Kamis, 09 September 2010

Kekasihku Angel - Kisah Cinta di Antara Perbedaan

” Karena cintalah yang mengubah perbedaan di dunia ini, karena hanya cintalah yang mengubah warna mata diantara hati kita, karena cintalah, aku hidup diantara kisahmu.” Agnes Davonar.
Kata orang, kita terlahir di dunia ini dengan penuh kebahagiaan ketika ibu kita melahirkan, tapi sayangnya kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan sebagai apa? Ada yang terakhir sebagai orang kaya, ada yang terakhir sebagai orang miskin. Tapi, semua itu gak akan sepenting bagaimana kita hidupnya, bagaimana bila kita terakhir perbedaan warna kulit, dimana cinta menghalangi kita untuk bersatu. Kisah ini mungkin kisah paling klasik di dunia ini, begitu lah gua menyebutnya. Bagi gua, hal yang terpenting dalam hidup gua adalah mencinta dia walaupun pada akhirnya harus berakhir dengan kenyataan yang pahit.
Namanya Angel, wajahnya cantik oriental. Kulitnya putih seperti porselin dan matanya sipit tapi tajam seperti elang. Hal itulah yang pertama gua lihat saat berada di sebuah mal, saat itu gua sedang bekerja sebagai sales promotion boy. Gua menjual hendphone terbaru merek sony,kebetulan hari ini adalah hari terakhir dimana setiap tamu berhak untuk mendapatkan diskon 20 persen dari harga normal. Saat itu Angel muncul, dia tersenyum sambil membeli satu buah ponsel yang terbaru.
Entah kenapa, ketika melihat dia sebagai pembeli. Gua langsung terkesima. Dia datang ke meja gua. Tersenyum dengan lebar.
“ Tolong pasangin nomor kartu perdana gua dong?” pinta dia ke gua.
Gua hanya terdiam lalu memasangkan kartu itu ke ponsel dia, sambil bertanya.
“ Mau coba nelepon?” Tanya gua.
“ Boleh sih? Tapi gua ga ada nomor telepon teman?”
“ Kok bisa?” Tanya gua bingung.
“ Soalnya uda lama diluar, baru balik hari ini. Jadi nomor-nomor teman pada ilang semua..” jelas dia.
“ Gimana kalau gua tes, nelepon ke nomor gua?” Tanya gua.
“ Boleh..”
Akhirnya singkat cerita, dia menelepon ke nomor gua. Setelah berjalan dengan baik, dia membayar dan pergi. Sambil mengucapkan terima kasih, gua hanya tersenyum melihat dia. Dalam hati gua berkata, mungkin ini sebuah takdir terakhir kita setelah pertemuan ini. Tapi dari situ, gua jadi tau nomor telepon dia. Gua bahkan tidak tau siapa nama dia, tapi gua menyimpan nama dia dengan nama Angel, karena dia cantik seperti malaikat yang putih, jauh dari gua yang item dan lebih cocok disebut Pribumi.
Suatu hari, gua sadar gua tidak punya perkerjaan yang harus gua lakukan. Gua masih kuliah, masih harus menyelesaikan skripsi gua yang tertunda. Tema gua hari ini adalah kemacetan kota Jakarta. Gua jurusan teknik sipil, terpaksa harus tidur pagi dan bangun malam untuk melihat bagaimana kota Jakarta yang tidak macet hanya terjadi di malam hari. saat gua sedang duduk, ponsel gua secara ga sengaja tertekan, secara otomatis menelepon baris pertama bernama Angel. Tanpa gua sadari, ponsel gua terdiam dengan panggilan selama 1 menit lamanya. tiba-tiba Angel nelepon balik. Gua terkejut sekali, Angel yang bahkan gua uda lupa tiba-tiba nelepon.
“ Ini siapa ya? Kok telepon malam-malam?”
“ Ini gua Bima. “
“ Bima, gua ga kenal tuh? Kok bisa tau nomor ini?”
Gua merasa bingung, tapi lebih bingung lagi karena ga tau nama dia sebenarnya.
“ Gua yang dulu sales promotion yang jual hp, dulu karena loe ga ada nomor telepon yang dihubungin jadi pake nomor gua.. rasanya ponsel gua ga sengaja ketekan. Maaf ya..”
“ Oh gitu.. “ dia terdiam dan gua merasa dia terganggu.
“ Sorry deh kalau gitu, menganggu malam-malam..”
“ Ya, gapapa..”
“ Maaf kalau boleh tau, nama loe siapa ya?”
“ Angel..”
Gua merasa bingung, apa gua yang kebetulan kasih nama Angel, kok bisa sama dengan nama yang gua tebak asal.
“ Angel, salam kenal ya…”
Tiba-tiba kita terdiam seribu bahasa. Lalu dia mulai bertanya.
“ Bima sepertinya loe lagi di jalan besar ya, kok ada suara bajaj gitu..”
“ Iya.. sorry, lagi di jalan. Berisik ya..”
“ Gapapa, dimana sekarang?”
“ Lagi halte busway kebun jeruk neh..”
“ oh ya.. gua jadi pengen naik busway.. selama di Jakarta, ga pernah naik gituan.. “
“ Nah kalau gitu cobain dong.. “
“ Tapi gua ga suka macet.. setiap hari Jakarta macet. “
“ Iya juga sih,, tapi susah juga kalau Jakarta ga macet. Ntar ekonomi ga jalan”
Akhirnya yang tadinya kita Cuma ngobrol2 ga sengaja, jadi lama. Gua dan dia sepakat, nanti kapan-kapan akan ketemu, karena Angel mau cobain naik busway. Gua pede aja bilang kalau busway itu enak, padahal gua tau, antri untuk naik ini aja bikin kesel. Sejak saat itu, kita jadi sering-sering sms. Tapi gua ga berani nelepon dia. Dan lucunya, gua selalu sms di malam hari, ntah kenapa kalau siang hari. dia sepertinya hilang dalam hidup gua, kalau pun gua sms untuk nanya makan siang, dia hanya balas saat malam hari. tapi ga masalah, dia balas pun gua merasa senang. Dan lebih senang lagi akhirnya kita ketemuan. Angel penasaran sama tugas skripsi kuliah gua tentang macetnya Jakarta dan lebih penasaran lagi pas gua bilang, Jakarta di malam hari itu ga macet.
Angel itu anak orang kaya, jadi kalau kemana-mana selalu sama supirnya. Gua bingung harus jemput dia bagaimana, gua Cuma punya motor bebek. Tapi dia malah bilang suruh jemput dia di rumah, mencari rumah dia daerah Pantai indah kapuk aja bikin gua minder. Dengan sepenuh hati, akhirnya gua sampai deh ke rumah dia walau sempat ditanya-tanya satpam. Rumahnya super gede, dia keluar dengan celana jeans dan kaos oblong tersenyum sama gua.
“ Sudah siap nunjukin ke gua kalau Jakarta ga macet?”
Gua terdiam, mulut gua ga bisa jawab apa-apa, gua hanya bisa kasih helm ke dia. Dan kita pergi bersama keluar kompleknya dengan wajah kebingungan para satpam. Kita turun di halte busway, daerah harmoni. Angel sepertinya bingung, ia baru kali ini ngeliat halte busway. Dia cerita kalau selama ini dia tinggal di Amerika, baru balik tahun ini setelah 10 tahun lamanya disana. Tapi bahasa Indonesia dia tetap lancar, ga seperti cinta laura yang kadang masih sok English gitu.
“ Mau coba naik busway?” Tanya gua
“ Boleh sih, tapi nanti motor loe gimana?” Tanya dia.
“ Tenang aja, gua kenal sama orang yang jaga, soalnya uda sejak 6 bulan disini sama dia buat ngurus skripsi gua..”
Kita bayar tiket seperti orang-orang lain, memang karena sudah larut malam jadi sepi. Tujuan kita ke sudirman. Angel terdiam mengamati kota Jakarta, gua jadi ingin bertanya.
“ loe ga ngantuk, Angel?’
“ Gak, masih jetleg, santai aja. Gua suka kehidupan malam, lebih menarik kebanding siang.”
“ Oh ya, kenapa?”
“ Kalau malam hari, banyak bintang indah diatas langit, sedikit orang yang berisik dan paling penting ga macet..”
“ Emangnya di Amrik sana ga macet ya?” Tanya gua merasa bodoh, Angel ketawa.
“ Ya, semua negara itu pasti ada macetnya, tapi ga semacet Jakarta, ini kalau ga terpaksa balik ke Indonesia karena diminta nyokap, gua juga gak akan mau..”
Saat itu gua merasa Angel sedang menikmati suasaa malam, gua jadi ga mau ajak bicara dulu. Tiba-tiba dia malah nangis. Lah gua bingung setengah mati, banyak yang lihatin kita berdua.
“ Kenapa nangis Angel..?” Tanya gua bingung.
“ Gapapa, gua Cuma merasa sedih saja..?”
“ Kenapa?” Tanya gua bingung.
“ Jadi ingat anjing gua di rumah yang belum di kasih makan?”
Astaga, entah itu benaran apa kagak, tapi tangis dia itu seperti bukan karena anjingnya belum makan. Sejak pertemuan hari itu, kita jadi sering ketemuan dan selalu malam hari. kita semakin dekat, jadinya gara-gara kebanyakan sama Angel, skripsi gua malah kagak selesai-selesai. Tapi gua merasa bahagia bersama dia, setidaknya gua merasa mengenal dia dengan baik dari sebelumnya. Dia anak yang cerdas dan selalu bicara dengan apa adanya. Suatu saat gua bertanya sama dia.
“ Angel loe kenapa secantik ini belum punya pacar?”
“ Hehehe, males aja.?”
“ Why.?”
“ Ya males, lebih enak sendirian, kalau punya pacar itu bikin pusing, loe sendiri gimana?”
“ Gua jujur aja sih, pacaran terakhir waktu sma gitu, putus gara-gara jarak jauh..”
“ Ya, itu mah klasik banget, sekarang ada yang loe suka ga?” Tanya Angel ke gua.
Saat dia bertanya gitu, ingin rasanya gua bilang kalau gua lagi suka sama dia. Tapi gua cukup tau diri, banyak perbedaan antara kita. Jadi gua hanya terdiam sambil berkata.
“ Gak ada, nanti kalau ada, gua kasih tau ya..”
“ Ditunggu ya, Bima, setelah lurus, rencananya mau kerja apa?”
“ Maunya sih jadi presenter Tv atau wartawan. Gua suka meliput dan membuat berita, kali-kali aja bisa hehehe.”
“ Harusnya sih bisa, kenapa gak?”
“ Doakan saja lah..”
“ Apa agama loe Bima?” Tanya Angel ke gua.
“ Gua muslim..”
“ Oh ya.. baru kali ini gua punya teman seorang muslim,”
“ Oh ya, kalau loe sendiri ?”
