Sebenarnya walaupun penis anda kecil asalkan kuat dan tegang (keras), anda pasti bisa memuaskan istri anda. Resep tradisional berikut adalah resep bagaimana cara memperbesar penis menggunakan ramuan alami.
BAHAN-BAHAN :
1 Sendok makan Adas pulosari.
2 Ekor lindung atau BELUT liar (bukan yang diternakkan).
4-5 pucuk benalu cemara (banyak terdapatdisisi batang cemara).
CARANYA:
Belut dipotong antara tubuh dan kepalanya, ambil kepalanya saja. Panggang kedua kepaa belut tersebut di atas api hingga hangus dan menjadi arang. Lalu digerus sampai menjadi bubuk yang halus.
Adas pulosari dan pucuk benalu cemara ditumbuk jadi satu, kemudian disaring danambil sarinya saja kurang lebih seperempat cangkir.
Campurkan bahan tersebut dengan bubuk kepala belut sebanyak setengah sendok teh. Sisa bubuk kepala Belut yang lain dapat dipergunakan untuk hari berikutnya.
Selanjutnya aduk sampai rata, lalu campurkan ludah basi (ludah yang diambil habis bangun tidur pagi hari) aduk yang rata, gunakan bahan ramuan ini untuk mengurut penis.
Caranya mengurutnya dari atas ke pucuk penis yaitu mengurut menurun. Lama pengurutan kurang lebih 10 menit, bahan ramuan di atas untuk sekali pakai. Esok paginya buat ramuan baru. Lakukan cara ini sampai satu bulan penuh, biasanya hasilnya sudah nampak dan memuaskan, penis akan membesar dan kuat.
Uinvest
Minggu, 09 Januari 2011
Rabu, 05 Januari 2011
Jangan pernah menyesali
Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu dan dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.
Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan email pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari email mu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya. Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu. Saat dia yang kau sayangi , memutuskan hubungannya denganmu.
Hal yang sangat mengecewakan adalah saat kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya, hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu.
Saat temanmu berdusta padamu atau tidk menepati janjinya, sebenarnya dia mengajarimu agar kau tidak berperilaku seperti dia.
saat temanmu menghapus email yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu, sebenarnya dia telah mengajarkan agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mngkin saja dia pernah membaca email yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu.
Saat kau mencintai dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya
Hmm... Begitu banyak hal tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois, dan sikap yang tidak mengenakkan. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan, tidak dihargai, yang paling berharga adalah sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, serta melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu.
Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan email pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari email mu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya. Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu. Saat dia yang kau sayangi , memutuskan hubungannya denganmu.
Hal yang sangat mengecewakan adalah saat kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.
Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya, hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu.
Saat temanmu berdusta padamu atau tidk menepati janjinya, sebenarnya dia mengajarimu agar kau tidak berperilaku seperti dia.
saat temanmu menghapus email yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu, sebenarnya dia telah mengajarkan agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mngkin saja dia pernah membaca email yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu.
Saat kau mencintai dengan tulus, tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya
Hmm... Begitu banyak hal tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois, dan sikap yang tidak mengenakkan. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan, tidak dihargai, yang paling berharga adalah sebenarnya orang-orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, serta melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berperilaku seperti itu.
Sabtu, 01 Januari 2011
Jangan Tunggu Esok Hari Mengatakan Kepadanya
Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki-laki lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.
Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya,
kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.
Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam… dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan.
Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya tentang apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang kerumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Suatu hari,saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya…. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.
Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya.
Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka.
Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain.
Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut.
Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi… saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir.
Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.
Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sebagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer.
Saya sangat bangga dengan prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan.
Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar.
Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.
Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka.
Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat… tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya.
Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan.
Tahun-tahun berlalu… kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap”
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas.
Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi… Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.
Hari-hari berikutnya… dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya.
Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini . Sekarang saya tahu… mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman.
Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia?
Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.
Apapun yang dia kerjakan… tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir… Mengapa ini diberikan kepada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California.
Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami miliki bersama.
Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya.
Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saat terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya”
Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, “JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA” karena esok hari itu… mungkin takkan pernah ada
Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya,
kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu.
Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya.
Dia sangat pendiam… dia hanya mendengarkan apa yang saya katakan.
Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya tentang apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman-teman yang berbeda tapi ketika kami pulang kerumah, kami selalu berbicara tentang apa yang terjadi di sekolah.
