu. Isinya singkat.
“ Gua tunggu lu di Kafe Top. Cepetan kalau ga datang gua bakal marah besar?”
Karena bingung gua balik nanya.
“ Maaf ini siapa?”
“ Gua Angel. Lu cepetan datang kalau ga gua bakal bunuh diri..”
Setelah gua cerna dan gua pikir-pikir, gua baru inget ini mungkin Angel teman gua waktu SMA. Akhirnya gua pun ngebut dengan motor gua menuju kafe Top yang memang ga terlalu jauh dari rumah gua. Gua coba datangin tuh Kafe dan akhirnya gua sapa dia di BB dan dia bilang di meja 13. Akhirnya gua datang sambil bengong-bengong sebab gua ga kenal siapa sosok gadis.
Dimejanya uda penuh dengan minuman alcohol, dia natap gua seperti ingin makan gua aja.
“ Kenapa lu yang muncul?” tanya dia.
“ Sorry kan lu yang suruh gua kesini..”
“ Gua tuh mau ketemu Fendy.. bukan lu, lu ini siapa dia?”
“ Gua martin.. gua ga tau siapa Fendy. Gua pikir lu manggil gua di- BB buat ketemu gua..”
Mukanya langsung merah, terus dia natap gua.
“ Panggil Fendy kalau ga gua marah..”
Gua jadi bingung lalu gua bilang..” Sumpah gua ga kenal sama Fendy..”
“ Ga mau tau.. kalau ga gua teriak neh..”
Lama-lama gua pikir gadis ini gila juga, akhirnya gua tinggalin dia aja. Tiba-tiba dia narik tangan gua, narik gua gitu aja keluar pintu kafe. Gua bengong, jalan dia uda kayak mabok.
“ Aduh kenapa sih? Gua bener-bener ga kenal Fendy.. serius !”
Rambutnya yang panjang nyaris nutupin semua mukanya karena terlalu mabok, lalu dia rapikan dengan tangannya, security mulai berdatangan..
“ Kenapa mas..”
“ Mas gua ga tau siapa dia.. tiba-tiba dia kayak gini..”
Security itu liatin dia lalu gadis itu berkata singkat sama bapak itu.
“ Gua hamil.. tanggung jawab..” ujar Angel langsung pingsan.
Security itu ngeliatin gua, seolah-olah gua yang hamilin dia. Mau gua tinggal rasanya ga tega juga karena pihak Kafe juga taunya gua orang terakhir yang kenal dia, akhirnya gua bawa dia ke keluar dengan membayar semua biaya minuman dia yang ngecekek kantor gua.. nasib-nasib..
Dengan motor gua, gua bingung mau turunin dia kemana. Akhirnya kepikiran juga buat liatin dompet dia, buat ngecek ktp dia kali-kali aja ada alamat. Tiba-tiba saat gua coba ambil dompet dia, sebuah tamparan tepat di wajah gua. Anjritt. Sakit banget.. dengan santainya dia bilang
“ Lu mau ngambil dompet gua.. lu maling ya,,!”
“ Bukan.. gua mau tau alamat u..!”
“ alah alasan lu pasti maling…”
Karena gua takut digebukin massa dia teriak-teriak akhirnya gua tinggalin dia aja di depan halte sendirian, ngebut dengan motor gua kabur dari gadis aneh yang pernah gua temuin malam ini. Sepulang dari rumah gua langsung berdoa sama Tuhan, sebab apa jadinya kalau gua digebukin massa gara-gara tuh gadis.Akhirnya gua deleted juga dia punya pin dari BB gua, besoknya gua terbangun dan gua dapat kerjaan sebagai SPB sebuah produk mobil bermerek, lumayan buat nambah-nambah uang jajan seorang pengangguran.
***
Gua emang cowok paling hoki sedunia dalam tiga hari gua uda bisa ngejual mobil sebanyak 20 biji, lumayan buat bonus isi pulsa hehehe. Tapi celaka 17 ketika tiba-tiba saat gua lagi pameran, tuh gadis mabok muncul sendirian ngeliat-ngeliat mobil. Dalam hati gua, mungkin dia ga kenal gua soalnya kan kemarin-kemarin dia mabuk. Gua sengaja tutup muka gua dengan brosur, dia dekatin gua sambil ngeliat mobil yang gua pegang, wajahnya cantik juga kalau ga lagi mabok. Gua heran kok cewek secantik ini bisa hamil sih sama orang ga jelas bernama Fendy itu.
“ Ini berapa harganya..?” tanya dia sama gua
“ Ehm…” jawab gua parno takut dia inget muka gua.
“ Yee. Ditanya diem aja. Mau beli neh gua.. “ ujar dia sinis dan gua pikir ini gadis mabok kaga mabok bengis amet.