“ Gua Kristen.. “
Gua senang, Angel tidak terkejut ketika gua sebut agama gua. Dia merasa nyaman, karena selama di Amrik sana, dia ngerasain banget bagaimana kejadian runtuhnya gedung wtc yang bikin semua umat muslim merasa bimbang karena selalu dituduh buruk. Angel bahkan sadar betul kalau gua seorang pribumi sejak awal kita berkenalan tapi sepertinya dia tidak pernah membedakan gua. Suatu hari, Angel ingin merayakan ulang tahunnya yang ke 21. Dia menyuruh gua datang ke pesta yang diadakan di rumah dia.
Gua sebenarnya bingung mencari hadiah yang tepat untuk dia, sebab dia orang kaya yang sudah bisa dapatkan apapun dia yang mau. Akhirnya gua putuskan memberikan dia sebuah diary yang unik, sebagai kado untuk dia. Saat gua datang, dia nyambut gua dengan gembiranya. Gua hanya tersenyum, tapi rasanya ada yang aneh melihat gua hanya setitik hitam diantara warna putih di ruangan itu. Angel kenalin gua ke orang tuanya.
“ Ma, Pa.. ini Bima teman saya, kenalin ya..”
Bonyoknya hanya tersenyum kecil ketika melihat gua, mereka baik dan menyambut gua dengan penuh hangat. Saat gua pulang, Angel bahkan mengantarkan hingga motor gua. Gua senang ketika malam hari sebelum tidur dia sempat sms gua bilang kalau dia senang dengan kado diary yang gua kasih, sebab sejak pulang dari Amrik dia uda ga pernah nulis lagi, maka mulai hari ini dia akan menulis. 3 hari kemudian, Angel bilang akan pergi liburan sama keluarganya ke Singapura. Gua pun kebetulan akan sidang skripsi gua dalam beberapa waktu lagi. Untungnya skripsi gua dinyatakan lulus, gua senang dan berpikir untuk mengundang Angel makan malam sebagai bentuk syukur gua.
Saat makan malam, Angel memberikan gua sebuah hadiah yang telah ia beli dari singapura, sebuah kalung yang bertulisan nama gua Bima.
“ Makasih ya, kata gua?”
“ Bima, mungkin dalam waktu sebulan lagi, gua akan balik ke Amerika..”
Kalimat dari dia yang bikin gua merasa kehilangan dan sedih. Tapi gua mencoba untuk tegar.
“ Sebelum gua pergi, bolehkah gua bertanya sama loe?” Tanya Angel.
“ Silakan Angel..”
“ Apakah pernah ada cinta diantara kita?”
Gua terdiam, bingung menjawabnya. Tapi gua merasa ini saatnya gua ungkapkan semua isi hati gua ke dia.
“ Angel, sejujurnya gua memang suka sama loe, loe satu-satunya cewek yang bikin gua jatuh cinta. Tapi gua merasa, gua sepertinya berharap terlalu besar?”
“ Kenapa?” Tanya Angel bingung.
“ Karena gua seorang yang miskin, gua pribumi dan bukan lah cowok idaman Angel.” Kata gua pasrah.
Angel terdiam beberapa saat lalu menjawab.
“ loe salah, loe adalah cowok idaman gua!”
“ Hah..” kata gua terkejut dan bingung,
Entah apa Angel sedang bercanda atau membuat gua GR, tapi rasanya ini seperti mimpi.
“ Sejak awal, gua ga pernah lihat perbedaan diantara kita, mengenal loe membuat gua lebih mencintai dunia ini lebih jauh, jauh sebelum dimana gua berpikir hidup gua sia-sia.”
“ Terima kasih ya, kata-kata loe membuat gua senang hehehe, jadi GR neh.”
Angel berkata hidupnya hanya dikelilingi oleh orang-orang yang merasa semua bisa dilakukan dengan uang, tapi dia merasa saat bersama gua, dia bisa merasa uang bukan segalanya, dia merasa bagaimana dia mengerti kehidupan itu diatur dengan semangat dan kejujuran. Sejak saat itu, kita jadian. Kita selalu berdua walaupun Cuma sebulan lamanya, banyak hal yang kita lakukan, tapi sayangnya suatu hari saat kita lagi berdua, seorang sanak saudara Angel melaporkan ke orang tuanya tentang hubungan kita. Gua pun sebenarnya tau, Angel merahasiakan hubungan gua sama dia ke bonyoknya.
Bonyoknya marah besar, dan berkata ke Angel.
“ Kamu boleh pacaran sama siapa saja temen-temen kamu yang kamu kenal, tapi jangan sama cowok item itu, itu ga ada dalam adat keluarga kita”
Tapi Angel bersih keras bilang kalau dia mencintai gua dan memperjuangan hubungan kita. Gua sama sekali ga tau masalah dia dengan keluarga, hingga suatu hari gua berpikir ada yang lucu dengan Angel. Dia sempat bilang kalau dia akan balik ke Amerika dalam dua hari kedepan. Gua pikir malam terakhir sebelum dia pergi, gua pengen ngajak makan malam. tapi dia uda ngajak duluan untuk malam malam. kita ada ditempat paling romantis di pantai mutiara. Angel terduduk dengan cantiknya, api lilin menerangi wajahnya diantara kegelapan malam.
“ Kalau gua ke Amerika nanti, gua mau loe ga usah nunggu gua ya?”
“ Hah, kenapa gitu?” Tanya gua sedih.
“ Ya, jangan nunggu gua ya, gua ga tau kapan balik. Nanti kamu sedih nunggunya.”
“ Lah jaman kan uda maju, bisa pake facebook, atau chating segala macem, kan bisa tetap berhubungan Ngel”
Angel terdiam. Dia menyerahkan buku diary yang gua kasih ke dia.
“ Kok dibalikin?” Tanya gua.
“ Ini gua tulis semua sejak loe kasih ke gua sebagai kado, tapi rasanya ga mungkin gua bawa ke Amerika, karena lebih baik loe simpan, untuk kenang-kenangan.”
“ Tapi ini kan gua kasih untuk loe..”
Angel tidak bicara, dia memaksa gua untuk ambil lagi buku diary yang terpaksa gua ambil. Gua tau, dia ingin putusin gua secara halus dengan cara seperti ini, salah gua sejak awal maksa menjadi pacar dia yang pasti akan pergi dalam hidup gua suatu saat. Malam itu, walaupun dengan suasana ga enak hati, kita akhirnya melewatkan malam terakhir dalam hidup kita bersama. Gua masih ingat satu kalimat terakhir dari dia untuk gua.
“ Bima, dunia ini tidak pernah adil ya, ada yang terakhir kaya dan bahagia, tapi ia merasa kesepian. Ada yang terakhir miskin dan sedih, tapi dia ga merasa kesepian. Ada gak cara untuk membuat semua merasa adil dan sempurna.”
“ Angel, ga ada yang abadi di dunia ini, semua bisa merasa sedih, senang, kapan saja. Bersyukurlah atas hidup ini, seperti gua bersyukur bisa mengenal loe dan menjadi bagian dalam hidup loe.”
Angel menangis mendengar gua bicara begitu, sama seperti dia pertama kali menangis saat gua mengenal dia di halte busway. Malam itu kita berpisah dan gua tau ini malam terakhir kita, dia mencium gua untuk pertama kalinya sejak kita berhubungan, gua menahan kesedihan dalam hati dan berpikir
bima sastranegara
inilah saat terakhir kita. Saat pulang gua membaca semua isi diary dia, dari situlah gua tau kenapa angel kembali ke Indonesia. Dia kembali karena baru saja kehilangan kekasihnya dalam sebuah kecelakaan di amerika, gua jadi tau kenapa dia benci macet. Karena macet itu lah yang membuat pacarnya tertabrak saat berjalan karena mobil yang mencoba cari jalan untuk keluar dari macet.
Kekasihnya yang telah tiada, lucunya lagi memiliki nama yang sama dengan gua, Bima, sebuah kebetulan yang unik. Angel menyukai malam karena dia selalu ingin tidur di siang hari agar bisa melupakan saat-saat bersama kekasihnya dalam benak dia, lucunya lagi kalau malam dia merasa lebih tenang karena saat itulah dia merasa bisa hidup tanpa pernah melihat kejadian tragis tewasnya suami dia karena siang hari. dari situ gua tau, mungkin gua hanya sebuah kebetulan dalam takdir dia. Kebetulan dimana gua bernama sama, kebetulan karena gua hadir dalam hidup dia saat dia kosong.
Mungkin dia ga pernah cinta gua karena kita berbeda dalam segala hal, 3 tahun lamanya kisah itu berakhir dan kini gua sudah menggapai mimpi gua menjadi seorang presenter di sebuah tayangan telivisi, tapi bayangan Angel terus selalu ada dalam hidup gua. Suatu siang, gua harus membawa berita acara tentang kilas luar negeri. Gua harus membacakan berita tentang sesuatu yang tak gua inginkan dan baru menyadari di akhir berita kalau berita itu adalah tentang Angel.
“ Seorang warga negara Indonesia yang berada di Amerika, ditemukan tewas karena menyelamatkan seorang anak dari topan Katrina, tubuhnya terhantam sebuah tembok beton yang runtuh. “
Gua terdiam ketika wajah foto perempuan penyalamat hidup itu muncul, sosok foto itu ga asing untuk gua. Dia adalah Angel. Gua ingin menangis ketika melihat isi berita itu, tim produsen terdiam melihat gua kebingungan, akhirnya gua selesaikan tugas membaca berita itu dan menangis di akhir acara,
Angel, nama dia sebenarnya bukanlah Angel. Tapi dia merasa dirinya lebih suka disebut Angel, karena sebenarnya hidupnya telah hilang sejak kepergian kekasihnya, kini semoga saja mereka dipertemukan kembali, dan kepergiannya seperti seorang pahlawan yang tidak pernah dinilai dengan uang. Seperti kata dia ke gua, uang bukan segalanya dalam hidup.
Dan gua beruntung mengenalnya walaupun sadar, dia tidak pernah sesungguhnya menjadikan gua kekasih dia, tapi bagi gua dia adalah kekasih gua yang abadi.
tamat

pengarang: Agnes Donovar
sumber: kompasiana

My First Love: Arti Sesungguhnya Cinta Pertama dalam Hidup Ini

” Cinta pertama, Kau Begitu indah untuk ku-kenang tapi  kau begitu  sedih untuk ku-lupakan” Agnes Davonar, Penulis
by 
Superstock image
by Superstock image
Ada yang bilang cinta dalam hidup kita akan banyak sekali tapi hanya cinta pertama yang tak akan terlupa selamanya. Banyak hal dalam hidup ini yang terjadi dan berjalan dengan waktu dan terkenang indah, salah satunya cinta dalam hidup kita, mungkin buat seseorang masa lalu tentang cinta itu tidak berarti, tapi bagi gua, adalah sebuah anugerah yang tidak akan terlupakan. Cinta yang terjadi antara gua dengan gadis bernama Angel, gadis yang telah lama menjadi kenangan dalam hidup gua. Semoga saja dengan kisah ini, banyak pelajaran yang bisa didapatkan, bagaimana kita mengerti kalau cinta ada saat kita benar-benar telah kehilangan.