Suatu hari,saya bercerita kepadanya tentang anak laki-laki yang saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya…. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.
Dia memberikan kata-kata yang mendukung dan membantu saya untuk melupakannya.
Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yang lainnya dari dirinya yang saya suka.
Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yang lain.
Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri-sendiri, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yang menjadi pasangannya.
Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yang saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap-cakap tentang cita-cita kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita tentang impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yang dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dengan terluka karena saya tidak mengatakan perasaan saya yang sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut.
Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama-sama dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yang sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi untuk pekerjaan besarnya. Jadi… saya menyimpan perasaan saya untuk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dengan pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya karena saya merasa seperti ini adalah saat terakhir.
Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis.
Saya merasa terluka karena saya tidak mengatakan apa yang ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sebagai sekretaris dan akhirnya menjadi seorang analis komputer.
Saya sangat bangga dengan prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan.
Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yang bersamaan.
Sekarang saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar.
Saya bertemu dengan pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya.
Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yang seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka.
Saya mencoba bersenang-senang malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yang ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat. Sebelum saya berangkat… tiba-tiba dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dengan saya.
Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan.
Tahun-tahun berlalu… kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yang terjadi dan bagaimana dia merindukan untuk berbicara dengan saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba-tiba saya menerima sebuah catatan kecil yang mengatakan : “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap-cakap”
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan untuk bernafas.
Kemudian ia menceritakan kepada saya tentang perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi… Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa tentang apa yang telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yang sesungguhnya kepadanya.
Hari-hari berikutnya… dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dapat bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama.
Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yang telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya.
Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini . Sekarang saya tahu… mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman.
Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorang yang begitu baik seperti dia?
Saya mengumpulkan barang-barang saya dan pergi ke New York untuk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.
Apapun yang dia kerjakan… tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu-satunya yang diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir… Mengapa ini diberikan kepada saya?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California.
Ketika saya di pesawat, saya teringat saat-saat indah yang kami miliki bersama.
Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut untuk mengatakannya kepada saya.
Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali-kali, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dengan yang lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat-saat terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yang saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, “Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya”
Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yang sesungguhnya ada dalam hatinya.
Jika engkau mencintai seseorang, “JANGAN TUNGGU ESOK HARI UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA” karena esok hari itu… mungkin takkan pernah ada
Cinta yang indah berakhir kesedihan.
Suatu hari aku sedang berjalan di sebual mall.
Ada seorang pria tampan mendekati saya dan bertanya ” Boleh meminta nomor telepon kamu”.
Jadi aku berjawab “ ya” dan memberikannya kepada dia.
Dia menelepon saya malam itu dan kami berbicara selama berjam-jam.
Dia menceritakan betapa cantiknya aku dan dia ingin sekali mengenal saya.
Dia mengajak saya jalan-jalan dua hari kemudian dan kami menikmati makan malam yang indah.
Aku tidak pernah merasakan perasaan ini kepada teman pria yang lain sebelumnya .
Saya merasakan perasaan itu. perasaan Anda dapatkan ketika Anda memiliki seseorang yang kau cintai .
Kami saling mencintai.
Sekitar satu setengah tahun kemudian aku hamil dan Akhirnya kami menikah.
kami melangsungkan pernikahan yang sangat meriah dan pergi bulan madu di Paris.
Tempat yang saya impikan selama hidupku dan kami sangat menikmati bulan madu kami.
setelah belasan bulan kemudian.
Suatu malam, pada ulang tahun pertama putri kami, Ia pergi keluar di malam badai dingin untuk membeli kue ulang tahun putri kami.
Dia sudah pergi selama dua jam dan saya mulai khawatir.
Aku menelepon hp suami saya setidaknya seratus kali berturut-turut. Dan tidak diangkatnya sekalipun.
Ia tidak pulang malam itu.
Hari ulang tahun putri kami yang pertama semua kacau dan aku tidak bisa tidur dimalam itu.
Aku mulai menganggap dia main serong.
Dan aku menangis sepanjang malam panjang.
Beberapa Polisi mendatangi kerumahku sekitar pukul 6:36 pagi dan mengatakan kepada saya suami saya mendapatkan kecelakaan mobil dan meninggal dunia.
Saat itu kepala saya rasanya akan pecah dan merasakan otak saya tidak dapat berpikir sama sekali.
Aku berada di kondisi yang sangat parah dan memeluk erat puteri saya sambil memberitahu ayahnya telah meninggal dunia.