“ Sekitar 200 juta .. “ ujar gua pelan dan dia memperhatikan muka gua.
“ Ngapain nutupin muka pake brosur gitu..?” tanya dia..
“ Oh.. Gapapa.. lagi batuk makluk lagi banyak flu burung takut nular..”
Tuhan masih sayang gua akhirnya dia pergi, setelah bosen liatin itu mobil.Gua narik nafas lega, apa jadinya kalau dia teriak tiba-tiba ditengah-tengah pameran.Gua pun duduk di meja kasir untuk beristirahat dan tiba-tiba dia ada disamping gua. Anjrit.. Gua Shock banget.. tiba-tiba dia langsung duduk gitu aja kayak hantu.
“ Gua kok rasanya pernah liat lo ya?” Tanya dia.
“ Salah orang kali.. muka gua kan pasaran..”
“ Ah.. Gua yakin banget!! Nama lo sapa?”
“ Nama gua.. ehm.. Alex..”
Dia natap gua dari ujung rambut sampai kaki. Tiba-tiba dia pergi gitu aja, terima kasih Tuhan ujar gua dalam hati.Akhirnya gua kembali kerja dengan damai, sampai tiba-tiba teman gua kasih tau gua ada amplop dari pelanggan. Gua pikir itu hadiah tips dengan senang hati gua buka dan ternyata isinya hanya pesan.
“ Gua tunggu loe di Food Court atas sekarang.. waktu lu 20 menit kalau ga sampai, jangan salahin gua kalau polisi yang jemput loe..Angel..”
Mati gua, lemes kaki gua pas baca pesan itu. Dia nyadar juga cowok yang kemarin, akhirnya gua pun dengan berat hati nemuin dia. Gua harap dia bisa jelas apa yang terjadi semalam. Ketika gua duduk dia lagi minum es campur. Gua duduk menghadap dengannya, dia langsung nyapa gua
“ Berapa Pin BB u..?
“ Gua.. “ tanya gua .. “ iya siapa lagi?”
“ BB22000..” Jawab gua dan dia langsung add pin BB gua.
“ Mulai besok setiap gua perlu lu, lu harus siap siaga. Jangan sekali-sekali lu hapus pin bb gua dari BB lu atau lu siap-siap masuk penjara..”
“ Sorry Angel.. lu salah paham. Waktu itu gua cuma maksud ngaterin lu pulang. Serius ga ada minat copet..”
“ Gua ga peduli, banyak saksi di tempat.. mau pake pengacara ruhut sitompul pun gua siap ladenin lu..”
“ Astaga…”
“ Yauda gua mau pulang.. inget kalau BB gua panggil siap-siap aja lu “ dia pergi gitu aja tanpa ember-ember sedikit pun, dalam hati gua berkata nasib gua sial amet ya gara-gara punya bb ini.
Dia kembali lagi dan gua pikir dia uda percaya sama apa yang gua omongin, eh ternyata..
“ Sekalian bayarin es campurnya..”
Nasib—nasib..
***
Kalau gua ceritain penderitaan gua setelah dia nge-add pinnya di BB gua, gua pasti bisa habisin semua halaman curhat gua ini. Tiap hari dia selalu minta gua jadi supir dia buat jalan-jalan kemana aja dia mau, kalau dia belanja dia selalu minta gua yang angkat barang-barang dia. Kalau dia ke salon gua harus temenin dia, untungnya dia ga minta gua yang bayarin. Karena gua cuma punya motor akhirnya dia suruh gua jadi supir dia. Sumpah mati selama gua jalan sama dia, gua ga pernah tau siapa dia, background dia pun masih rahasia banget.
Gara-gara dia gua jadi ga kerja sama sekali dan itu berjalan selama 3 minggu berturut-turut. Suatu hari dia tiba-tiba minta gua ditemenin ke Pantai mutiara. Gua yang lagi asyik-asyiknya nonton dvd mau ga mau harus samperin dia tempat biasa buat anterin dia. Gua diam aja dibelakang dia saat dia duduk dipantai sambil memperhatikan sunshet. Dia cantik banget tapi sikapnya bikin gua ilfeel, begonya lagi kenapa gua jadi cowok bego amet mau disuruh-suruh sama dia.
“ Eh Martin.. sini loh..” perintah dia.
“ Napa lagi..” tanya gua lemes.
“ lu uda punya pacar..”
“ Belum.. emang kenapa?” “ Oh pantesan lu punya waktu banyak buat gua..” pingin gua cemplungin ke air waktu dia jawab gitu ga nyadar gara-gara dia gua jadi sibuk.
“ Lu sendiri..”
“ Sejak kapan lu punya hak untuk bertanya siapa gua? Bukannya sejak awal gua bilang lu ga boleh bertanya sama gua..”