Dulu, waktu jaman smp dulu. Gua pernah jatuh cinta. Jatuh cinta pada seorang cewek cantik yang baru saja pindah ke sekolah gua. Gua masih inget, ketika bu Dwi, wali kelas gua. Memperkenalkan dia sebagai anak pindahan dari Kalimantan. Kulitnya putih, wajahnya cantik dan rambut yang hitam bagai malaikat, gua rasa sesuai namanya, Angel. Seiring waktu, banyak anak-anak cowok yang jatuh cinta sama dia, termasuk gua. Tapi gua heran, dia memutuskan untuk menjadikan gua kekasihnya.
Itupun dengan proses yang aneh, jaman dulu yang namanya hp itu sangat sulit. Gua hanya bisa pake telepon rumah, yang gua tau, bokapnya itu galak, jadi kalau pas bokapnya yang telepon, gua langsung tutup soalnya pasti kena semprot. Beruntung di hari itu, gua berhasil nelepon dia dan menyatakan cinta gua.
“ Sejak kapan loe suka gua, Daniel?” Tanya Angel.
“ Sebenarnya sejak melihat loe, gua langsung jatuh cinta. Kayaknya gua berlebihan ya?”
“ Nggak sih, Cuma bingung gua jawabnya..”
“ Kalau loe mau nolak gua, gua siap kok?” kata gua pasrah dalam hati pengen nangis.
“ Hm, kalau gitu besok loe datang ke sekolah paling pagi ya, jam 5,30. Nunggu aja, kalau gua datang kesana, berarti gua terima loe?”
“ Hah, serius loe..” gua merasa Angel bakal kerjain gua. Tapi yang namanya cinta, akhirnya gua terpaksa jalanin aja deh…
Keesokan harinya, nyokap gua bengong lihat gua uda bangun pagi bahkan uda siap-siap sekolah, padahal biasanya gua mesti disiram air dulu baru bangun. Gua datang paling pagi ke sekolah, sebelum matahari meninggi. Penjaga sekolah ampe bengong lihat gua, kirain gua tuyul. Dengan setengah ketakutan gua menunggu Angel, campur aduk deh, takut karena sekolah kan anker kalau pagi-pagi. Takut juga kalau Angel ga datang, artinya cinta gua ditolak dong..
Lewat jam 5.30. Angel ternyata ga datang, gua menunduk. Sedih rasanya. Saat gua mau berjalan keluar kelas, di depan gua Angel uda termengap-mengap, sepertinya dia abis lari. Dia tersenyum sama gua.
Oh tuhan.. ini artinya dia menerima cinta gua walau telat 5 menit. Gua pun bahagia setengah mati, seorang peri cantik, kini telah menjadi milik gua. Kita pun jadian, Karena masih cinta monyet dan sama-sama cinta pertama. Kita menikmati hubungan ini hingga akhirnya gua lulus smp. Bokap Angel terpaksa harus balik ke Singkawang, kampung halaman dia. Akhirnya dengan berat hati, kita putuskan untuk berpisah, maklum jaman itu belum ada hp dan sms. Boro-boro sambungan telepon di kampung-kampung. Gua masih ingat saat perpisahan itu, Angel menangis dan memberikan gua sebuah surat yang dia tulis dan suruh gua baca di rumah.
Rasanya gua mau nangis, tapi akhirnya perpisahan itu terjadi. Hal terakhir yang gua denger dari mulut dia adalah.
“ Niel, kalau kita jodoh, kelak kita harus ketemu lagi disini ya. Disaat kita sama-sama single,”
“ Lah, tapi kapan Ngel?” Tanya gua.
“ Ga tau juga, baca aja di surat gua itu, “
Dan berakhirlah saat terakhir kita. Gua memberikan sebuah mawar merah yang indah untuk mengenang indahnya hubungan kita. Saat gua pulang, gua membuka surat itu dan tertulis kalimat yang singkat sekali.
“ Kalau nanti umur kita sama-sama 24 tahun, terus masih sama-sama single, kita ketemu disini ya, pas hari jadian kita, 15 april. “ tanggal dimana pertama kita jadian.
Gua ga tau apakah ini akan terjadi, umur 24 tahun itu akan sangat lama sekali, umur gua saat itu masih 15 tahun. Artinya 9 tahun lagi. Itulah kenangan cinta terakhir gua.
***
9 tahun lamanya gua tinggal dirumah yang sama sejak dulu, tiba-tiba bonyok memutuskan untuk pindah dari rumah itu karena ingin ke tempat yang lebih tenang. Gua beres-beres kamar dan semua barang yang gua punya di gudang, sekotak kardus yang gua angkat terjatuh, isinya mainan dan berbagai foto-foto gua waktu kecil. Lah tiba-tiba sepucuk surat yang uda jadi kuning, gua pikir sampah, terjatuh. Gua pun sadar kalau surat itu adalah surat terakhir Angel untuk gua.
Membaca surat itu membuat gua rasanya kok gimana gitu ya, sedih campur terkenang masa lalu. Angel cinta pertama gua, padahal setelah dia gua uda pacaran 5 kali. Begonya , semuanya berakhir dengan begitu saja. Gua ngebaca surat itu. Tulisan dia yang bilang kalau umur kita 24 tahun dan masih single kita ketemu disekolah dulu. Dalam hati gua, apa mungkin Angel masih inget ya janji dia di surat ini. Tapi perasaan hati gua tiba-tiba membawa gua untuk coba ke sekolah gua dulu, lagipula ga ada salahnya gua pamitan sama guru-guru dulu sekalian nostalgia, tapi saat itu gak tanggal 15 april, bahkan kelewatan.
Jam 10 pagi, gua ke sekolah gua dulu, semuanya masih sama, Cuma warna sekolahnya yang berubah. Gua duduk di kantin, bicara dengan ibu yang sudah berjualan disitu sejak gua kecil, dia masih inget gua loh walau gua sekarang tambah ganteng hehehe. Saat gua lagi makan bakso, seorang cewek cantik yang rasanya ga asing melewati gua, dia pesan bakso juga. Suaranya yang khas singkawang, membuat gua menebak itu adalah Angel, tapi gua ragu, soalnya dulu Angel itu kecil banget, kok sekarang yang ada didepan gua tinggi banget. Gua pun jaim, hingga akhirnya ibu penjual bakso itu manggil gua.
“ Daniel, kalau mau nambah lagi ambil sendiri ya, Ibu mau ke toilet..”
Cewek itu ngeliat gua, tersenyum. Matanya memerah, memperhatikan gua. Suaranya sayup-sayup terdengar memanggil gua.
“ Daniel..” kata dia dan gua jawab “ Ya..”
“ Loe tambah ganteng ya..” kata dia membuat gua langsung tersipu malu.
“ SIapa ya?” Tanya gua, “ Ini gua Angel..”
Astaga dugaan gua benar. Angel cinta pertama gua yang sekarang jadi cantik banget. Gua langsung pengen peluk dia tapi ga berani, biar kayak film-film gitu. Gua senang sekali Angel benar-benar menepati janji dia untuk ketemu setelah 9 tahun. Tapi gua mendengar alasan dia lain, dia bilang kalau keponakan dia sekolah disini, jadi dia sering jemput keponakanya sejak 3 hari lalu disini. Walaupun alasan itu berbeda dengan janji terakhir dia, gua bahagia akhirnya bisa lihat dia lagi setelah 9 tahun lalu.
Angel yang gua lihat sekarang begitu berbeda, walaupun suara khas singkawangnya masih sama, tapi cara dia bersikap dan berkata lebih baik kebanding dulu yang ngasal. Dia bilang kalau saat ini dia kerja di Jakarta dan tinggal sama bibinya. Bokap dan nyokap dia uda meninggal beberapa tahun terakhir karena sakit yang ga bisa dia jelaskan. Hati gua sedih mendengar penjalasan dia, lebih sedih lagi mendengar kejujuran dari dia.
“ Gua uda nikah,..”
“ Oh ya..” kata gua terkejut.
“ Tapi sekarang uda jadi janda..” sambung dia yang membuat gua bingung.
Jadi seperti banyaknya gadis-gadis kalimatan di kampung dia, banyak yang menikah dengan pria asing karena keadaan ekonomi. Gua bingung kenapa Angel mau nikah sama orang asing, yang gua denger kalau pernikahan dengan orang asing itu tanpa cinta. Angel bilang, bokap dia waktu itu sakit-sakitan dan butuh biaya besar setelah nyokapnya meninggal. Dia terpaksa menikah karena pria yang mau menikahi dia itu berjanji untuk membantu biaya pengobatan bokapnya. Angel yang malang, setelah menikah, bokapnya meninggal. Dia pun terpaksa tinggal di Taiwan, ga heran dia kayak orang Taiwan, putih karena cuaca dingin disana.
Perceraian terjadi ketika suami Angel mulai suka bertindak kasar, Angel melarikan diri ke tanah air. Sedihnya lagi, banyak yang senasib kayak dia. Mendengar kayak gitu, gua rasanya pengen mukul suami dia yang keparat. Tapi gua bersyukur Angel sudah lepas dari pria itu. Kita menghabiskan waktu yang panjang selama di Jakarta. Angel memang sudah janda, tapi itu bukan alasan gua untuk ga boleh dekat sama dia, walaupun gua ga bisa menutupi rasa hati gua yang masih menyimpan rasa cinta begitu besar.
Cinta memang buta, berjalan tanpa batasan dan waktu. Gua merasa Angel adalah pilihan terindah dalam hidup gua setelah berjalan cukup lama dengan dia dan melihat sikap dia yang begitu baik. Tapi gua heran, kalau jalan sama dia, dia sering pergi ke toilet, bahkan saat kita lagi nonton. Gua jadi curiga hingga akhirnya, gua sadar satu hal. Saat itu, gua lagi makan sama dia, tiba-tiba gua melihat warna merah di hidung dia, gua pikir itu saos tomat, ternyata itu darah yang keluar dari hidung dia. Dia langsung minta izin untuk ke toilet.
Saat gua Tanya kenapa bisa mimisan tiba-tiba, dia hanya tersenyum dan bilang.
“ Mungkin gua kurang sehat, gapapa kok.” Kata dia dan membuat gua tenang.
Gua tau, umur gua uda cukup mapan dengan warisan perkerjaan yang bokap gua punya sebagai tukang bikin ampas rem mobil. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, rasanya ga ada salahnya gua menikah di usia muda. Gua tau, bokap dan nyokap gua termasuk kuno, gua ga pernah cerita kalau Angel itu janda, dan gua rasa mereka uda terlanjur suka sama Angel, sikapnya sopan dan hormat. Tapi semua berbeda saat gua iseng-iseng nanya sama nyokap gua.
“ Ma, kalau gua nikah sama janda, masalah ga?”
“ Kenapa ngomong gitu? Kayak kaga ada gadis aja?”
“ Gapapa nanya aja..”