Dan bertanya bagaimana aku akan menghadapi semua ini?
Aku merasa seolah-olah hidup saya sudah berakhir.
Saya berpikir tentang bunuh diri tapi aku tidak ingin putri saya tumbuh tanpa ibu atau ayah.
Setelah tiga tahun kemudian dan saya tidak mengharapkan ada orang lain yang datang ke dalam hidup saya.
Karena saya tidak ingin orang lain. karena saya masih mencintai Mike.
Semua yang saya inginkan adalah agar dia berjalan melalui pintu rumah ini dengan kue ulang tahun putri saya dan mengatakan dia mencintai saya sekali lagi.
Dan kita akan merayakan ulang tahun sabrina sepanjang malam.
Dan lalu sama-sama membuka hadiah Sabrina dan bermain-main dengan Sabrina seperti yang telah direncanakan.
Tapi aku tahu ini tidak mungkin menjadi kenyataan.
Tapi aku mencintaimu Mike dan aku akan selalu merindukan Mike.
Saya dan Sabrina selalu merindukanmu.
by Anonymous
Pesan : Untuk para Istri, yang telah dianugerahi seorang Suami yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya
Ada seorang pria tampan mendekati saya dan bertanya ” Boleh meminta nomor telepon kamu”.
Jadi aku berjawab “ ya” dan memberikannya kepada dia.
Dia menelepon saya malam itu dan kami berbicara selama berjam-jam.
Dia menceritakan betapa cantiknya aku dan dia ingin sekali mengenal saya.
Dia mengajak saya jalan-jalan dua hari kemudian dan kami menikmati makan malam yang indah.
Aku tidak pernah merasakan perasaan ini kepada teman pria yang lain sebelumnya .
Saya merasakan perasaan itu. perasaan Anda dapatkan ketika Anda memiliki seseorang yang kau cintai .
Kami saling mencintai.
Sekitar satu setengah tahun kemudian aku hamil dan Akhirnya kami menikah.
kami melangsungkan pernikahan yang sangat meriah dan pergi bulan madu di Paris.
Tempat yang saya impikan selama hidupku dan kami sangat menikmati bulan madu kami.
setelah belasan bulan kemudian.
Suatu malam, pada ulang tahun pertama putri kami, Ia pergi keluar di malam badai dingin untuk membeli kue ulang tahun putri kami.
Dia sudah pergi selama dua jam dan saya mulai khawatir.
Aku menelepon hp suami saya setidaknya seratus kali berturut-turut. Dan tidak diangkatnya sekalipun.
Ia tidak pulang malam itu.
Hari ulang tahun putri kami yang pertama semua kacau dan aku tidak bisa tidur dimalam itu.
Aku mulai menganggap dia main serong.
Dan aku menangis sepanjang malam panjang.
Beberapa Polisi mendatangi kerumahku sekitar pukul 6:36 pagi dan mengatakan kepada saya suami saya mendapatkan kecelakaan mobil dan meninggal dunia.
Saat itu kepala saya rasanya akan pecah dan merasakan otak saya tidak dapat berpikir sama sekali.
Aku berada di kondisi yang sangat parah dan memeluk erat puteri saya sambil memberitahu ayahnya telah meninggal dunia.
Dan bertanya bagaimana aku akan menghadapi semua ini?
Aku merasa seolah-olah hidup saya sudah berakhir.
Saya berpikir tentang bunuh diri tapi aku tidak ingin putri saya tumbuh tanpa ibu atau ayah.
Setelah tiga tahun kemudian dan saya tidak mengharapkan ada orang lain yang datang ke dalam hidup saya.
Karena saya tidak ingin orang lain. karena saya masih mencintai Mike.
Semua yang saya inginkan adalah agar dia berjalan melalui pintu rumah ini dengan kue ulang tahun putri saya dan mengatakan dia mencintai saya sekali lagi.
Dan kita akan merayakan ulang tahun sabrina sepanjang malam.
Dan lalu sama-sama membuka hadiah Sabrina dan bermain-main dengan Sabrina seperti yang telah direncanakan.
Tapi aku tahu ini tidak mungkin menjadi kenyataan.
Tapi aku mencintaimu Mike dan aku akan selalu merindukan Mike.
Saya dan Sabrina selalu merindukanmu.
by Anonymous
Pesan : Untuk para Istri, yang telah dianugerahi seorang Suami yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya
Langganan:
Postingan (Atom)