“ Ya nanya aja kali, abis lu kan nanya gua..”
“ Menurut lu gua tampangnya seperti punya atau ga?”
“ Kayanya sih banyak..” dalam hati gua mah mana ada mau cewek kayak gini egois..
“ Sok tau lu..” jawab dia gua hanya senyum-senyum
“ Gua ga punya pacar.. tapi gua lagi cari pacar..”
“ Terus uda dapat..?” tanya gua dan dia hanya ngangguk kepala bertanda YA.
“ Lalu kemana dia.. kok ga ngaterin lu aja..?”
“ lu mau gua gaplok ya.. yang lagi ngaterin gua sekarang kan pacar gua..!”
Gua jadi tiba-tiba merasa bloon dan tanya ulang.
“ Maksudnya gimana.. ga ngerti gua..!”
Dia geplek kepala gua sambil bilang..” lu pacar gua .. tolol”
Astaganaga.. sejak kapan gua jadi pacar dia, dalam mimpi pun gua ga berharap punya pacar kayak dia.
“ Lah sejak kapan .. kok gua ga tau..”
“ Lu mau masuk penjara atau mau jadi pacar gua..”
Dan sejak saat itu Angel menobatkan gua jadi pacar dia dengan egoisnya. Penderitaan gua terus berjalan, dia ga memperlakukan gua sebagai pacar. Gua seperti supir atau pembantunya aja. Suatu hari dia sakit dan minta gua ke apartement dia.Dan seperti biasa dia ga pernah nelepon gua untuk minta tolong selalu pake BB untuk nyapa gua dan perintah gua. Dengan berat hati gua pun ke tempat dia, baru kali ini gua ke apartement dia dan dia lagi sakit
“ Lama amet sih.. “
“ Yaila Jakarta kan macet..”
“ Alasan lu banyak lah..”
“ Kok lu sakit masih galak aja sih…” Dia terdiam.
“ Sakit apa sih?” tanya gua..
“ Perut gua sakit… sepertinya anak guamau ngelahirin..”
“ Hah.. yakin loh. Terus gua mesti gimana..!” tanya gua dan dia bilang “ bawah gua ke rumah sakit!”
Akhirnya gua pun bawa dia ke rumah sakit. Dokter bilang dia emang sedang hamil 6 bulan dan gua dikira suaminya. Dalam hati gua baru nyadar kenapa dia jadi egois gitu, gua rasa dia punya beban yang berat dalam hidupnya sebab dia hamil tanpa suami. Akhirnya gua mencoba bersikap menerima dia dalam hidup gua sebagai sahabat. Gua jadi prihatin, dia hidup sendirian. Dia cerita kalau orang tuanya uda meninggal dengan mendadak karena kecelakaan pesawat. Saat gua tanya dimana bapak si jabang bayi.
“ Gua ga tau.. namanya Fendy.. dia yang punya BB yang lu pake.. orangnya uda ilang..”
“ Jadi anak ini bakal ga punya ayah dong..”
“ Lu lah yang jadi ayahnya…”
“ Gua belum siap jadi bapak..”
“ Itu takdir loe…”
Iya, Angel memang benar gua adalah takdir dia. Walaupun dia orang yang egois dan galak, sebenarnya dia itu baik. Gua bisa rasain dia hanya stress sama hidup dia. Gua akhirnya selalu menjaga dia setiap bulan, hingga suatu ketika saat gua lagi dikamar. Seorang teman gua datang, dia orang yang menjual BB ini ke gua. Gua jadi mau tau siapa orang yang disebut Fendy oleh Angel. Ketika gua datang dan nemuin dia, bertapa marahnya gua ketika dia bilang.
“ Angel cewek murahan, gua berhubungan sama dia karena suka sama suka, jangan bilang itu anak gua.. bisa aja anak orang lain..”
Gua hajar itu orang sambil meninggalkan laki-laki berengsek itu. Hari ini tidak seperti biasanya Angel ga bb gua, gua pun bb dia untuk pertama kalinya.
“ Tumben lu BB gua duluan..” tanya Angel.
“ Cuma merasa aneh aja lu ga ada perintah hari ini..”
“ Sorry selama ini membuat lu selalu merasa sibuk..” kata sorry pertama dalam sejarah gua kenal dia.
“ Gapapa gua senang kok jalanin semua ini..!”
“ Martin.. apa impian lu dalam hidup?”
“ Impian gua dalam hidup jadi orang sukses dan punya keluarga bahagia..”
“ Hm.. kalau gitu lu ga bahagia dong sekarang..”
“ Ga terlalu.”
“ yauda kalau gitu ntar malam lu datang ke apartement gua , gua mau makan malam sama lo..”
“ Waduh.. serius lo..!”