“ Ya ga boleh lah, apa kata orang nanti. Masa cowok secakep ini, dapatnya janda, kayak kagak laku aja..”
Gua sadar, disanalah orang tua gua mulai curiga dengan status Angel, adik gua yang bawel pernah gua cerita tentang Angel yang janda dan keceplosan ngomong. Semua jadi berantakan ketika gua disidang sama bonyok gua, dia menentang keras hubungan gua. Dengan sedikit sedih dan melawan berkata.
“ Ma, Pa, walaupun Angel seorang janda, Daniel tetap menerima dia apa adanya, dia menjadi janda ataupun gadis, dia itu gadis yang Daniel impikan dalam hidup daniel,walaupun mama dan papa ga setuju, Daniel akan tetap bersama dia.”
Bonyok terdiam, sejak kecil gua ga pernah ngelawan mereka. Tapi demi Angel, gua rela lakukan itu. Gua pikir bonyok sudah menyerah dengan keras kepala gua dan setelah itu sikap mereka ke Angel jadi dingin gitu. Gua sedih tapi meminta Angel untuk terbiasa, karena bagaimanapun dia adalah takdir gua. Tapi angel hanya bisa bilang.
“ Niel, kalau gua adalah beban dalam hidup loe, sebaiknya jangan korbankan keluarga loe, gua bisa menerima kok kalau kita memang harus jadi sahabat saja, orang tua itu terkadang benar, mereka paling tau untuk kebahagian anak-anaknya.” Kata Angel yang membuat gua sedih.
“ Loe ga pernah jadi beban gua, loe justru kebahagiaan gua, jadi jangan ngomong gitu lagi ya.” Kata gua memeluk Angel.
Saat itu tanpa gua sadari Angel mimisan di baju gua, dia langsung pamit untuk masuk ke rumah nya terburu-buru dan baru gua sadari baju gua bernoda darah saat pulang.
***
Suatu malam, bonyok gua memanggil gua ke ruang tamu. Wajah mereka tegang, sepertinya gua tau, ini akan membahas hubungan gua dengan Angel.
“ Daniel, Angel itu ga pernah bercerai sama suami dia yang di Taiwan, mama baru dapat kabar dari macoblang dia yang di kampung, jadi kalau kamu maksa nikah sama dia. Kamu bisa di penjara tau gak..”
Gua kaget bagaimana nyokap gua tau tentang itu, tapi gua tetap ngelawan,
“ terserah apa kata mama sama papa, Daniel tetap nikahin dia.. Daniel uda pikirin, mungkin bulan april 15 , mau nikah sama dia..” kata gua sesuai janji cinta pertama gua sama dia setelah setahun kita bersama bertemu lagi.
Bonyok tidak menyerah begitu saja. Suatu ketika gua datang ke rumah Angel, dia ga mau ketemu gua, gua bingung kenapa, saudara dia yang ketemu gua. Dan bilang.
“ Sudahlah Niel, Angel uda putuskan kembali sama laki dia yang di Taiwan..”
“ Gak mungkin, dia ga pernah cinta sama suami dia, bohong..”
Gua teriak-teriak manggil Angel, banyak yang berpikir gua gila, terutama tetangga dia. Tapi Angel gak bergeming dan bahkan ga mau nemuin gua. Akhirnya gua menyerah setelah ketua RT muncul dan minta gua gak ganggu warganya. Gua tau, Angel mendengar teriakan gua. Sampai akhirnya gua menyerah untuk tidak lagi mencoba mencari dia setelah 3 kali gagal dan berakhir ancaman akan dilaporkan polisi sama ketua RT sana.
Gua ingin nangis ketika Angel gak mau ketemu dia, gua gak rela dia balik sama suami dia yang kasar. Gua menutup diri di kamar gua, keluarga gua tau hubungan gua sama Angel sudah berakhir. Gua ga bicara sama mereka dan memutuskan diam. Sampai akhirnya adik gua Leo, bicara sama gua secara empat mata.
“ Niel, gua gak mau cerita, tapi kemarin-kemarin bonyok minta anterin ke rumah Angel, disitu mereka bicara empat mata. Gua rasa itu yang bikin..” kata Daniel terdiam.
Akhirnya gua tau, kenapa Angel ga mau ketemu gua, bonyok minta kepada Angel untuk ga ketemu gua lagi. Gua marah sekali, gua mencoba sekali lagi untuk minta ketemu Angel. Gua minta tolong sama saudaranya untuk bilang ke Angel.
“ Kali ini saya ketemu Angel bukan sebagai pacar, sebagai teman, saya mohon..”
Saudaranya yang tidak sampai hati melihat wajah gua memelas, akhirnya memperbolehkan gua ketemu Angel. Saat gua masuk ke dalam. Angel terbaring dikamarnya, wajahnya pucat. Gua membuka pintu dan dia melihat gua masuk tapi sudah terlambat mengunci pintu.
“ Angel, gua tau , loe ga mau ketemu gua tapi sekali ini gua mohon dengerin gua..”
“ Niel, jangan datang lagi, itu Cuma bikin gua merasa bersalah.” Kata Angel.
“ Gua tau, loe gak akan mau balik sama suami loe lagi, gua tau isi hati loe, sebagai cinta pertama yang mengenal loe lebih dari siapapun.”
“ Loe salah, gua masih mau balik sama dia, dia janji uda berubah..”
“ Bonyok gua memang terlalu campurin urusan hubungan kita, tapi mereka sudah setuju dengan hubungan kita Ngel..” kata gua berbohong.
Angel menatap gua, dia menangis, dia hanya berkata singkat sebelum tiba-tiba pingsan.
“ Niel.. sebagai cinta pertama gua ga akan pernah lupain loe, tapi itu masa lalu, loe akan dapat yang lebih baik dari gua..”
Gua bingung, kenapa dia pingsan. Saudaranya langsung buru-buru melakukan pertolongan pertama. Gua jadi bingung, kenapa Angel.
“ Angel, ini kena penyakit turunan dari papanya, kanker sumsung tulang..”
“ hah kanker..”
Astaga betapa bodohnya gua selama ini, Angel sering mimisan dan gua baru menyadari itu adalah akibat kanker yang dia alamin. Gua tau penyakit ini, pernah ada difilm korea, tapi gua gak nyangka kalau Angel kena penyakit kayak gini. Begonya lagi, kenapa ga langsung dirawat di rumah sakit. Dan lebih parahnya lagi gua baru tau dari saudaranya kalau Angel terpaksa diusiri oleh suaminya karena suaminya gak mau biayain penyakit dia. Hati gua sedih, mengapa nasib Angel begitu buruk. Gua putuskan membawa dia ke rumah sakit.
Dokter langsung menolong dia, dan lebih bikin gua sedih, kanker Angel sudah stadium 3. Dokter menyesalkan kenapa selama ini ga ditolong, kalau sudah begini dokter juga ga kasih jaminan. Gua bisa mengerti mengapa akhirnya Angel menahan semua derita dia, keuangan menjadi masalah dia, jadi selama ini dia hanya minum obat tradisional. Seminggu lamanya Angel di rawat di rumah sakit, dia selalu menatap wajah gua dengan merasa tidak enak.
“ Jangan pikirin biayanya. Semua uda beres..” kata gua membuat dia menangis.
“ Niel, kenapa loe begitu baik sama gua..?”
“ Karena gua mencintai loe, dan itu membuat gua bahagia..”
“ Walau sekarang gua hanya bisa membuat loe repot..”
“ Gua ga pernah merasa repot.. ini buktinya gua uda siapin loe sesuatu..”
“ apa ?” Tanya Angel dan gua menunjukan sebuah cincin berhias mawar yang gua beli di jalan karena unik.
“ gua sekarang gak bisa beliin loe cincin emas, tapi gua janji nanti setelah loe sembuh, gua akan melamar loe jadi istri gua dengan cincin emas, untuk sementar cincin mainan dulu ya..” kata gua dan Angel tertawa. Itulah tawa dia selama kita gak ketemu dan membuat bahagia.
Sebulan lamanya, Angel di rawat dan ga membaik. Ortu gua tiba-tiba merasa iba dan memutuskan untuk ikut menengok, dari sini gua tau, bonyok akhirnya mengerti kalau kekuataan cinta gua tidak akan bisa diruntuhkan, akhirnya mereka menerima Angel. Sayang semuanya terlambat, saat gua sedang berpikir membeli cincin emas di toko emas, Angel menelepon gua.
“ Niel. Makasih ya uda baik sama gua, menjaga gua selama ini, mencintai gua selama ini. Gua bahagia sekali..” kata gua tersenyum-senyum.
“ Kenapa harus pake telepon gini, kan bisa nanti ketemu di rumah sakit..”
“ Ya, gua mau sekarang, kalau ga sekarang, ga tau kapan lagi mau ngomong gini sama loe..”
“ Kenapa gitu..?”
“ Jangan banyak Tanya,, dengeri aja.. “
“ Oke.. oke..” kata gua menurut.
“ selama ini, hanya ada satu pria dalam hidup gua yang benar-benar gua cintai sejak dulu hingga saat ini. Pria itu adalah loe, gua tau saat dulu berpisah dengan loe, gua berjanji dalam hati untuk tidak akan mencintai siapapun selain loe, makanya gua nulis di kertas dan mengikat janji hati gua. Walaupun gua menikah dengan orang lain, tapi hati gua selalu untuk loe, akhirnya gua menyadari kalau kita memang ditakdirkan untuk terlahir di dunia ini saling bersama. “ Kata Angel membuat gua terharu.
“ Sekarang, gua akan berdoa kepada Tuhan, semoga di kehidupan mendatang, gua bisa terlahir sebagai gadis yang ada disamping loe, berbakti untuk seorang pria yang begitu mulia seperti loe, dan gua berharap tak ada lagi, perpisahan kita setelah ini..”
“ kenapa ngomong gitu Angel..”
“ loe harus jadi Daniel yang terus semangat dan tekun ya, gua mau tidur dulu, ngatuk..”
“ iya, iya, nanti gua datang ya, mau kasih surprise..”
Gua merasa kalimat Angel membuat cemas di hati. Gua langsung membeli cincin emas itu, pergi ke rumah sakit. Gua tiba sejam kemudian, dan menemukan dokter sedang memompa alat pernafasan untuk Angel, gua shock melihat Angel dilakukan seperti itu, suster mengusir gua untuk keluar. Gua menangis. Berdoa kepada Tuhan untuk menolong Angel, setidaknya sampai gua bisa menunjukkan cincin ini untuk mengikat dia dalam hidup gua selama dia masih bisa bernafas.
Sayangnya Angel benar-benar tidak dapat tertolong, kita harus berpisah untuk kedua kalinya dalam hidup ini, perjuangan hidupnya telah berakhir. Penderitaanya di dunia fana ini telah usai, gua melihat tubuhnya yang kaku, senyumnya yang masih sama walau tak bernafas lagi, memakaikan cincin di tangannya. Mencium keningnya. Seperti katanya, di kehidupan ini, mungkin tidak akan terulang kisah cinta kita, tapi semoga doanya kepada Tuhan agar kita dipertemukan kembali di kehidupan mendatang itu terjadi, walaupun harus menjadi binatang, gua rela asal tetap bersama dia.