“ Kalau jam 7 Lu ga datang,gua bakal suruh polisi jemput lo..” ujar Angel yang galaknya keluar.
Gua begitu bahagia ketika datang dia masak untuk pertama kalinya buat gua, terang aja dia jago masak. Dulu kan dia kuliah di UPH jurusan pariwisata dan masak-masak.Malam itu berbeda dengan hari lainnya, dia begitu hangat dan cantik. Dia memberikan pancaran kebahagiaan dari wajahnya, gua juga begitu terkesan dengan semua yang ia lakukan malam ini dengan makan malamnya. Lalu gua bertanya..
“ Angel apa imipian lu dalam hidup?”
“ Berjumpa dengan orang seperti lu dalam hidup gua..”
“ Oh ya terima kasih..”
“ So.. Sekarang lu bahagia..!”
“ Gua bahagia..” dalam hati gua tapi gua sensara.
“ gua berharap kelak gua bisa wujubkan impian lu seperti lu mewujubkan impian gua berjumpa dengan orang seperti lu..”
“ Waduh jangan bikin gua GR dong.. ada ada aja..”
Malam itu pun berakhir, ntah mengapa sejak malam itu Angel ga pernah lagi panggi gua di BB. Saat gua panggil pun dia ga jawab. Gua ga tau nomor telepon dia karena selama ini selalu pake BB, gua pun berinistif ke Apartement dia tapi ga ada yang buka pintu. Gua merasa kehilangan besar dalam hidup gua, apalagi gua tau sebentar lagi dia akan ngelahirin anak.
Gua bersedih hati sampai detik ini pun gua ga menemukan dia.. Gua sadar gua menderita selama ini karena selalu jadi babu dia, tapi dibalik penderitaan itu gua sejujurnya merasa senang bisa mengenal Angel. Dia gadis yang kuat walaupun menerima kanyataan pahit dalam hidupnya setelah orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan hamil tanpa ayah.
Suatu ketika gua hanya mendapat pesan terakhir dari dia yang bilang ke gua,
I have baby in my life and the name its Martin..
Tapi sayang gua ga pernah lagi tau dia dimana dan gua hanya bilang dia sebagai
MY BLACKBERRY GIRLFRIEND dan saat ini gua pun menciptkan sebuah lagu untuknya.. Semoga ketika dia mendengar lagu ini dia tau kalau gua begitu bahagia mengenal dia.

pengarang: Agnes Donovar
sumber: kompasiana

Kekasihku Angel - Kisah Cinta di Antara Perbedaan

” Karena cintalah yang mengubah perbedaan di dunia ini, karena hanya cintalah yang mengubah warna mata diantara hati kita, karena cintalah, aku hidup diantara kisahmu.” Agnes Davonar.
Kata orang, kita terlahir di dunia ini dengan penuh kebahagiaan ketika ibu kita melahirkan, tapi sayangnya kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai apa? Ada yang terakhir sebagai orang kaya, ada yang terakhir sebagai orang miskin. Tapi, semua itu gak akan sepenting bagaimana kita hidupnya, bagaimana bila kita terakhir perbedaan warna kulit, dimana cinta menghalangi kita untuk bersatu. Kisah ini mungkin kisah paling klasik di dunia ini, begitu lah gua menyebutnya. Bagi gua, hal yang terpenting dalam hidup gua adalah mencinta dia walaupun pada akhirnya harus berakhir dengan kenyataan yang pahit.
Namanya Angel, wajahnya cantik oriental. Kulitnya putih seperti porselin dan matanya sipit tapi tajam seperti elang. Hal itulah yang pertama gua lihat saat berada di sebuah mal, saat itu gua sedang bekerja sebagai sales promotion boy. Gua menjual hendphone terbaru merek sony,kebetulan hari ini adalah hari terakhir dimana setiap tamu berhak untuk mendapatkan diskon 20 persen dari harga normal. Saat itu Angel muncul, dia tersenyum sambil membeli satu buah ponsel yang terbaru.
Entah kenapa, ketika melihat dia sebagai pembeli. Gua langsung terkesima. Dia datang ke meja gua. Tersenyum dengan lebar.
“ Tolong pasangin nomor kartu perdana gua dong?” pinta dia ke gua.
Gua hanya terdiam lalu memasangkan kartu itu ke ponsel dia, sambil bertanya.
“ Mau coba nelepon?” Tanya gua.
“ Boleh sih? Tapi gua ga ada nomor telepon teman?”
“ Kok bisa?” Tanya gua bingung.
“ Soalnya uda lama diluar, baru balik hari ini. Jadi nomor-nomor teman pada ilang semua..” jelas dia.
“ Gimana kalau gua tes, nelepon ke nomor gua?” Tanya gua.
“ Boleh..”
Akhirnya singkat cerita, dia menelepon ke nomor gua. Setelah berjalan dengan baik, dia membayar dan pergi. Sambil mengucapkan terima kasih, gua hanya tersenyum melihat dia. Dalam hati gua berkata, mungkin ini sebuah takdir terakhir kita setelah pertemuan ini. Tapi dari situ, gua jadi tau nomor telepon dia. Gua bahkan tidak tau siapa nama dia, tapi gua menyimpan nama dia dengan nama Angel, karena dia cantik seperti malaikat yang putih, jauh dari gua yang item dan lebih cocok disebut Pribumi.
Suatu hari, gua sadar gua tidak punya perkerjaan yang harus gua lakukan. Gua masih kuliah, masih harus menyelesaikan skripsi gua yang tertunda. Tema gua hari ini adalah kemacetan kota Jakarta. Gua jurusan teknik sipil, terpaksa harus tidur pagi dan bangun malam untuk melihat bagaimana kota Jakarta yang tidak macet hanya terjadi di malam hari. saat gua sedang duduk, ponsel gua secara ga sengaja tertekan, secara otomatis menelepon baris pertama bernama Angel. Tanpa gua sadari, ponsel gua terdiam dengan panggilan selama 1 menit lamanya. tiba-tiba Angel nelepon balik. Gua terkejut sekali, Angel yang bahkan gua uda lupa tiba-tiba nelepon.
“ Ini siapa ya? Kok telepon malam-malam?”
“ Ini gua Bima. “
“ Bima, gua ga kenal tuh? Kok bisa tau nomor ini?”
Gua merasa bingung, tapi lebih bingung lagi karena ga tau nama dia sebenarnya.
“ Gua yang dulu sales promotion yang jual hp, dulu karena loe ga ada nomor telepon yang dihubungin jadi pake nomor gua.. rasanya ponsel gua ga sengaja ketekan. Maaf ya..”
“ Oh gitu.. “ dia terdiam dan gua merasa dia terganggu.
“ Sorry deh kalau gitu, menganggu malam-malam..”
“ Ya, gapapa..”
“ Maaf kalau boleh tau, nama loe siapa ya?”
“ Angel..”
Gua merasa bingung, apa gua yang kebetulan kasih nama Angel, kok bisa sama dengan nama yang gua tebak asal.
“ Angel, salam kenal ya…”
Tiba-tiba kita terdiam seribu bahasa. Lalu dia mulai bertanya.
“ Bima sepertinya loe lagi di jalan besar ya, kok ada suara bajaj gitu..”
“ Iya.. sorry, lagi di jalan. Berisik ya..”
“ Gapapa, dimana sekarang?”
“ Lagi halte busway kebun jeruk neh..”
“ oh ya.. gua jadi pengen naik busway.. selama di Jakarta, ga pernah naik gituan.. “
“ Nah kalau gitu cobain dong.. “
“ Tapi gua ga suka macet.. setiap hari Jakarta macet. “
“ Iya juga sih,, tapi susah juga kalau Jakarta ga macet. Ntar ekonomi ga jalan”
Akhirnya yang tadinya kita Cuma ngobrol2 ga sengaja, jadi lama. Gua dan dia sepakat, nanti kapan-kapan akan ketemu, karena Angel mau cobain naik busway. Gua pede aja bilang kalau busway itu enak, padahal gua tau, antri untuk naik ini aja bikin kesel. Sejak saat itu, kita jadi sering-sering sms. Tapi gua ga berani nelepon dia. Dan lucunya, gua selalu sms di malam hari, ntah kenapa kalau siang hari. dia sepertinya hilang dalam hidup gua, kalau pun gua sms untuk nanya makan siang, dia hanya balas saat malam hari. tapi ga masalah, dia balas pun gua merasa senang. Dan lebih senang lagi akhirnya kita ketemuan. Angel penasaran sama tugas skripsi kuliah gua tentang macetnya Jakarta dan lebih penasaran lagi pas gua bilang, Jakarta di malam hari itu ga macet.
Angel itu anak orang kaya, jadi kalau kemana-mana selalu sama supirnya. Gua bingung harus jemput dia bagaimana, gua Cuma punya motor bebek. Tapi dia malah bilang suruh jemput dia di rumah, mencari rumah dia daerah Pantai indah kapuk aja bikin gua minder. Dengan sepenuh hati, akhirnya gua sampai deh ke rumah dia walau sempat ditanya-tanya satpam. Rumahnya super gede, dia keluar dengan celana jeans dan kaos oblong tersenyum sama gua.
“ Sudah siap nunjukin ke gua kalau Jakarta ga macet?”