Gua menepati janji Angel untuk tekun dan semangat dalam hidup ini walau dia telah pergi untuk selamanya. Tapi gua percaya, Cinta pertama memang tidak akan pernah terlupa sampai nafas gua berakhir. Semoga kisah ini tidak membuat loe lupa akan cinta pertama loe. Karena cinta itulah yang paling indah dan murni.

pengarang: Agnes Donovar
sumber: kompasiana

Kisah Imlek Terakhir

Angel masih tertidur pulas ketika panggilan telepon dari neneknya, terus berdering di Hendphonenya. Setelah beberapa kali lelah berdering, panggilan itu pun berakhir. Nenek Angel sedang berada di sebuah klenteng, bersembhayang untuk menghormati leluhurnya. Ia berharap Angel datang untuk menghormati leluhur orang tuanya yang telah meninggal 3 tahun silam karena sebuah kecelakaan. Upacara itu dilakukan untuk merayakan tahun baru imlek yang akan datang esok hari.
Setelah terbangun karena sudah kenyang tertidur Angel bangkit mengosok giginya di kamar dan memandangi dirinya di cermin. Rambutnya yang panjang terhelai lembut berwarna merah. Wajahnya cantik, dan berkulit putih dengan mata sipit yang memikat karena bulu matanya yang panjang. Tubuhnya juga cukup tinggi sekitar 168 cm. Angel telah melupakan hari buruk tersebut, kini ia berkerja sebagai seorang public relation di sebuah rumah makan mewah.
Ketika tubuhnya mulai hangat sehabis mandi, ia baru menyadari panggilan miss call dari sang nenek yang kini menjadi satu satunya anggota yang ia miliki. Ia pun menelepon balik sang nenek yang telah berusia 68 tahun.
“Napa nek?” tanya Angel
“Kamu datang dong. Nenek mau ajak kamu sembayang di klenteng buat almarhum papa sama mama kamu, cepet nenek udah lama disini!”
“Aduh.. sabar dong. Angel juga baru bangun.. ntar nyusul de!” ujar Angel setengah hati
“Dasar ya. Udah jam 10 masih belum bangun.. kalau nenek disana udah nenek siram air kamu biar bangun. Anak perempuan kok kayak gitu!!”
“Uh.. iya iya! Angel kesana sekarang!”
Setelah menutup telepon itu dengan perasaan sebal karena ocehan di pagi hari. Angel pun keluar dari rumahnya untuk memanaskan mobil. Kemudian ia mulai merasa bosan dengan mengingat apa yang harus ia lakukan di klenteng. Menghirup polusi dupa yang akan menusuk hidungnya, belum lagi dengan banyaknya orang yang antri menunggu ditempat ibadah tersebut. Dengan setengah hati ia pun berangkat menuju klenteng yang terletak 1 jam dari rumahnya.
Di tempat lain
Agnes baru saja turun dari sebuah bus yang mengantarkannya dari sebuah daerah. Ia terlihat asing ditempat barunya, dengan hanya memiliki sebuah tas kecil ditangannya ia berjalan menelurusuri tempat yang tertera di sebuah kertas yang ia pegang. Kemudian ia bertanya kepada seseorang yang ia tak kenal disebuah jalan.
“Pak Maaf ya, boleh Tanya dimana ya pasar Glodok?”
“Oh.. naik aja angkot 41 atau naik busway jurusan roxy -kota lalu terusin ke stasius kota.!”
“Oh.. makasih ya..!”
Sang bapak tampak mengerti jika Agnes adalah seorang gadis yang bukan dari kota asli tempatnya mencari sesuap nasi. Lalu ia membiarkan agnes berjalan seorang diri mencari tempat halte busway yang cukup jauh. Agnes adalah seorang gadis yang melarikan diri dari orang tuanya yang memaksa ia untuk menikah dengan seorang juragan kaya, ayahnya terlilit hutang yang cukup besar sehingga ia merelakan putri cantiknya untuk menikah lelaki yang mungkin sudah berkepala lima dengan 3 istri muda lainnya.
Tak rela menjadi Siti Nurbaya di jaman modern, Agnes pun memilih untuk melarikan diri. Ia memilih untuk lari kepada seorang temannya yang dulu adalah rekan satu sekolah di kota asalnya , Surabaya. Lilis. Gadis gemuk yang setia kemudian memilih berdagang makanan khas cina di pasar Glodok. Sekilas ada yang aneh dengan wajah Agnes. Tubuhnya mirip dengan Angel , sekilas mereka tampak mirip, hanya rambut mereka yang berbeda warna. Agnes tetap hitam namun sama panjangnya. Bentuk wajah mereka sedikit mirip namun sangat tidak masuk akal bila diperhatikan sekilas sama.
Agnes berhasil sampai di halte busway, dan kini ia mengikuti saran bapak tua itu untuk mengantarkannya ke kota. Sepanjang perjalanan ia cukup was was mengingat peringatan tentang bahayanya ibukota bagi pendatang sepertinya. Pakaian yang seadanya dengan kaos putih dan celana jeans cukup untuk membuatnya tampak wong ngedeso.
Di mobil Angel
Angel mengikuti sarang neneknya untuk mengunakan kaos putih polos dengan celana jeans. Untuk menghormati klenteng. Ia pun melaju mobilnya dengan cepat. Tiba tiba terdengar suara telepon dari sang kekasih yang tinggal di Singapore.
“Hei manis, mau Imlek neh. Dapat angpao ga hehehe!”
“Ah kamu emangnya aku ini masih anak SD ya. Udah bukan jaman kali. Ga pulang ke Jakarta!”
“Mau dong.. kan mau ketemu kamu. Besok aku pulang dan ketemu sama orang tua aku ya, aku mau ngenalin kamu sama dia!”
“Hm.. boleh. Pasti kan besok!! Soalnya nenek mau ajak aku pergi ke tempat saudara . !”
“Iya iya.. kamu lagi dimana sih?” Tanya sang kekasih bernama Hendra
“Lagi di jalan.. nyetir!”
“Oh.. ya uda kamu nyetir ya. Hati hati ok!”
“Sip..!”
Ketika Angel mematikan teleponnya. Tiba tiba sebuah mikrolet merah melaju cepat menutup pandangannya ia berhasil lolos dari mikrolet merah itu namun ketika mikrolet itu menghilang. Dari arah depan muncul truk container yang besar melaju kencang. BlAKKKKKKKK…
Mobil Angel menabrak truk tersebut. Bensin membocori seluruh isi mobil dan meledak seketika. Angel terbakar dalam kejadian tersebut. Ia sempat melihat dirinya terhempas dengan darah yang mengalir diseluruh kepalanya, dan
BOOM.. Mobil meledak seketika.
Masyarakat bekerumunan mendekati Angel. Wajahnya terbakar dari arah luar. Tubuhnya masih terlindungi. Dan ia pun kritis.
Di lain tempat
Agnes berhenti di halte busway kota. Ia sempat bingung dengan laju tempat yang ia turuni. Ia merasa tidak yakin karena arah dua mobil yang saling menyelempet. Tiba tiba seseorang laki laki menarik tasnya. Ia berteriak histerik kepada orang tersebut. Namun tidak ada yang peduli ketika ia berkata maling telah mengambil tasnya. Karena tak ingin kehilangan alamat dan uang ditasnya. Ia pun berlari mengejar maling itu seorang diri.
Maling itu melaju dengan lihai di jalan yang dipadati oleh mobil dengan cepat. Angel tak menyadari ketika ia mengejar maling tersebut. Sebuah mobil kijang melaju dengan cepat. Ketika ia berbalik melihat sebuah mobil melaju. Ia berusaha menghindar dan sebuah mobil lain dari arah berlawanan melaju dengan cepat. Dan terhantamlah wajahnya hingga ia terpental hingga 5 meter jauhnya. Yang tersisa dari kecelakaan tersebut adalah sebuah luka besar di kepala dan wajahnya.
Sebuah ambulan datang dengan melaju cepat. Dua ambulan tersebut membawa Angel yang sekarat dengan luka baker. Satu lagi membawa Angel yang mengalami pendarahan cukup besar di kepalanya. Unit gawat darurat rumah sakit tersebut dipadatin oleh banyak pasien sakit tidak seperti biasanya. Dokter membuat keputusan untuk menyatukan beberapa pasien dalam satu ruangan. Angel dan Agnes pun disatukan dalam sebuah ruangan. Dokter belum datang, karena sibuk dengan pasien lain.
Suster yang bertugas juga harus bergiliran. Hingga mereka tak menyadari kedua orang itu berada dalam satu jarak yang hanya 1 meter. Suster membuka pakaian keduanya. Dan menyatukan dalam sebuah kesalahan besar. Kesibukan membuat ia meletakkan pakaian Angel di tempat Agnes, dan pakaian Agnes di tempat Angel. Pakaian tersebut telah penuh dengan noda darah sehingga tak akan ada yang menyadari kesalahan tersebut. Dan keduanya pun dibawah ke dua ruang berbeda untuk diperiksa.
Beberapa jam kemudian keduanya ditangan oleh dokter. Sayang nasib Angel buruk karena fatalnya kecelakaan dan ia pun meninggal saat diperiksa. Sedangkan Agnes tak sadarkan diri. Dokter pun menganalisis mengalami gegar otak yang mungkin akan membuatnya amnesia. Dan dokter tidak pernah akan bisa memprediksi ia akan bangkit, ia pun memutuskan mengoperasi wajah pasien yang rusak karena hantaman mobil disaat itu juga.
Kesalahan besar dokter terjadi ketika mereka salah memasukan nama keduanya yang tidak mempunyai status. Dokter mencoba mencari jati diri keduanya, tertukarlah keduanya ketika dokter menemukan KTP milik Angel terjatuh di pakaian Agnes. Dan yang mereka tau hanya satu, Angel selamat dan yang meninggal adalah Agnes. Dokter menghubungin keluarga Angel yang disambut histeris oleh sang nenek yang segera menuju rumah sakit.
Sedangkan jasad Angel asli dibiarkan hingga ada yang mencarinya. Media massa membantu kasus ini cepat menyebar. Orang tua Agnes pun dipanggil untuk melihat kondisi putrinya segera dari Surabaya. Tangis mengiringin kematian sang putri yang mereka kira. Walau sesungguhnya Agnes asli masih hidup. Namun untuk sementara wajahnya ditutupi oleh perban untuk menjaga hasil operasi yang dokter lakukan. Nenek bersuka cita melihat sang cucu berhasil selamat dari kecelakaan tersebut tanpa tau cucu aslinya telah mati.