Gua terdiam, mulut gua ga bisa jawab apa-apa, gua hanya bisa kasih helm ke dia. Dan kita pergi bersama keluar kompleknya dengan wajah kebingungan para satpam. Kita turun di halte busway, daerah harmoni. Angel sepertinya bingung, ia baru kali ini ngeliat halte busway. Dia cerita kalau selama ini dia tinggal di Amerika, baru balik tahun ini setelah 10 tahun lamanya disana. Tapi bahasa Indonesia dia tetap lancar, ga seperti cinta laura yang kadang masih sok English gitu.
“ Mau coba naik busway?” Tanya gua
“ Boleh sih, tapi nanti motor loe gimana?” Tanya dia.
“ Tenang aja, gua kenal sama orang yang jaga, soalnya uda sejak 6 bulan disini sama dia buat ngurus skripsi gua..”
Kita bayar tiket seperti orang-orang lain, memang karena sudah larut malam jadi sepi. Tujuan kita ke sudirman. Angel terdiam mengamati kota Jakarta, gua jadi ingin bertanya.
“ loe ga ngantuk, Angel?’
“ Gak, masih jetleg, santai aja. Gua suka kehidupan malam, lebih menarik kebanding siang.”
“ Oh ya, kenapa?”
“ Kalau malam hari, banyak bintang indah diatas langit, sedikit orang yang berisik dan paling penting ga macet..”
“ Emangnya di Amrik sana ga macet ya?” Tanya gua merasa bodoh, Angel ketawa.
“ Ya, semua negara itu pasti ada macetnya, tapi ga semacet Jakarta, ini kalau ga terpaksa balik ke Indonesia karena diminta nyokap, gua juga gak akan mau..”
Saat itu gua merasa Angel sedang menikmati suasaa malam, gua jadi ga mau ajak bicara dulu. Tiba-tiba dia malah nangis. Lah gua bingung setengah mati, banyak yang lihatin kita berdua.
“ Kenapa nangis Angel..?” Tanya gua bingung.
“ Gapapa, gua Cuma merasa sedih saja..?”
“ Kenapa?” Tanya gua bingung.
“ Jadi ingat anjing gua di rumah yang belum di kasih makan?”
Astaga, entah itu benaran apa kagak, tapi tangis dia itu seperti bukan karena anjingnya belum makan. Sejak pertemuan hari itu, kita jadi sering ketemuan dan selalu malam hari. kita semakin dekat, jadinya gara-gara kebanyakan sama Angel, skripsi gua malah kagak selesai-selesai. Tapi gua merasa bahagia bersama dia, setidaknya gua merasa mengenal dia dengan baik dari sebelumnya. Dia anak yang cerdas dan selalu bicara dengan apa adanya. Suatu saat gua bertanya sama dia.
“ Angel loe kenapa secantik ini belum punya pacar?”
“ Hehehe, males aja.?”
“ Why.?”
“ Ya males, lebih enak sendirian, kalau punya pacar itu bikin pusing, loe sendiri gimana?”
“ Gua jujur aja sih, pacaran terakhir waktu sma gitu, putus gara-gara jarak jauh..”
“ Ya, itu mah klasik banget, sekarang ada yang loe suka ga?” Tanya Angel ke gua.
Saat dia bertanya gitu, ingin rasanya gua bilang kalau gua lagi suka sama dia. Tapi gua cukup tau diri, banyak perbedaan antara kita. Jadi gua hanya terdiam sambil berkata.
“ Gak ada, nanti kalau ada, gua kasih tau ya..”
“ Ditunggu ya, Bima, setelah lurus, rencananya mau kerja apa?”
“ Maunya sih jadi presenter Tv atau wartawan. Gua suka meliput dan membuat berita, kali-kali aja bisa hehehe.”
“ Harusnya sih bisa, kenapa gak?”
“ Doakan saja lah..”
“ Apa agama loe Bima?” Tanya Angel ke gua.
“ Gua muslim..”
“ Oh ya.. baru kali ini gua punya teman seorang muslim,”
“ Oh ya, kalau loe sendiri ?”
“ Gua Kristen.. “
Gua senang, Angel tidak terkejut ketika gua sebut agama gua. Dia merasa nyaman, karena selama di Amrik sana, dia ngerasain banget bagaimana kejadian runtuhnya gedung wtc yang bikin semua umat muslim merasa bimbang karena selalu dituduh buruk. Angel bahkan sadar betul kalau gua seorang pribumi sejak awal kita berkenalan tapi sepertinya dia tidak pernah membedakan gua. Suatu hari, Angel ingin merayakan ulang tahunnya yang ke 21. Dia menyuruh gua datang ke pesta yang diadakan di rumah dia.
Gua sebenarnya bingung mencari hadiah yang tepat untuk dia, sebab dia orang kaya yang sudah bisa dapatkan apapun dia yang mau. Akhirnya gua putuskan memberikan dia sebuah diary yang unik, sebagai kado untuk dia. Saat gua datang, dia nyambut gua dengan gembiranya. Gua hanya tersenyum, tapi rasanya ada yang aneh melihat gua hanya setitik hitam diantara warna putih di ruangan itu. Angel kenalin gua ke orang tuanya.
“ Ma, Pa.. ini Bima teman saya, kenalin ya..”
Bonyoknya hanya tersenyum kecil ketika melihat gua, mereka baik dan menyambut gua dengan penuh hangat. Saat gua pulang, Angel bahkan mengantarkan hingga motor gua. Gua senang ketika malam hari sebelum tidur dia sempat sms gua bilang kalau dia senang dengan kado diary yang gua kasih, sebab sejak pulang dari Amrik dia uda ga pernah nulis lagi, maka mulai hari ini dia akan menulis. 3 hari kemudian, Angel bilang akan pergi liburan sama keluarganya ke Singapura. Gua pun kebetulan akan sidang skripsi gua dalam beberapa waktu lagi. Untungnya skripsi gua dinyatakan lulus, gua senang dan berpikir untuk mengundang Angel makan malam sebagai bentuk syukur gua.
Saat makan malam, Angel memberikan gua sebuah hadiah yang telah ia beli dari singapura, sebuah kalung yang bertulisan nama gua Bima.
“ Makasih ya, kata gua?”
“ Bima, mungkin dalam waktu sebulan lagi, gua akan balik ke Amerika..”
Kalimat dari dia yang bikin gua merasa kehilangan dan sedih. Tapi gua mencoba untuk tegar.
“ Sebelum gua pergi, bolehkah gua bertanya sama loe?” Tanya Angel.
“ Silakan Angel..”
“ Apakah pernah ada cinta diantara kita?”
Gua terdiam, bingung menjawabnya. Tapi gua merasa ini saatnya gua ungkapkan semua isi hati gua ke dia.
“ Angel, sejujurnya gua memang suka sama loe, loe satu-satunya cewek yang bikin gua jatuh cinta. Tapi gua merasa, gua sepertinya berharap terlalu besar?”
“ Kenapa?” Tanya Angel bingung.
“ Karena gua seorang yang miskin, gua pribumi dan bukan lah cowok idaman Angel.” Kata gua pasrah.
Angel terdiam beberapa saat lalu menjawab.
“ loe salah, loe adalah cowok idaman gua!”
“ Hah..” kata gua terkejut dan bingung,
Entah apa Angel sedang bercanda atau membuat gua GR, tapi rasanya ini seperti mimpi.
“ Sejak awal, gua ga pernah lihat perbedaan diantara kita, mengenal loe membuat gua lebih mencintai dunia ini lebih jauh, jauh sebelum dimana gua berpikir hidup gua sia-sia.”
“ Terima kasih ya, kata-kata loe membuat gua senang hehehe, jadi GR neh.”
Angel berkata hidupnya hanya dikelilingi oleh orang-orang yang merasa semua bisa dilakukan dengan uang, tapi dia merasa saat bersama gua, dia bisa merasa uang bukan segalanya, dia merasa bagaimana dia mengerti kehidupan itu diatur dengan semangat dan kejujuran. Sejak saat itu, kita jadian. Kita selalu berdua walaupun Cuma sebulan lamanya, banyak hal yang kita lakukan, tapi sayangnya suatu hari saat kita lagi berdua, seorang sanak saudara Angel melaporkan ke orang tuanya tentang hubungan kita. Gua pun sebenarnya tau, Angel merahasiakan hubungan gua sama dia ke bonyoknya.
Bonyoknya marah besar, dan berkata ke Angel.
“ Kamu boleh pacaran sama siapa saja temen-temen kamu yang kamu kenal, tapi jangan sama cowok item itu, itu ga ada dalam adat keluarga kita”
Tapi Angel bersih keras bilang kalau dia mencintai gua dan memperjuangan hubungan kita. Gua sama sekali ga tau masalah dia dengan keluarga, hingga suatu hari gua berpikir ada yang lucu dengan Angel. Dia sempat bilang kalau dia akan balik ke Amerika dalam dua hari kedepan. Gua pikir malam terakhir sebelum dia pergi, gua pengen ngajak makan malam. tapi dia uda ngajak duluan untuk malam malam. kita ada ditempat paling romantis di pantai mutiara. Angel terduduk dengan cantiknya, api lilin menerangi wajahnya diantara kegelapan malam.
“ Kalau gua ke Amerika nanti, gua mau loe ga usah nunggu gua ya?”
“ Hah, kenapa gitu?” Tanya gua sedih.
“ Ya, jangan nunggu gua ya, gua ga tau kapan balik. Nanti kamu sedih nunggunya.”