Segera jasad Agnes palsu dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan. Nenek pun memindahkan sang cucu dari rumah sakit tersebut ke yang lebih baik. Semakin jauhlah kenyataan yang tidak akan pernah mereka kira. Dokter bedah plastic terbaik pun dipanggil untuk mengembalikan kecantikan Angel palsu tersebut yang masih tak sadarkan diri setelah kejadian naas tersebut.
***
1 bulan kemudian, mujizat itu datang, Angel tersadar dari tidur panjangnya. Ketika ia bangkit dari tidurnya. Wajahnya masih diperban nyaris seperti mumi. Yang berdiri disampingnya adalah sang kekasih Hendra, dengan setia pria itu menjaga sang kekasih yang ia cintai, bahkan ia berhenti bekerja untuk itu.
“Angel kamu sudah sadar, thanks GOD!” teriak Hendra
Angel menatap wajah pria itu dengan kebingungan, ia tak ingat siapa pria disampingnya.
“Kamu pasti lupa sama aku, aku Hendra. Pacar kamu. Kata dokter kamu hilang ingatan. Tapi kamu jangan takut. Seiring waktu ingatan kamu pasti kembali!!” jelas Hendra
Angel tak menjawab penjelesan pria berusia 28 tahun tersebut, ia masih berusaha memperhatikan dirinya. Dan kemudian waktu pun berjalan. Angel tak pernah bicara hingga perban di wajahnya terbuka. Sedikit perubahan yang mencolok dari wajahnya, namun dokter mengatakan wajah Angel tidak mungkin cantik seperti dahulu, yang mereka lakukan adalah yang terbaik. Nenek dan Hendra tidak peduli akan itu. Mereka tetap bersyukur orang mereka cintai selamat dan bisa berkumpul kembali.
Angel mengeluarkan satu kata pertamanya ketika ia tiba dirumah besar milik sang nenek. Ia bahkan tak ingat siapa orang disampingnya. Namun kasih saying akhirnya menyadarkan ia bahwa mereka adalah orang baik dan adalah keluarga mereka. Ia pun mulai terbiasa dan mulai berbicara dan suaranya yang asli medok Surabaya memang sempat menganggetkan sang nenek dan Hendra. Namun dokter berdalih, bahwa suster yang merawat Angel sering mengajak Angel bicara sehingga secara naluri suster asal Surabaya yang berbahasa medok asli suroboyo itu mengalir dan membentuk karakter pada Angel.
Satu kesalahan tersebut tertutupi, kehidupan pun berlanjut, Angel merasakan kebahagian bersama keluarga barunya. Sang kekasih yang begitu mencintai dan memberikan kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan membuat ia semakin mantap melanjutkan mimpi yang pernah dikatakan oleh Angel asli. Segera menikahi sang kekasih. Dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk menikah pada saatnya.
Suatu ketika Angel termenung di ruang tamunya. Ia memperhatikan sesosok pria bernyanyi dengan indah. Sosok pria itu sedang mengikuti sebuah kontes bintang. Dan pria itu berasal mewakili daerah Surabaya. Dan kenyataan sesungguhnya pria itu adalah mantan kekasihnya. Angel beberapa kali mengalami sakit kepala ketika melihat nama pria itu disebut
Agus.. Agus. Agus.
” Siapa pria ini, mengapa ia begitu membuat aku ingin berjumpa dengannya!” ujar Angel dalam hati.
Disebuah makan malam
Nenek sesungguhnya mulai merasakan keanehan pada cucunya. Angel tidak pernah mencuci piring ataupun menyapu seumur hidup tinggal bersamanya. Anehnya, cucunya yang sekarang begitu rajin, setiap selepas makan ia akan selalu membersihkan piring yang kotor. Menyapu setiap paginya, bahkan menyiramin taman rumah mereka. Namun nenek yang tulus dan kesepian itu tidak ingin kehilangan lagi orang yang ia cintai. Dan ia pun mulai bicara dengan putrinya disaat makan malam.
“Angel, kamu coba ini enak loh parenya!”
“Boleh.,!”
Angel malahap pare tersebut dengan terus meminta tambahan yang banyak. Sang nenek meneteskan air mata ketika melihat Angel begitu menyukai makanan pahit tersebut. Neneknya tersadar, orang yang duduk disampingnya bukanlah cucunya. Cucunya yang asli tidak bisa menikmati makanan pahit, tubuhnya akan alergi dan akan muntah. Walaupun Angel kehilangan ingatan ia tidak akan kehilangan penyakit lamanya.
“Nenek , kenapa nenek nangis!?” tanya Angel
“Gapapa, nenek hanya terharu . ntah kapan nenek bisa melihat kamu makan bersama nenek lagi kelak,, nenek sudah tua dan mungkin tidak akan memiliki waktu indah ini lagi!”
Angel tersentuh oleh kalimat tersebut. Ia pun memeluk penuh kasih sang nenek yang setia menjaga dan merawatnya sejak dulu. Di malam hari sebelum tidur sang nenek berdoa pada Tuhan
“Mungkin dia bukanlah cucu yang nyata bagiku, namun dia adalah surga terakhir yang kumiliki Tuhan. Aku tidak akan pernah rela kehilangan lagi orang yang aku sayangin. Izinkanlah hambamu ini untuk sekali saja merayakan satu tahun imlek bersamanya dan kembalikan lah cucu yang nyata bagiku dalam keadaan apapun aku siap menerimanya, dan lenyapkalah misteri ini dari hidupku”
***
Angel menjadi fanatik terhadap tayangan reality show pemilihan penyanyi idola yang tardapat mantan kekasihnya. Ntah mengapa setiap melihat sosok itu ia mulai teringat tentang masa lalu yang jauh dari pikirannya tentang sebuah kota. Yang ia ingat selalu satu. Ia berlari disebuah desa yang penuh dengan rumputan hijau. Kemudian bermain air di tepi sungai. Kemudian menaiki sepeda bersama sosok yang ada dilayar telivisi tersebut. Namun ia berpikir itu hanya ilusi yang berlebihan karena terlalu mengidolakan pria tersebut. Walau sesungguhnya itu adalah sebuah kenyataan dimasa lalu ketika mereka tinggal di desa sebelum Agnes asli tinggal di kota.
Pernikahan Angel dan Hendra semakin dekat. Mereka semakin bahagia menyambut pernikahan tersebut. Namun disatu sisi Angel mulai merasakan keanehan setiap harinya. Ia mulai bicara tentang desa indah yang dikira adalah sebuah khayalan oleh sang kekasih. Angel terus bicara dan membuat Hendra menjadi penasaran tentang tempat itu. Hingga pada suatu hari. Tayangan televisi reality show yang menayangkan Agus mantan kekasih Agnes mulai menayangkan sosok tempat tinggal Agus di desanya di Sidoarjo dekat dengan Surabaya.
Disaat itu Angel dan Hendra sedang menonton televisi bersama. Hendra terpanah ketika Angel berteriak histeris kalau desa itulah yang ada di dalam khayalannya. Desa itu adalah tempat ia bicarakan setiap saat. Hendra tersentak dan mulai berpikir tentang Angel yang ia kenal tidak lah pemimpi yang hidup untuk berdongeng padanya setiap hari. Ia semakin penasaran. Begitu pula Angel, bahkan Angel berharap Hendra mau mengantarkanya ke tempat itu.
Ajang pemilihan penyanyi idola tersebut berhasil membawa nama Agus keluar sebagai juara. Angel dan Hendra bahkan datang khusus untuk menyaksikan final tersebut di tempatnya. Sang pembawa acara bertanya pada Agus tentang kemenangan. Agus berujar sambil berlinang air mata.
“Kemenangan ini kupersembahkan untuk sang kekasih yang telah tiada, Agnes. Dan setelah kemenangan ini hal pertama yang akan aku lakukan adalah melayat pada dirinya. Memberikan cerita mimpi yang menjadi kenyataan”
Suara lantang yang terdengar besar dari kisah sedih Agus sontak membuat Angel terperangah. Jiwanya gusar, ingatannya yang hilang begitu dalam. Bangkit dan menyadarkan ia akan siapa dirinya. Ia menatap wajah Hendra yang tampak bingung dengan Angel yang berlinang air mata.
“Hendra bisakah kamu antarkan aku ke rumah sakit dimana aku pernah dirawat”
Hendra tak bertanya apapun, ia segera menuju rumah sakit itu, Angel meminta data kejadian secara lengkap tentang peristiwa naas tersebut. Menurut catatan , ada satu pasien yang seruangan denganya. Dan pasien itu telah meninggal bernama Agnes. Hendra mulai menyadari satu hal yang tak ingin ia percayai, Angel menatapnya dengan penuh kesedihan dan berujar.
“Aku bukanlan Angel yang selama ini kamu pikirkan. Aku adalah Agnes , Angel dan aku tertukar ketika berada dalam satu ruangan”
Hendra menatap wajah Angel dengan penuh tangis. Mereka berpelukan dengan penuh haru. Nenek datang secara tak sengaja juga karena ingin tau misteri kejadian yang terjadi saat cucunya dirawat dirumah sakit. Ia melihat Angel dan Hendra saling berpelukan. Dan Hendra pun menatap sang nenek dengan penuh perasaan sedih. Nenek telah menyadari apa yang seungguhnya terjadi. Dengan ikhlas ia berkata satu hal
“Siapapun dia, dia adalah bintang bagi sinar kebahagiaan nenek”
“Dan dia adalah orang yang penuh kasih dan kehangatan bagiku ” timpa Hendra
Angel pun akhirnya menjadi Agnes. Agnes kembali ke Surabaya dan keluarganya seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar. Mayat Angel asli yang telah dimakamkan penuh kasih di daerah lahirnya , Sidoarjo bukanlah putri sesungguhnya. Air mata bahagia terselimuti diantara keluarga tersebut. Kemudian muncul Agus yang datang khusus untuk melihat keluarga Agnes. Ia pun mendapatkan kebahagian setelah mendengarkan misteri yang terungkap. Suka cita bahagia terselimut bagi siapapun yang mengenal Agnes.
Sedangkan dilain tempat, Hendra dan nenek datang ke desa yang tak pernah mereka pikirkan. Berdiri menatap sebuah batu nisan indah dengan mawar merah terhempas di atasnya. Setidaknya mereka telah menerima semua ini dengan ikhlas . kepergian Angel sungguh sedih, namun kehadiarna Agnes dalam hidup mereka telah menutupi kesedihan yang seharusnya terjadi.
Mereka pun melakukan sebuah hari besar imlek bersama keluarga Agnes. Di sebuah kota yang tak pernah mereka pikirkan. Dan kini Agnes adalah Angel bagi keluarga nenek dan Hendra. Dan tahun indah baru tersebut. Terlahir dengan keceriaan untuk melupakan kesedihan yang pernah ada.
Untuk semuanya hapuskan air mata di tahun yang berlalu, berikan kan senyuman indah bagi tahun yang akan datang.
TAMAT

pengarang: agnes Donovar
sumbar: kompasiana

Rabu, 08 September 2010

Polisi Bernama Angel

Dulu, gua berpikir. Kalau menjadi polisi itu hanya kerjaan buat orang-orang yang pengen jadi pahlawan kesiangan . Gua juga berpikir kalau polisi adalah orang yang menakutkan dan lebih buruk lagi polisi selalu gua konotasikan sebagai penjahat suap. Sejujurnya, gua ini punya pengalaman buruk dengan polisi. Gua punya banyak kesan buruk tentang polisi, mulai dari kasus cicak vs buaya yang bikin gua jadi tambah sebel sama polisi. Semuanya berubah, sampai gua berkenalan dengan seorang cewek. Cewek yang berkerja sebagai polisi.
Semoga saja kisah gua ini menjadi bagian dari sejarah yang dapat mengubah keadaan, keadaan kalau tidak semua polisi itu buruk.
Nama gua Ivan, Sebagai seorang pria yang bekerja di Kantor pemasaran apa. Gua sering menggunakan motor untuk pergi ke kantor gua. Sebagai pria lajang berusia 24 tahun, gua bukan pria kaya yang dapat warisan dari orang tua gitu aja, gua sadar hidup gua harus bekerja keras untuk sukses. Sejak tiga tahun lalu, gua selalu melewati daerah kota untuk sampai ke kantor gua. Sejak tiga tahun itu, gua selalu berhenti di lampu merah dimana gua selalu lihat seorang polisi pria yang berdiam dan mengatur lalu lintas setiap harinya. Nah, selama dua minggu kemarin, gua pulang kampung buat mudik, setelah gua balik hari ini berbeda dari sebelumnya, gua berhenti di lampu merah dan menemukan seorang wanita sebagai polisi lalu lintas.
Sebagai seorang polisi, dia itu terlihat cantik. Bahkan tidak cocok menjadi polisi. Karena begitu terpesona sama wajah dia, Gua lupa kalau lampu merah uda lewat, gua masih berhenti. Saat gua membelok, polisi wanita itu langsung memberhentikan gua. Melihat gua dengan tajam, gua sadar kalau gua bakal ditilang. Dia langsung mengajak gua untuk ke sebuah kantor polisi yang terletak ga jauh dari jalan raya. Dalam hati gua berpikir kalau pasti ujung-ujungnya polisi ini bakal minta duit. Karena gua selalu inget kalau gua ditilang jalan terakhir untuk lolos dan males hadapin sidang adalah dengan uang damai.
Gua merabah kantong celana jeans gua, gua sadar tadi gua masih punya 20 ribu. Polisi wanita itu menyuruh gua duduk dimeja. Gua langsung berujar.
“ Salah saya apa bu?”
“ Menurut kamu?”
“ Ga tau.” Kata gua pura-pura bego.
“ Kamu berhenti ditengah lampu merah. Itu pelanggaran.”
“ Ya ampun bu, saya gak sengaja soalnya lagi ngelamun.” Kata gua sambil melihat seragam dia yang bertuliskan nama dia “ Angel.”
“ Tidak ada alasan, kamu kena pasal 283, berkendaraan tanpa konsentrasi.” Kata polisi itu dan langsung bikin gua menggunakan jurus lama gua, Polisi itu meminta sim dan stnk gua, gua langsung nyelipin uang 20 ribu.
Dia memeriksa sim gua dan wajahnya memperhatikan gua dengan penuh sesuatu, gua pikir dia pasti jatuh cinta sama muka gua yang ganteng. Terus dia ngelihat uang gua, dalam hati gua. Pasti ini polisi mengerti maksud gua. Dia melihat gua dengan wajah tanda Tanya, gua tersenyum.
“ Untuk apa uang ini?” Tanya polisi itu.
“ Untuk damai, bu..” kata gua sambil tersenyum, tiba-tiba polisi itu langsung bangkit dari kursi.
“ Kamu mau coba-coba sogok saya ya?”
“ Hah..” kata gua kaget melihat expresi wajah polisi itu marah.
Belum sempat gua kaget mencari alasan, tiba-tiba terdengar suara tabrakan di depan lampu merah. Seorang pengendara motor terjatuh karena tertabrak bajaj. Polisi wanita itu langsung pergi meninggalkan gua menuju lokasi kecelakaan. Gua hanya bengong dan ikutan kaget melihat kejadian itu. Gua ngeliat dari jauh, tuh polwan sibuk membantu korban. Gua yang tadinya kaget karena polwan itu marah, tiba-tiba terkesima oleh kecelakaan itu hingga lupa kalau gua sedang berurusan dengan polisi karena di tilang. Gua nunggu sekitar 15 menit dan tiba-tiba polwan itu uda ilang bersama mobil ambulan yang datang. Dalam hati gua,” astaga gua baru nyadar kalau sim dan stnk gua ditangan polisi itu.”.
Karena tidak ada yang berjaga dikantor polisi itu karena sibuk ngurus kecelakaan dan gua ga mau nunggu akhirnya gua pergi menuju kantor gua. Gua ga mau dipecat karena terlambat sampai ke kantor karena kerjaan ini sangat berarti buat gua. Akhirnya setelah selesai kerja, gua berpikir untuk ke kantor polisi tadi untuk bertemu dengan polwan yang memegang sim dan stnk gua. Saat gua kesana, dia memang ada disana. Tapi uda gak dengan seragam polisinya. Dia uda pakai baju biasa hingga gua nyaris ga kenal. Untungnya seorang penjaga pos polisi memberitahu gua kalau itu polisi wanita yang berjaga tadi siang.
Gua deketin dia yang lagi membereskan barang-barang dia di meja. “ Permisi kata gua.” Dan tiba-tiba dia ngeliat gua dengan bingung. “ Sapa ya?” Tanya dia. Gua pun menjelaskan kalau gua orang yang tadi siang ditilang sama dia dan mau ngambil sim dan stnk gua. Tiba-tiba dia jadi ingat, dan yang membuat kesal adalah dia ketinggalan sim dan stnk gua di rumah sakit.
“ Jadi gimana dong ?” Tanya gua.
“ Ya terpaksa kamu harus ke rumah sakit. Soalnya saya gak sengaja ketinggalan disana.”
“ kan ibu yang ninggalin disana, tanggung jawab dong.” Kata gua kesel. Dia ngelihat gua dengan wajah kosong.
“ Kamu sadar gak kalau tadi kamu itu harusnya ditilang.”
“ Ya sadar sih, tapi kan saya butuh stnk dan sim saya juga. Kalau mau tilang kan tinggal pilih salah satunya.”
Tiba-tiba dia langsung menarik tangan gua. Mengajak gua keluar kantor polisi dan berkata.” Yauda kita ke rumah sakit, kamu anterin saya.” Tanpa banyak bicara gua pun mengantarkan dia. Sepanjang perjalanan kita ga bicara sama sekali. Sampai akhirnya tiba di rumah sakit. Menunggu beberapa saat, dia keluar dengan sim dan stnk gua. Dalam hati gua, baru kali ini gua ngeliat polisi yang mau aja nurutin keinginan gua untuk minta sim dan stnk gua, padahal biasanya kan pada matre.
“ Ini,SIM,STNK dan uang sogokan kamu. Karena besok saya gak akan tugas di Jakarta lagi. Kali ini saya maafkan kamu.”
Gua jadi ga enak hati karena melihat dia memaafkan gua. Tiba-tiba hujan lebat. Gua ga mungkin pulang hujan-hujanan. Polisi itu juga sepertinya ga pulang. Karena merasa ga enak hati, gua menawarkan dia untuk makan malam di kantin rumah sakit. Tanpa gua duga, dia mau. Kita duduk sambil menikmati soto, gua memperhatikan dia. Gua rasa dia ga cocok jadi polisi, lebih cocok jadi model deh. Iseng-iseng gua pun bertanya.
“ Sorry kalau boleh Tanya, nama ibu siapa?”
“ Angel.” Kata dia dan gua bilang nama gua Ivan dan bertanya lagi.
“ Kenapa sih, kok ibu mau jadi polisi? Apalagi polisi lalu lintas, kan cape. Panas. Uda gitu saya jujur deh bu, ibu lebih cocok jadi model daripada jadi polisi hehehe.”
Dia melihat gua, dan tiba tiba berkata “ Jadi Polisi ga ada salahnya kok.”
“ Sorry-sorry aja ya bu, saya jujur aja. Polisi itu kan kesannya arogan, matre. Uda gitu suka cari kesalah-salahan orang buat dapatin duit.” Kata gua dan Angel melihat gua dengan tanpa terkejut.
“ Sebenarnya, pandangan itu ada karena dari hati kamu saja yang berpikir kalau polisi bisa didamaikan dengan uang bila kita bersalah. Dulu, sebelum jadi polisi. saya juga seperti kamu.berpikir gitu..”
“ Lah emangnya ibu sebelum jadi polisi jadi apa?”
“ Jadi orang biasa aja, lagian kamu panggil saya ibu. Emangnya kamu pikir saya uda tua. Umur saya juga ga jauh dari kamu kalau tadi saya lihat sim kamu.”
“ 24 Juga?” tebak gua dan dia tersenyum dan berkata panggil saja dia Angel.
“ Lalu kenapa dong Ngel kamu mau jadi polisi?”
“ Ceritanya panjang..” kata dia dan gua ga menyerah berkata kalau ingin denger.
“ Ok, saya akan cerita tapi berjanjilah untuk membuang perasaan buruk kamu tentang polisi. Karena bisa-bisa kamu akan bernasib seperti saya.”
“ Ah masa sih.. coba cerita..”
Gua terdiam, Angel meneguk air putih. Lalu mulai bercerita tentang apa yang membuatnya menjadi seroang polisi. Dulu ketika dia menjadi seorang mahasiswa. Dia sering pergi ke kampusnya yang terletak di plaza hasyim. Dia kuliah di salah satu universitas terkenal asal Filipina yang membuka cabang sekolah bisnis. Setiap harinya dia selalu naik mobil, karena jadwal kuliah dia selalu jam 5. Daerah itu selalu 3 in 1. Angel pun tidak kehilangan akal, dia parker mobilnya deket gramedia. Lalu jalan kaki menyeberang untuk ke kampusnya. Setiap hari dia, menyeberang ke arah jalan. Dia selalu melihat seorang polisi muda yang berpakaian seragam sambil mengatur jalan.
Karena terlalu alergi dengan polisi, Angel selalu berkonotasi negative. Apalagi dia sering ngeliat polisi itu memberhentikan motor pengadara yang lewat. Dia pikir polisi itu pasti minta uang damai, dia pun jadi kesel dengan polisi itu. Suatu ketika, hal yang berbeda terjadi. Polisi itu terlihat kehujanan, hujan lebat sekali. Tapi dia tetap mengatur jalan yang macet dengan pluitnya yang terdengar nyaring. Angel pun meledek dalam hati “ Syukurin kehujanan, hukuman dari Tuhan karena sering molotin pengendara”. Di hari selanjutnya. Ia melihat hal yang berbeda, polisi itu berlari menyeberang hanya untuk mengantarkan seorang nenek yang ingin menyeberang. Tepat di depan Angel. Angel pun masih berpikir kalau polisi itu pasti Cuma cari muka berpura-pura baik padahal dia kan suka jahatin orang buat cari duit.