“ Lah jaman kan uda maju, bisa pake facebook, atau chating segala macem, kan bisa tetap berhubungan Ngel”
Angel terdiam. Dia menyerahkan buku diary yang gua kasih ke dia.
“ Kok dibalikin?” Tanya gua.
“ Ini gua tulis semua sejak loe kasih ke gua sebagai kado, tapi rasanya ga mungkin gua bawa ke Amerika, karena lebih baik loe simpan, untuk kenang-kenangan.”
“ Tapi ini kan gua kasih untuk loe..”
Angel tidak bicara, dia memaksa gua untuk ambil lagi buku diary yang terpaksa gua ambil. Gua tau, dia ingin putusin gua secara halus dengan cara seperti ini, salah gua sejak awal maksa menjadi pacar dia yang pasti akan pergi dalam hidup gua suatu saat. Malam itu, walaupun dengan suasana ga enak hati, kita akhirnya melewatkan malam terakhir dalam hidup kita bersama. Gua masih ingat satu kalimat terakhir dari dia untuk gua.
“ Bima, dunia ini tidak pernah adil ya, ada yang terakhir kaya dan bahagia, tapi ia merasa kesepian. Ada yang terakhir miskin dan sedih, tapi dia ga merasa kesepian. Ada gak cara untuk membuat semua merasa adil dan sempurna.”
“ Angel, ga ada yang abadi di dunia ini, semua bisa merasa sedih, senang, kapan saja. Bersyukurlah atas hidup ini, seperti gua bersyukur bisa mengenal loe dan menjadi bagian dalam hidup loe.”
Angel menangis mendengar gua bicara begitu, sama seperti dia pertama kali menangis saat gua mengenal dia di halte busway. Malam itu kita berpisah dan gua tau ini malam terakhir kita, dia mencium gua untuk pertama kalinya sejak kita berhubungan, gua menahan kesedihan dalam hati dan berpikir
bima sastranegara
inilah saat terakhir kita. Saat pulang gua membaca semua isi diary dia, dari situlah gua tau kenapa angel kembali ke Indonesia. Dia kembali karena baru saja kehilangan kekasihnya dalam sebuah kecelakaan di amerika, gua jadi tau kenapa dia benci macet. Karena macet itu lah yang membuat pacarnya tertabrak saat berjalan karena mobil yang mencoba cari jalan untuk keluar dari macet.
Kekasihnya yang telah tiada, lucunya lagi memiliki nama yang sama dengan gua, Bima, sebuah kebetulan yang unik. Angel menyukai malam karena dia selalu ingin tidur di siang hari agar bisa melupakan saat-saat bersama kekasihnya dalam benak dia, lucunya lagi kalau malam dia merasa lebih tenang karena saat itulah dia merasa bisa hidup tanpa pernah melihat kejadian tragis tewasnya suami dia karena siang hari. dari situ gua tau, mungkin gua hanya sebuah kebetulan dalam takdir dia. Kebetulan dimana gua bernama sama, kebetulan karena gua hadir dalam hidup dia saat dia kosong.
Mungkin dia ga pernah cinta gua karena kita berbeda dalam segala hal, 3 tahun lamanya kisah itu berakhir dan kini gua sudah menggapai mimpi gua menjadi seorang presenter di sebuah tayangan telivisi, tapi bayangan Angel terus selalu ada dalam hidup gua. Suatu siang, gua harus membawa berita acara tentang kilas luar negeri. Gua harus membacakan berita tentang sesuatu yang tak gua inginkan dan baru menyadari di akhir berita kalau berita itu adalah tentang Angel.
“ Seorang warga negara Indonesia yang berada di Amerika, ditemukan tewas karena menyelamatkan seorang anak dari topan Katrina, tubuhnya terhantam sebuah tembok beton yang runtuh. “
Gua terdiam ketika wajah foto perempuan penyalamat hidup itu muncul, sosok foto itu ga asing untuk gua. Dia adalah Angel. Gua ingin menangis ketika melihat isi berita itu, tim produsen terdiam melihat gua kebingungan, akhirnya gua selesaikan tugas membaca berita itu dan menangis di akhir acara,
Angel, nama dia sebenarnya bukanlah Angel. Tapi dia merasa dirinya lebih suka disebut Angel, karena sebenarnya hidupnya telah hilang sejak kepergian kekasihnya, kini semoga saja mereka dipertemukan kembali, dan kepergiannya seperti seorang pahlawan yang tidak pernah dinilai dengan uang. Seperti kata dia ke gua, uang bukan segalanya dalam hidup.
Dan gua beruntung mengenalnya walaupun sadar, dia tidak pernah sesungguhnya menjadikan gua kekasih dia, tapi bagi gua dia adalah kekasih gua yang abadi.
tamat

pengarang: Agnes Donovar
sumber: kompasiana