Di hari selanjutnya, nasib sial buat Angel, karena mobilnya mogok. Dia gak punya pendidikan motor yang cukup. Alhasil dia kesel sendiri karena ga ada orang yang mau menolongnya untuk menghidupkan mobilnya. Dia hanya bengong sambil memaki-maki mobilnya. Tiba-tiba polisi itu muncul, Angel yang lagi kesel langsung berpikir polisi itu mau cari duit dari dia dengan mencari kesalahannya.
“ Mas, kalau mau cari duit dari saya, mending ga usah deh, saya ga punya duit “ Teriak Angel kepada polisi itu yang mungkin kaget dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
“ Kenapa mobilnya berhenti disini.”
“ Ga liat mogok.” Kata Angel ketus.
Polisi itu tanpa banyak bicara, langsung membuka mesin mobil. Memeriksa beberapa saat. Mengotak-ngatik beberapa mesin dan menutup kembali sambil berkata pada Angel.
“ Coba nyalain lagi mobilnya..” Angel pun tanpa banyak bicara mencobanya dan tiba-tiba mobilnya menyala, ia pun berteriak kegilangan. Polisi itu mendekat ke jendela mobilnya. Angel melihatnya dan polisi itu berkata.
“ Non, gak semua polisi itu seperti yang non pikirin. Uang bukan segalanya dalam hidup.”
Angel hanya terdiam dan melihat polisi itu pergi, tapi ia dapat melihat nama polisi itu Ivan. Ia pun pergi sambil menahan malu karena telah menduga-duga hal yang buruk tentang polisi muda itu. Selanjutnya setiap ia ingin kuliah, ia mulai sering memperhatikan polisi muda itu. Walau secara sembunyi-sembunyi karena merasa malu bila melihat polisi itu. Sampai suatu ketika hujan yang begitu lebat polisi itu kehujanan tapi masih sibuk berdiri ditengah hujan. Angel yang sedang menggunakan paying, tiba-tiba merasa hatinya terdorong. Ia mendekati polisi muda itu, meletakkan payungnya diatas polisi muda yang tampak menggigil karena kedinginan. Polisi itu hanya melihatnya, Angel berkata.
“ Nama saya Angel. Saya yang dulu pernah ditolong gara-gara mobil mogok.” Kata Angel dan polisi itu hanya tersenyum dan berkata .” Hai Angel, kok hujan-hujan gini di tengah jalan.”
“ Nggak sih, saya mau nyeberang, terus ngelihat mas. Merasa aneh aja, kok hujan-hujan gini masih sibuk ngatur lalu lintas. Ya saya kasih payung ini aja.”
“ Loh kalau payung ini saya pakai, kamu gimana?”
“ Saya kan tinggal lari ke mobil. Terus ga akan kehujanan.”
“ Ga usah Angel, aku uda biasa kok.”, Angel bilang “ Gapapa kok, kamu kedinginan sampai menggigil gitu.pakai aja.”
Polisi itu melihat Angel. “ Kalau gitu saya anterin kamu nyeberang, terus payung ini saya pinjam dulu ya.”
Angel setuju, polisi itu mengantarkanya ke mobil. Angel pun bertanya namanya. “ Ivan, nanti saya kembalikan payung ini ya. “ sebut polisi itu yang langsung kembali sibuk mengatur lalu lintas. Angel pun melihat pria itu dengan rasa iba, ia tak menyangka begitu beratnya tugas pria muda itu. Padahal selama ini ia pikir polisi itu kan pemalas dan taunya Cuma duit. Duit dan duit. Keesokan harinya mereka kembali bertemu. Polisi itu memberikan payung kepada Angel. Tanpa ia duga, jam makan siang sudah dimulai.
“ Angel, sebagai ungkapan terima kasih, gimana kalau aku saya traktir kamu makan siang di gajah mada.” Sebenarnya Angel agak takut karena apa jadinya kalau dia terlihat jalan dengan polisi, apalagi ditengah-tengah jalan umu. Tapi melihat ketulusan hati Ivan, ia pun menerimanya. Mereka makan dan berbincang-bincang. Angel tidak kehilangan kesempatan untuk bertanya banyak hal kepada Ivan. Salah satunya mengapa ingin menjadi polisi. Ivan bilang, ia sejak kecil ingin menjadi polisi. Ia sadar impian itu mungkin agak menakutkan bagi sebagian orang. Karena konotasi polisi yang buruk di mata masyarakat. Tapi ia sadar, polisi memiliki dua sisi. Sisi yang tidak bisa dilupakan masyarakat, kalau polisi adalah bagian dari masyarakat dan bertugas untuk rakyat.
Ivan sendiri bilang, ia ingin menjadi polisi karena sewaktu kecil ia pernah tersesat di jalan. Dan seorang polisi dengan baik hati mengantarknya, menenangkannya. Ia pun sejak saat itu bermimpi ingin jadi polisi. Sekali lagi ia tekankan kepada Angel, tidak semua polisi itu buruk, hanya sebagian saja. Itu pun mereka punya alasan tertentu. Tapi semua tidak terlepas dari kehidupan aspek masyarakat yang berpikir kalau segala sesuatu bisa dilakukan dengan uang, sehingga terjadilah jalan damai. Sejak hari itu, Angel dan Ivan pun jatuh cinta. Mereka menjadi sepasang kekasih, lucu sekali untuk Angel yang awalnya membenci polisi kini malah memiliki pacar seorang kekasih polisi.
Suatu ketika mereka sedang bersama, menikmati hari liburnya sambil bermain di taman. Angel bertanya kepada Ivan. “ Ivan apa impian kamu dalam hidup?” Tanya Angel.
“ Saya hanya ingin semua orang berkata dalam hatinya dan menyadarkan banyak orang. Sebenarnya mereka membutuhkan polisi. Tapi dengan kesadaran sendiri, bukan paksaan” kata Ivan.
“ Loh, itu saja impian kamu? Tidak ada yang lain”
“ Tentu saja ada, menikah sama kamu hehehe” Kata Ivan. Angel pun tersenyum.
“ Ivan, kamu tidak takut bila menjadi polisi itu memiliki resiko, bisa saja kamu nanti tewas dalam bertugas.. “ kata Angel yang sebenarnya ragu untuk berkata demikian.
“ Saya akan bangga bila mati saat bertugas daripada saya mati dengan keadaan penuh uang di saku , tapi itu semua hasil korupsi dari masyarakat.”
“ Bahasa kamu terlalu sulit saya pahami. “ kata Angel.
“ Kamu emangnya Tanya-tanya gini kenapa sih? Mau coba-coba jadi polisi ya?” ledek Ivan.
“ ah, ga mungkin lah.” Kata Angel.
“ Mungkin dong, seperti yang kamu bilang, kalau saya tewas saat bertugas, artinya kamu yang harus wujubkan impian saya itu.”
“ Udah ah. Amit-amit deh ngomongnya..”
Tiba-tiba suara bordering, Ivan mendapatkan panggilan dari atasannya. Jalanan macet dan ia harus segera membantu melancarkan. Padahal hari ini dia libur, tapi demi semua keprofessionalan. Ia pun berkerja. Sebelum ia pergi dari Angel. Ia hanya berkata.
“ Angel, ga usah dimasukin hati ya. Kamu tau, kamu itu gadis yang cantik dan saya beruntung memiliki kamu. Kalau saya gak jadi polisi, mungkin saya gak akan menjadi takdir kamu.”
Angel tersenyum. Dan berkata “ Kalau gak kenal kamu, mungkin selamanya saya akan benci polisi. Hehehe”
Ivan pun pergi, tanpa Angel sadarin kalau itu adalah pertemuan terakhir mereka. Angel harus memaklumi perkerjaan kekasihnya. Ia mulai terbiasa dengan panggilan kerja mendadak Ivan. Tapi saat dia pulang ke rumah, ia mendapatkan kabar yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Ivan ditabrak oleh truk yang mencoba menerebos lampu merah. Ivan meninggal seketika, karena saat itu ia sedang berada di tengah jalan. Angel hanya bisa menangis, ia kehilangan kekasihnya. Tapi ia tidak pernah melupakan impian Ivan. Ia pun memutuskan untuk berhenti kuliah dan menjadi seorang polisi. Sebuah perkerjaan yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya.
Saat gua mendengar kisah itu, tiba-tiba gua menangis. Gak tau kenapa gua ingin menangis. Angel sendiri terlihat tegar. Angel melihat gua dengan aneh, dan bertanya .” Kenpa nangis.”
“ Sejak kecil saya memang sensitive, suka menangis kalau dengar cerita sedih.”
“ Ok. Hujan uda redah, saya mau pulang dulu.”
“ Angel, tadi kamu bilang, hari ini. Hari terakhir kamu kerja. Kenapa?”
“ Ya, karena saya akan dipindah tugaskan ke Bengkulu.”
“ Jauh dong.. terus saya gak akan pernah ketemu kamu lagi.”
“ Kalau kita takdir, kita pasti ketemu.”
“ Gitu ya. Makasih ya untuk kisah kamu.” Kata gua.
“ Ngomong-ngomong, kalau boleh jujur. Nama kamu mirip dengan polisi yang saya cerita tadi.”
“ Oh ya.? Siapa?”
“ Ivan.”
Sebuah kebetulan yang sangat aneh, lalu gua mulai merasa bisa menebak satu hal.
“ Kalau ga salah, dulu ada polisi lalu lintas yang selalu di jalan lampu merah, tiba-tiba dia hilang dan diganti kamu. Jadinya nanti dia akan gantiin kamu lagi dong.”
Angel menunduk, dan berkata.
“ Tidak Ivan, dia itu kekasih yang saya kisahkan. “
Hati gua pun terkecoh, milis. Tak percaya kalau orang yang selama ini gua lihat di jalan itu kekasih dia yang meninggal. Angel benar-benar menyadarkan gua akan satu hal, tidak semua yang gua pikir itu benar. Tidak semua polisi itu jahat, tidak semua polisi itu matre. Dan gua bersyukur, dia berhasil membuat impian kekasihnya yang punya nama sama kayak gua itu berhasil. Setidaknya berhasil menyadarkan gua kalau polisi itu juga manusia.
Manusia yang membutukan kehidupan dan tugas mulia. Walaupun tidak semuanya benar, tapi setidaknya masih ada yang berhati mulia seperti kisah angel dan ivan.
so teman-temanku sekalian pembaca kisah ini, semoga kalau lain kali ketemu polisi bernama Angel, berhati-hatilah.
KISAH INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK IVAN SANG POLISI DALAM KENANGANKU. APAPUN YANG TERJADI DALAM HIDUPMU SAAT INI, AKU SELALU BERDOA UNTUK KENANGAN KITA. AMIN
Tamat.

pengarang : agnes donovar
sumber; kompasiana